Makassar Berduka, Akibat Covid-19 Tiga Dokter Wafat dalam Sepekan Terakhir

Berita Sul-Sel | 2020-12-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
MAKASSAR, JALURINFO,- Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar kembali berduka. Tiga dokter wafat dalam sepekan terakhir. Mereka adalah dr Leonard Hasudungan (NPA IDI 91673), dr Robert Vincentius Philips ( NPA IDI 19368), dan dr Nasriyadi Nasir (NPA IDI 153732).

Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar yang gugur sebagai pahlawan kemanusian covid-19. Hingga saat ini, tercatat sudah sembilan dokter terbaik yang merupakan anggota IDI Kota Makassar yang berpulang akibat penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab,Sp.KK (K), berharap bahwa dengan kehilangan rekan sejawatnya itu semoga bisa menyadarkan masyarakat Makassar untuk tidak menganggap remeh pandemi covid-19. Apalagi saat ini tingkat penyebarannya lebih massif.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar masyarakat tidak kendor menjaga diri dan keluarga dari virus tersebut.

“Tetap waspada serta disiplin memakai masker, jaga jarak, serta cuci tangan. Sebab Makassar kini masuk zona merah. Karena itu kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu diketatkan kembali,” ungkap lelaki yang akrab disapa dokter Anto itu.

Dia melanjutkan, saat ini, tingkat penularan kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah. Penularannya cukup tinggi,” terang dr Anto.

Ia menjelaskan, tingginya angka penularan covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3 persen.

Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Saat ini jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000. Penularan covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru. ”Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti,” pungkasnya




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Makassar Berduka, Akibat Covid-19 Tiga Dokter Wafat dalam Sepekan Terakhir

Berita Sul-Sel | 2020-12-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar kembali berduka. Tiga dokter wafat dalam sepekan terakhir. Mereka adalah dr Leonard Hasudungan (NPA IDI 91673), dr Robert Vincentius Philips ( NPA IDI 19368), dan dr Nasriyadi Nasir (NPA IDI 153732).

Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar yang gugur sebagai pahlawan kemanusian covid-19. Hingga saat ini, tercatat sudah sembilan dokter terbaik yang merupakan anggota IDI Kota Makassar yang berpulang akibat penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab,Sp.KK (K), berharap bahwa dengan kehilangan rekan sejawatnya itu semoga bisa menyadarkan masyarakat Makassar untuk tidak menganggap remeh pandemi covid-19. Apalagi saat ini tingkat penyebarannya lebih massif.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar masyarakat tidak kendor menjaga diri dan keluarga dari virus tersebut.

“Tetap waspada serta disiplin memakai masker, jaga jarak, serta cuci tangan. Sebab Makassar kini masuk zona merah. Karena itu kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu diketatkan kembali,” ungkap lelaki yang akrab disapa dokter Anto itu.

Dia melanjutkan, saat ini, tingkat penularan kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah. Penularannya cukup tinggi,” terang dr Anto.

Ia menjelaskan, tingginya angka penularan covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3 persen.

Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Saat ini jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000. Penularan covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru. ”Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti,” pungkasnya

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020