POLITIK & PILKADA

HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid

NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

Beberapa Figur yang Diincar Partai Hanura Sulsel untuk Gantikan Posisi Andi Ilhamsyah Mattalatta

Perlawanan Kubu Moeldoko vs AHY di PTUN dan MA

Struktur Kepengurusan DPD II Partai Golkar Didominasi oleh Milenial

OLAHRAGA

  1. Usai Jalani Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023, Peringkat Indonesia Melejit

  2. Duel Lini Tengah di Laga Borneo Fc vs PSM Makassar Libatkan Bustos dan Pluim

  3. Ronaldo Bawa MU ke Puncak

  4. Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Penantian 19 Tahun Berakhir

  5. Kontingen Sulsel Gagal Capai Target di PON XX Papua

  6. JK Angkat Bicara Terkait Penyebaran Corona di PON XX Papua

  7. Piala Asia 2023 : 4 Pemain Taiwan Dicoret Usai Kedapatan Mabuk-mabukan, Shin Tae-yong Bilang Begini

SELEBRITI

Sepakat Bercerai, Fakta Rumah Tangga Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Terungkap

Pasca Operasi, Kondisi Tukul Arwana Kian Membaik

Tukul Arwana Sudah Tak Sadarkan Diri Sebelum Dilarikan ke RS

Meski Gugat Cerai Suami, Dhena Devanka Akui Masih Sayang Jonathan Frizzy

Aurel Hamil Lagi, Ini Alasan Atta Halilintar Tutupi Kehamilan Istrinya?

HUKUM & KRIMINAL

  1. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi Beberkan Kalau Diarahkan untuk Menangkan Kontraktor Tertentu

  2. Terkiait Pembelian Lahan di Pucak Maros, Berikut Fakta yang Terungkap Dipersidangan Kasus NA

  3. Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

  4. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

  5. Kasus Korupsi yang Membuat Bupati Kolaka Timur Terjerat KPK

Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

Hukum & Kriminal | 2021-09-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang terdakwa pemberi suap Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Kamis (23/9).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah pengusaha atas nama Yusuf Tyos dan istrinya Meikewati Bunadi, Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel Idham Kadir, Sekretaris Bappelitbangda Pemprov Sulsel Junaedi, dan kontraktor atas nama Ferry Tanriady.

Baca juga: Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi Beberkan Kalau Diarahkan untuk Menangkan Kontraktor Tertentu

JPU KPK, Siswandono mengatakan, Sekretaris Balitbangda Sulsel, Junaedi dihadirkan untuk menggali soal adanya permintaan proyek dari tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel.

“Di dalam BAP dia bilang bukan rahasia umum bahwa tim sukses bisa meminta pekerjaan proyek ke gubernur. Inilah yang kita kejar dalam persidangan tadi,” kata JPU KPK.

Menjawab pertanyaan jaksa, Junaedi mengaku pernah didatangi oleh seseorang bernama Anto yang mengaku sebagai tim sukses Nurdin Abdullah saat Pilgub Sulsel.

“Saat itu saya kunjungan daerah ke Palopo sekitar tahun 2019. Dia (Anto) langsung perkenalkan diri dan mengatakan saya ini tim sukses di Pilgub,” kata Junaedi dalam persidangan.

Dalam keterangannya, Junaedi mengaku banyak tim sukses Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel yang datang minta proyek. Itu bukan rahasia lagi. Namun pernyataan Junaedi ditarik kembali dan mengatakan bahwa itu hanya pemahamannya sendiri.

“Kalau itu pernyataan saya sendiri,” ucapnya.

Junaedi bahkan mengaku, Karaeng Mega yang juga adik kandung Nurdin Abdullah pun meminta proyek melalui Syamsul Bahri.

“Ada tim sukses lain juga minta proyek, sehingga Syamsul Bahri meminta melalui dana parsial,” beber Junaedi.




BERITA TERKAIT

Kasus Korupsi yang Membuat Bupati Kolaka Timur Terjerat KPK
Uang Nasabah Raib Hingga Rp110 M, BNI Sebut Pelaku Berebuat Sendiri
Kejaksaan Agung Tetapkan Alex Noerdin sebagai Tersangka
Cara Oknum Pegawai BNI Tipu Dana Nasabah Hingga Rp61,5 Miliar
LK2P Soroti Proyek RSI Takalar Rp13,6 Miliar

Hukum & Kriminal

LK2P Soroti Proyek RSI Takalar Rp13,6 Miliar

dibaca 9455 kali
Rossi Ungkap 3 Pembalap yang paling Sulit Dikalahkan

Hukum & Kriminal

Rossi Ungkap 3 Pembalap yang paling Sulit Dikalahkan

dibaca 12176 kali
Polrestabes Makassar Berhasil Ungkap Kasus Penculikan Sopir Transportasi Daring
Juliari Batubara Divonis lebi Ringan, Cacian Publik Salah Satu Alasannya
Ironi KPK: Akan Pecat 56 Pegawai, Lalu Mengeluh SDM Berkurang
Penyelenggara Tarung Bebas di Makassar masih Misterius

