Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Novel Baswedan: Dari Penyidikan hingga Penuntutan Ada yang Tak Beres

Hukum & Kriminal | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JALURINFO.COM,- Penyidik senior KPK Novel Baswedan menilai banyak kejanggalan dari jalannya sidang tuntutan dua terdakwa kasus penyerangan terhadap dirinya. Mulai dari ringannya tuntutan jaksa hingga penyertaan pertimbangan hukum yang meringankan hukuman terdakwa, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.

"Belakangan ketika saya melihat proses penyidikan berjalan, proses di penuntutan dari dakwaan dibacakan di persidangan, hingga terakhir tuntutan dibacakan JPU semakin meyakinkan diri saya bahwa ada yang tidak beres di sana," ujar Novel dalam pernyataannya, Jumat (12/6).

Novel telah berupaya untuk tak begitu memikirkan jalannya proses penanganan dari tindak penganiayaan berat yang dialaminya. Namun sejumlah kejanggalan yang terus muncul dalam persidangan, akhirnya membuat dirinya angkat suara.

Baca juga: Digugat lagi, MK Tolak Legalkan Kawin Beda Agama

"Tentunya secara pribadi saya sejak awal penyerangan saya sudah pernah mengatakan bahwa saya tidak ingin serangan terhadap saya ini mengganggu saya terhadap berjuang memberantas korupsi ke depan," ucap Novel.

Novel menilai tuntutan hukuman masing-masing 1 tahun untuk kedua terdakwa tak sebanding dengan kejahatan yang diperbuat dan dampaknya permanen. Ia merasa jaksa seakan bertindak sebagai penasihat hukum terdakwa dengan memberikan tuntutan ringan itu.

"Tuntutan yang disampaikan JPU satu tahun penjara ini tergambar sekali bahwa proses persidangan berjalan dengan aneh, banyak kejanggalan, dan lucu saya katakan," beber Novel.

Carut marutnya kondisi hukum di Indonesia itu, disebut Novel jadi tanggung jawab penuh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, berulang kali ketidakadilan di mata hukum bagi sebagian pihak menjadi bukti mengenai adanya permasalahan dalam hukum di Tanah Air.

Ia menilai jika kondisi ini tak segera diperbaiki dapat mempengaruhi pembangunan di sejumlah sektor, baik ekonomi, politik maupun sosial. Mengingat, kata Novel, kesetaraan hukum menjadi faktor penentu keberhasilan seluruh program pemerintah.




BERITA TERKAIT

Tersangka RS Batua Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

Hukum & Kriminal

Tersangka RS Batua Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

dibaca 20140 kali
VIDEO: Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau
Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau
Video: Ini Tampang Pemuda yang Aniaya Imam Masjid di Luwu hingga Tewas
Breaking News: Video Bentrok Ormas Pecah di Kawasan Kota Lama Kendari
Dugaan Korupsi Dana Bonus Pegawai 2017-2019, Kejati Sulsel “Obok-obok” Kantor PDAM Makassar
Skuad Indonesia Kelelahan Usai Hadapi Kamboja, Ini Kata Shin Tae Yong
Selamatkan Uang Negara Rp40 Miliar, Polda Sulsel Terima Penghargaan KPK
Menyerang Petugas, Bandar Narkoba di Pinrang Dihadiahi Timah Panas
Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong  Jadi Wagub Sulsel

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Novel Baswedan: Dari Penyidikan hingga Penuntutan Ada yang Tak Beres

Hukum & Kriminal | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO.COM,- Penyidik senior KPK Novel Baswedan menilai banyak kejanggalan dari jalannya sidang tuntutan dua terdakwa kasus penyerangan terhadap dirinya. Mulai dari ringannya tuntutan jaksa hingga penyertaan pertimbangan hukum yang meringankan hukuman terdakwa, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.

"Belakangan ketika saya melihat proses penyidikan berjalan, proses di penuntutan dari dakwaan dibacakan di persidangan, hingga terakhir tuntutan dibacakan JPU semakin meyakinkan diri saya bahwa ada yang tidak beres di sana," ujar Novel dalam pernyataannya, Jumat (12/6).

Novel telah berupaya untuk tak begitu memikirkan jalannya proses penanganan dari tindak penganiayaan berat yang dialaminya. Namun sejumlah kejanggalan yang terus muncul dalam persidangan, akhirnya membuat dirinya angkat suara.

Baca juga: Digugat lagi, MK Tolak Legalkan Kawin Beda Agama

"Tentunya secara pribadi saya sejak awal penyerangan saya sudah pernah mengatakan bahwa saya tidak ingin serangan terhadap saya ini mengganggu saya terhadap berjuang memberantas korupsi ke depan," ucap Novel.

Novel menilai tuntutan hukuman masing-masing 1 tahun untuk kedua terdakwa tak sebanding dengan kejahatan yang diperbuat dan dampaknya permanen. Ia merasa jaksa seakan bertindak sebagai penasihat hukum terdakwa dengan memberikan tuntutan ringan itu.

"Tuntutan yang disampaikan JPU satu tahun penjara ini tergambar sekali bahwa proses persidangan berjalan dengan aneh, banyak kejanggalan, dan lucu saya katakan," beber Novel.

Carut marutnya kondisi hukum di Indonesia itu, disebut Novel jadi tanggung jawab penuh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, berulang kali ketidakadilan di mata hukum bagi sebagian pihak menjadi bukti mengenai adanya permasalahan dalam hukum di Tanah Air.

Ia menilai jika kondisi ini tak segera diperbaiki dapat mempengaruhi pembangunan di sejumlah sektor, baik ekonomi, politik maupun sosial. Mengingat, kata Novel, kesetaraan hukum menjadi faktor penentu keberhasilan seluruh program pemerintah.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020