Nurdin Ingin Pindahkan Pasar ke Jalan

Berita Sul-Sel | 2020-06-02

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah
SINJAI, JINFONEWS.COM,- Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, menegaskan bahwa secara umum pemerintah pusat belum menyetujui daerah ini menerapkan kenormalan baru (new normal). Sebab syarat untuk menerapkan kebijakan tersebut belum dipenuhi oleh Sulsel.

Suatu wilayah dibolehkan menerapkan new normal jika terbukti bahwa penularan covid-19 sudah bisa dikendalikan. Situasi bisa dikatakan terkendali bila angka reproduksi (Rt) di bawah 1.

Meski begitu, Nurdin mengaku saat ini angka Rt saat di Sulsel sudah berada di angka 0,99. Beberapa hari terkahir ini menunjukkan kasus positif tidak terlalu signifikan. Sementara angka kesembuhan terus meningkat.

“Makanya saya bilang kita tidak boleh terpengaruh dengan R0 yang dimiliki. Tapi kita pastikan tidak lagi ada transmisi lokal yang terjadi,” ucap Nurdin Abdullah di kediamannya, Senin (1/6).

Strategi yang dilakukan pemprov untuk memasuki new normal atau tatanan kehidupan baru ialah mentracing dengan cepat penyebaran virus di tiap daerah. Nurdin Abdullah optimistis tidak ada lagi penambahan klaster baru di Sulsel.

Program rapid test dan swab PCR akan dimasifkan. Wisata covid pun menjadi wadah yang dianggap bisa menekan penyebaran virus tersebut.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Kalau penyebaran lewat transmisi lokal sudah kita tekan, meskipun 100 persen belum terlaksana. Masih ada enam daerah yang betul-betul kita fokus untuk melakukan tracing.

Harus ada langkah yang lebih ketat dilakukan, karena bagaimanapun juga kita ingin pastikan bahwa betul transmisi lokal sudah tidak bisa terjadi,” ucapnya.

Menurut Nurdin, akan dilakukan rapid test secara massal. Ia sudah mengontak Kadis Kesehatan Sulsel untuk pelaksanaannya.

Nurdin menarget, warga yang terinfeksi corona, baik ODP maupun OTG terkumpul atau dirampungkan pada 6 Juni mendatang. Mereka akan diikutkan program wisata covid di hotel.

Dengan begitu, kasus covid-19 bisa dikendalikan dan Sulsel siap untuk menyambut tatanan kehidupan baru.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Nurdin Ingin Pindahkan Pasar ke Jalan

Berita Sul-Sel | 2020-06-02

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

SINJAI, JINFONEWS.COM,- Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, menegaskan bahwa secara umum pemerintah pusat belum menyetujui daerah ini menerapkan kenormalan baru (new normal). Sebab syarat untuk menerapkan kebijakan tersebut belum dipenuhi oleh Sulsel.

Suatu wilayah dibolehkan menerapkan new normal jika terbukti bahwa penularan covid-19 sudah bisa dikendalikan. Situasi bisa dikatakan terkendali bila angka reproduksi (Rt) di bawah 1.

Meski begitu, Nurdin mengaku saat ini angka Rt saat di Sulsel sudah berada di angka 0,99. Beberapa hari terkahir ini menunjukkan kasus positif tidak terlalu signifikan. Sementara angka kesembuhan terus meningkat.

“Makanya saya bilang kita tidak boleh terpengaruh dengan R0 yang dimiliki. Tapi kita pastikan tidak lagi ada transmisi lokal yang terjadi,” ucap Nurdin Abdullah di kediamannya, Senin (1/6).

Strategi yang dilakukan pemprov untuk memasuki new normal atau tatanan kehidupan baru ialah mentracing dengan cepat penyebaran virus di tiap daerah. Nurdin Abdullah optimistis tidak ada lagi penambahan klaster baru di Sulsel.

Program rapid test dan swab PCR akan dimasifkan. Wisata covid pun menjadi wadah yang dianggap bisa menekan penyebaran virus tersebut.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Kalau penyebaran lewat transmisi lokal sudah kita tekan, meskipun 100 persen belum terlaksana. Masih ada enam daerah yang betul-betul kita fokus untuk melakukan tracing.

Harus ada langkah yang lebih ketat dilakukan, karena bagaimanapun juga kita ingin pastikan bahwa betul transmisi lokal sudah tidak bisa terjadi,” ucapnya.

Menurut Nurdin, akan dilakukan rapid test secara massal. Ia sudah mengontak Kadis Kesehatan Sulsel untuk pelaksanaannya.

Nurdin menarget, warga yang terinfeksi corona, baik ODP maupun OTG terkumpul atau dirampungkan pada 6 Juni mendatang. Mereka akan diikutkan program wisata covid di hotel.

Dengan begitu, kasus covid-19 bisa dikendalikan dan Sulsel siap untuk menyambut tatanan kehidupan baru.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020