Hukum & Kriminal

Penyelenggara Tarung Bebas di Makassar masih Misterius

dibaca 50772 kali

TERPOPULER

  1. Sketsa-sketsa

    PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021
    Catatan : Syamsu Nur

  2. Tim Verifikasi Faktual Dewan Pers Adakan Kunjungan ke Kantor Redaksi jalurinfo.com

  3. Prof Farida: Penyelenggara Pemilu Harus Miliki Integritas, Kapabilitas dan Profesional

  4. Didukung 16 DPC Maju Sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel, IAS Belum Pasti dapat Restu dari DPP

  5. Bandara King Abdullah Diserang Drone, 10 Orang Jadi Korban

  6. Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 : Patut Waspada, Taiwan Percaya Diri Tumbangkan Indonesia di Leg Kedua

  7. 3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini

  8. Duduki Puncak Survei Pilpres 2024, PAN Lirik 4 Tokoh Ini

  9. Pesawat Rusia Jatuh dan Tewaskan 16 Orang, Ini Penyebabnya

  10. JK Angkat Bicara Terkait Penyebaran Corona di PON XX Papua

RELIGI

Kartunis Swedia yang Menggambar Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan

40 Kata Mutiara Islami dari Hadis Nabi dan Nasihat Ulama

Empat Sahabat Rasul yang Bertugas Menulis Wahyu

Ini Ketentuan Masa Iddah Bagi Muslimah

Alasan Mengapa Dianjurkan Menghindari Debat Menurut Imam Gazhali

EKONOMI

  1. Simak harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 21 Oktober 2021

  2. Catat! Pekerja Bergaji Rp4,5 Juta Bebas Pajak

  3. Bitcoin Naik 35 Persen Dalam Sepekan, Pengusaha: Level Tertinggi Tiba Pada Oktober

  4. RUU HPP: Makin Kaya, Pajak Makin Mahal, Berikut Rinciannya

  5. RUU Pajak, Yang Berpenghasilan Lebih dari Rp 5 M Kena Pajak 35 Persen

  6. Pemerintah Patok Target Pendapatan Negara Rp 1.846,1 Triliun pada 2022

  7. BRI Catatkan Saham Baru Rp 96 Triliun

  8. Ini Ciri-ciri Saham yang Bagus Untuk Investasi

  9. Harga emas Antam hari ini (27/9) tetap, tekor 20% pembeli setahun lalu

  10. Permintaan Baterai Kendaraan Listrik Meningkat, Investor China Bangun Pabrik Lithium di Sulawesi

  11. Menteri Investasi: Investasi di Daerah Tak Bisa Lagi Pakai Pola Lama

  12. Tak Laporkan Harta Kekayaan, PNS Bisa Turun Jabatan Hingga Dipecat

Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

Hukum & Kriminal | 2021-09-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang terdakwa pemberi suap Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto
Choose Language!
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Kamis (23/9).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah pengusaha atas nama Yusuf Tyos dan istrinya Meikewati Bunadi, Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel Idham Kadir, Sekretaris Bappelitbangda Pemprov Sulsel Junaedi, dan kontraktor atas nama Ferry Tanriady.

Baca juga: Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi Beberkan Kalau Diarahkan untuk Menangkan Kontraktor Tertentu

JPU KPK, Siswandono mengatakan, Sekretaris Balitbangda Sulsel, Junaedi dihadirkan untuk menggali soal adanya permintaan proyek dari tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel.

“Di dalam BAP dia bilang bukan rahasia umum bahwa tim sukses bisa meminta pekerjaan proyek ke gubernur. Inilah yang kita kejar dalam persidangan tadi,” kata JPU KPK.

Menjawab pertanyaan jaksa, Junaedi mengaku pernah didatangi oleh seseorang bernama Anto yang mengaku sebagai tim sukses Nurdin Abdullah saat Pilgub Sulsel.

“Saat itu saya kunjungan daerah ke Palopo sekitar tahun 2019. Dia (Anto) langsung perkenalkan diri dan mengatakan saya ini tim sukses di Pilgub,” kata Junaedi dalam persidangan.

Dalam keterangannya, Junaedi mengaku banyak tim sukses Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel yang datang minta proyek. Itu bukan rahasia lagi. Namun pernyataan Junaedi ditarik kembali dan mengatakan bahwa itu hanya pemahamannya sendiri.

“Kalau itu pernyataan saya sendiri,” ucapnya.

Junaedi bahkan mengaku, Karaeng Mega yang juga adik kandung Nurdin Abdullah pun meminta proyek melalui Syamsul Bahri.

“Ada tim sukses lain juga minta proyek, sehingga Syamsul Bahri meminta melalui dana parsial,” beber Junaedi.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020