Mengenal Karakter Covid-19 Varian Delta, Jenis Paling Ganas?

Internasional | 2021-06-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JALURINFO,- Covid-19 varian Delta sedang menjadi buah bibir di dunia, seiring dengan lonjakan kasus baru belakangan ini. Begitu banyak informasi yang beredar mengenai varian ini yang menggambarkan karakter dan keganasannya. Tapi apakah semuanya benar?

Berikut ini keterangan yang dihimpun dari laman gavi.org yang menghimpun data WHO dan publikasi sejumlah studi yang juga sudah pernah ditulis di kanal ini dari sumber jurnal maupun laman new scientist. Ada lima hal yang sudah diketahui dan beberapa lainnya masih belum jelas tentang karakter dari varian Delta ini.

1. Menyebar cepat ke seluruh dunia

Covid-19 varian Delta pertama kali dideteksi di India pada akhir 2020, di mana dia diduga berada di balik tsunami gelombang kedua wabah Covid-19 di negara itu. Per 14 Juni, menurut data WHO, varian ini telah ditemukan di 74 negara.

Kantor perwakilan WHO di Eropa telah memperingatkan negara-negara di benua itu yang sedang bersiap mencabut pembatasan sosial, mengizinkan kerumunan, dan membuka pintu-pintu perbatasannya akan ancaman varian ini.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

2. Lebih mudah menular

Satu kawasan yang sudah `dikuasai` varian Delta adalah Inggris Raya. Sejak kasus pertamanya terdeteksi pada Februari, Covid-19 varian Delta telah dengan cepat menggeser dominasi varian Alpha yang pertama dideteksi menyebar dari dalam negeri itu.

Varian alpha sebenarnya sudah lebih menular, 49-90 persen lebih tinggi, daripada varian SARS-CoV-2 di awal pandemi. Tapi varian Delta terukur 40 persen lebih menular daripada Alpha, dan kini telah mendominasi hingga 91 persen kasus baru di Inggris Raya. Sebagian peneliti bahkan mengkalkulasi kemampuannya menginfeksi lebih garang lagi, 30-100 persen lebih tinggi daripada Alpha.

Para peneliti sedang menyelidiki faktor di balik penguatan daya tular itu. Yang sudah diketahui saat ini adalah adanya perubahan kecil dalam protein paku virus varian ini yang meningkatkan kemampuannya mengikat reseptor ACE2 pada sel yang hendak diinfeksi. Studi lain, tapi belum mendapat peer review, menduga adanya mutasi terpisah dalam varian ini yang memudahkannya melewati sistem imun tubuh yang diinfeksinya.




BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 16896 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Mengenal Karakter Covid-19 Varian Delta, Jenis Paling Ganas?

Internasional | 2021-06-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Covid-19 varian Delta sedang menjadi buah bibir di dunia, seiring dengan lonjakan kasus baru belakangan ini. Begitu banyak informasi yang beredar mengenai varian ini yang menggambarkan karakter dan keganasannya. Tapi apakah semuanya benar?

Berikut ini keterangan yang dihimpun dari laman gavi.org yang menghimpun data WHO dan publikasi sejumlah studi yang juga sudah pernah ditulis di kanal ini dari sumber jurnal maupun laman new scientist. Ada lima hal yang sudah diketahui dan beberapa lainnya masih belum jelas tentang karakter dari varian Delta ini.

1. Menyebar cepat ke seluruh dunia

Covid-19 varian Delta pertama kali dideteksi di India pada akhir 2020, di mana dia diduga berada di balik tsunami gelombang kedua wabah Covid-19 di negara itu. Per 14 Juni, menurut data WHO, varian ini telah ditemukan di 74 negara.

Kantor perwakilan WHO di Eropa telah memperingatkan negara-negara di benua itu yang sedang bersiap mencabut pembatasan sosial, mengizinkan kerumunan, dan membuka pintu-pintu perbatasannya akan ancaman varian ini.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

2. Lebih mudah menular

Satu kawasan yang sudah `dikuasai` varian Delta adalah Inggris Raya. Sejak kasus pertamanya terdeteksi pada Februari, Covid-19 varian Delta telah dengan cepat menggeser dominasi varian Alpha yang pertama dideteksi menyebar dari dalam negeri itu.

Varian alpha sebenarnya sudah lebih menular, 49-90 persen lebih tinggi, daripada varian SARS-CoV-2 di awal pandemi. Tapi varian Delta terukur 40 persen lebih menular daripada Alpha, dan kini telah mendominasi hingga 91 persen kasus baru di Inggris Raya. Sebagian peneliti bahkan mengkalkulasi kemampuannya menginfeksi lebih garang lagi, 30-100 persen lebih tinggi daripada Alpha.

Para peneliti sedang menyelidiki faktor di balik penguatan daya tular itu. Yang sudah diketahui saat ini adalah adanya perubahan kecil dalam protein paku virus varian ini yang meningkatkan kemampuannya mengikat reseptor ACE2 pada sel yang hendak diinfeksi. Studi lain, tapi belum mendapat peer review, menduga adanya mutasi terpisah dalam varian ini yang memudahkannya melewati sistem imun tubuh yang diinfeksinya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020