Modernisasi Alat Utama Sistem Pertahanan, Indonesia Berencana Membeli Pesawat Tempur Canggih

Teknologi | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Helikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS
JAKARTA, JALURINFO,- Indonesia bakal kembali membeli sejumlah pesawat buatan luar negeri. Selain untuk merespons situasi global, pembelian pesawat itu sebagai bentuk modernisasi alat utama sistem pertahanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sejumlah jenis pesawat yang akan dibeli, mulai dari pesawat jet tempur hingga pesawat pengangkut personel.

1. MV-22 Block C Osprey Indonesia diketahui berencana membeli delapan unit pesawat MV-22 Block C Osprey buatan Amerika Serikat. Pesawat itu merupakan hasil pengembangan Boeing dengan Bell Helicopter.

Berbeda dengan pesawat pada umumnya, MV-22 Block C Osprey mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter karena menggunakan teknologi tilrotor. Selain itu, pesawat tersebut memiliki kemampuan short takeoff and landing (STOL).

Pesawat mampu mengangkut 24 orang dengan kecepatan dua kali lebih cepat dan lima kali lebih jauh dari helikopter biasa.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

2. Sukhoi Su-35 Pemerintah Rusia sempat mengabarkan Indonesia mendapat ancaman dari AS karena berencana membeli 11 pesawat jet tempur Sukhoi Su-35. Namun, Rusia mengklaim hal itu tidak akan menghalangi rencana pembelian.

Su-35 atau yang dikenal dengan sebutan Flanker E adalah pesawat tempur yang mampu terbang dengan kecepatan maksimum 2.390 km / jam atau Mach 2,25 berkat dukungan mesin 2 × Saturn AL-41F1S after burning turbofan.

Pesawat itu juga dilengkapi dengan sejumlah persenjataan canggih, misalnya rudal udara ke udara, udara ke darat, dan anti kapal. Pesawat itu juga dipersenjatai dengan serangkaian bom berpemandu dan roket.

Senapan Gryazev-Shipunov 30mm GSh-30-1 dipasang di root sayap kanan dengan 150 butir amunisi.




BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Modernisasi Alat Utama Sistem Pertahanan, Indonesia Berencana Membeli Pesawat Tempur Canggih

Teknologi | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Helikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Indonesia bakal kembali membeli sejumlah pesawat buatan luar negeri. Selain untuk merespons situasi global, pembelian pesawat itu sebagai bentuk modernisasi alat utama sistem pertahanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sejumlah jenis pesawat yang akan dibeli, mulai dari pesawat jet tempur hingga pesawat pengangkut personel.

1. MV-22 Block C Osprey Indonesia diketahui berencana membeli delapan unit pesawat MV-22 Block C Osprey buatan Amerika Serikat. Pesawat itu merupakan hasil pengembangan Boeing dengan Bell Helicopter.

Berbeda dengan pesawat pada umumnya, MV-22 Block C Osprey mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter karena menggunakan teknologi tilrotor. Selain itu, pesawat tersebut memiliki kemampuan short takeoff and landing (STOL).

Pesawat mampu mengangkut 24 orang dengan kecepatan dua kali lebih cepat dan lima kali lebih jauh dari helikopter biasa.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

2. Sukhoi Su-35 Pemerintah Rusia sempat mengabarkan Indonesia mendapat ancaman dari AS karena berencana membeli 11 pesawat jet tempur Sukhoi Su-35. Namun, Rusia mengklaim hal itu tidak akan menghalangi rencana pembelian.

Su-35 atau yang dikenal dengan sebutan Flanker E adalah pesawat tempur yang mampu terbang dengan kecepatan maksimum 2.390 km / jam atau Mach 2,25 berkat dukungan mesin 2 × Saturn AL-41F1S after burning turbofan.

Pesawat itu juga dilengkapi dengan sejumlah persenjataan canggih, misalnya rudal udara ke udara, udara ke darat, dan anti kapal. Pesawat itu juga dipersenjatai dengan serangkaian bom berpemandu dan roket.

Senapan Gryazev-Shipunov 30mm GSh-30-1 dipasang di root sayap kanan dengan 150 butir amunisi.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020