Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Nenek Sihir

Oleh : Dahlan Iskan

Opini | 2020-07-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
MAKASSAR, JALURINFO,- Berkat di-retweet Presiden Donald Trump, video ini ditonton lebih dari 10 juta orang. Sampai-sampai Facebook menghapusnya. Lalu si Facebook disumpahi: Facebook akan dihancurkan oleh Jesus!

Video itu berisi khotbah seorang dokter yang juga pendeta. Rupanya Trump menyukainya. Setidaknya tertarik dengan isinya. Maka presiden pun menyiarkan ulang lewat Twitter-nya.

Dokter itu memang dari kelompok konservatif pendukung berat Trump. Dia bergabung ke barisan paling kanan di kelompok kanan itu. Dia menjadi bagian dari Tea Party –bahkan di sayap yang paling kanan: Tea Party Patriots.

Nama pendeta itu: Stella Gwandiku-Ambe Immanuel. Latar belakangnya unik. Dia lahir di Kamerun, Afrika. Sekolahnyi di Bali, satu daerah di Kamerun. Sejak umur 4 tahun dia sudah bercita-cita jadi dokter. Lalu dia masuk fakultas kedokteran di University of Calabar, Nigeria.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Tahun 1992 Immanuel jadi imigran. Dia ke Amerika. Dia meneruskan pendidikan spesialis di Bronx, New York. Yakni menjadi mahasiswa PPDS di Bronx-Lebanon Medical Center.

Namanya mulai menonjol saat Immanuel pindah ke bagian selatan Amerika: ke Louisiana. Di situ Immanuel sampai punya poliklinik sendiri.

Sebagai orang berkulit hitam Immanuel menjadi sangat menonjol di kelompok konservatif –masyarakat kulit hitam biasanya lebih liberal. Dia juga bisa dijual secara politik. Yakni sebagai bukti bahwa Trump tidaklah rasialis. Terbukti salah satu pendukung beratnya adalah seorang tokoh kulit hitam.

Tapi, sebenarnya, itu bisa juga merugikan Trump. Simaklah isi khotbah-khotbahnyi. Yang sayangnya kini sudah dicabut dari Facebook. Bahkan juga sudah dihapus dari YouTube. Tapi masih banyak yang sudah di-copy. Dan tetap beredar.

Atau justru bisa menguntungkan Trump? Kalau tidak, mengapa Trump sendiri menyiarkan ulang lewat Twitter-nya? Yang diikuti lebih dari 70 juta orang? Setidaknya Immanuel kini ikut menambah popularitas Kota Houston –dari sisi kontroversialnya. Setelah pekan lalu nama Houston dikaitkan dengan berita penutupan konsulat Tiongkok di situ –yang dibalas dengan penutupan konsulat Amerika di Kota Chengdu, Tiongkok.

Immanuel sekarang memang tinggal di Houston. Dia juga punya medical center di Houston: Rehoboth Medical Center. Sangat terkenal. Tapi lebih terkenal lagi khotbah-khotbahnyi.

“Jangan pakai masker,” katanyi dalam salah satu khotbahnyi. “Tidak ada gunanya.”




BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Nenek Sihir

Oleh : Dahlan Iskan

Opini | 2020-07-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Berkat di-retweet Presiden Donald Trump, video ini ditonton lebih dari 10 juta orang. Sampai-sampai Facebook menghapusnya. Lalu si Facebook disumpahi: Facebook akan dihancurkan oleh Jesus!

Video itu berisi khotbah seorang dokter yang juga pendeta. Rupanya Trump menyukainya. Setidaknya tertarik dengan isinya. Maka presiden pun menyiarkan ulang lewat Twitter-nya.

Dokter itu memang dari kelompok konservatif pendukung berat Trump. Dia bergabung ke barisan paling kanan di kelompok kanan itu. Dia menjadi bagian dari Tea Party –bahkan di sayap yang paling kanan: Tea Party Patriots.

Nama pendeta itu: Stella Gwandiku-Ambe Immanuel. Latar belakangnya unik. Dia lahir di Kamerun, Afrika. Sekolahnyi di Bali, satu daerah di Kamerun. Sejak umur 4 tahun dia sudah bercita-cita jadi dokter. Lalu dia masuk fakultas kedokteran di University of Calabar, Nigeria.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Tahun 1992 Immanuel jadi imigran. Dia ke Amerika. Dia meneruskan pendidikan spesialis di Bronx, New York. Yakni menjadi mahasiswa PPDS di Bronx-Lebanon Medical Center.

Namanya mulai menonjol saat Immanuel pindah ke bagian selatan Amerika: ke Louisiana. Di situ Immanuel sampai punya poliklinik sendiri.

Sebagai orang berkulit hitam Immanuel menjadi sangat menonjol di kelompok konservatif –masyarakat kulit hitam biasanya lebih liberal. Dia juga bisa dijual secara politik. Yakni sebagai bukti bahwa Trump tidaklah rasialis. Terbukti salah satu pendukung beratnya adalah seorang tokoh kulit hitam.

Tapi, sebenarnya, itu bisa juga merugikan Trump. Simaklah isi khotbah-khotbahnyi. Yang sayangnya kini sudah dicabut dari Facebook. Bahkan juga sudah dihapus dari YouTube. Tapi masih banyak yang sudah di-copy. Dan tetap beredar.

Atau justru bisa menguntungkan Trump? Kalau tidak, mengapa Trump sendiri menyiarkan ulang lewat Twitter-nya? Yang diikuti lebih dari 70 juta orang? Setidaknya Immanuel kini ikut menambah popularitas Kota Houston –dari sisi kontroversialnya. Setelah pekan lalu nama Houston dikaitkan dengan berita penutupan konsulat Tiongkok di situ –yang dibalas dengan penutupan konsulat Amerika di Kota Chengdu, Tiongkok.

Immanuel sekarang memang tinggal di Houston. Dia juga punya medical center di Houston: Rehoboth Medical Center. Sangat terkenal. Tapi lebih terkenal lagi khotbah-khotbahnyi.

“Jangan pakai masker,” katanyi dalam salah satu khotbahnyi. “Tidak ada gunanya.”

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020