POLITIK & PILKADA

Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M

Tak Ingin Kehilangan Waktu, IAS Gemakan “AHY Presiden, IAS Gubernur”

Di Ultahnya, Gubernur Ganjar Pakai Songkok Bone dan Lipa Sabbe -Ganjar: Saya dengan Pak Amran Sudah Berteman Sejak Lama

Elektabilitas Airlangga masih Rendah, Golkar Tetap Optimistis Usung Jadi Capres

HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid

OLAHRAGA

  1. Hadapi Persela, PSM Tidak Diperkuat Sejumlah Pemain Pilar

  2. BWF World Tour Finals 2021 : Greysia/Apriyani Buka Peluang ke Semi Final Usai Menang Atas Thailand

  3. Ini alasan Carrick Cadangkan Ronaldo di Laga Krusial Lawan Chelsea

  4. Pembalasan Sempurna, Markus/Kevin Juara Indonesia Open Usai Tundukkan Pasangan Jepang

  5. PSM Siap Hadapi Persipura, Batola Tidak Mau Anggap Enteng Lawan

  6. Segini Harga Tiket Nonton Balap WSBK, Paling Mahal Rp 19,5 Juta Bisa Dapat Fasilitas Ini

  7. Usai Bermain Imbang dengan Benfica, Barcelona Diragukan Lolos ke Fase Knockout

SELEBRITI

Ini Unggahan Vanessa Sebelum Kecelakaan, Isyarat Sebelum Meninggal?

Kecelakaan di Tol Nganjuk, Vanessa Angel dan Suami Meninggal

Bakal Dilaporkan Gegara Bacaan Salat, Nikita Mirzani Merespons Begini

Sepakat Bercerai, Fakta Rumah Tangga Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Terungkap

Pasca Operasi, Kondisi Tukul Arwana Kian Membaik

HUKUM & KRIMINAL

  1. Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong Jadi Wagub Sulsel

  2. Hakim Jatuhkan Vonis Nurdin Abdullah, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

  3. Sebut Vonis Hakim Tak Sesuai Pledoi, Pengacara Minta Edy Rahmat Dibebaskan

  4. Hoaks, "SM" Tuding Kades Pabentengang Korupsi DD

  5. Selain Tuntutan 6 Tahun Penjara, JPU KPK Juga Minta Hak Politik NA Dicabut

Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi Beberkan Kalau Diarahkan untuk Menangkan Kontraktor Tertentu

Hukum & Kriminal | 2021-10-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang Lanjutan Kasus Gratifikasi Nurdin Abdullah di PN Makassar, Kamis (7/10)
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sidang lanjutan kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan beberapa orang saksi diantaranya, Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Sari Pudjiastuti di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Makassar, Kamis (7/10).

Sari Pudjiastuti membeberkan, terdakwa NA mengarahkan saksi agar menemui dua kontraktor, mereka adalah H. Momo dan H. Indah pemilik perusahaan Makassar Indah untuk meminta dana operasional senilai Rp2 miliar.

Baca juga: Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong Jadi Wagub Sulsel

“Suatu waktu, saya ke rumah jabatan (rujab) dan beliau (NA) mengatakan ia butuh dana operasional sebesar Rp2 Miliar. Lalu saya bertanya kemana saya harus mengupayakan dana tersebut, NA menjawab coba minta tolong dengan H. Momo dan Makassar Indah,” ungkap Sari.

Selanjutnya, Sari berusaha memenuhi permintaan tersebut dengan menghubungi H. Momo dan menyampaikan bahwa ada permintaan dari NA untuk dana operasional senilai Rp1 miliar.

H. Momo siap memenuhi permintaan NA. Namun, berhubung H. Momo ingin berangkat ke Kalimantan, maka ia serahkan ke pak Boy terkait dana tersebut.

“Beberapa hari kemudian, sudah ada konfirmasi dari pak Boy bahwa dana yang diminta sudah siap.

Pak Boy masukkan uang itu ke dalam kardus, kemudian saya simpan uang tersebut di rumah keponakan saya di perumahan Anging Mammiri dan memindahkannya dalam koper kuning,” papar Sari.




BERITA TERKAIT

Hoaks,

Hukum & Kriminal

Hoaks, "SM" Tuding Kades Pabentengang Korupsi DD

dibaca 4929 kali
Selain Tuntutan 6 Tahun Penjara, JPU KPK Juga Minta Hak Politik NA Dicabut
NA Mengakui Terima Uang dari Terpidana Agung Sucipto

Hukum & Kriminal

NA Mengakui Terima Uang dari Terpidana Agung Sucipto

dibaca 6364 kali
Reskrimsus Polda Sulsel Periksa Oknum Kades Laiya, Kab. Maros, Terkait Dugaan Pengelolaan Tambang Ilegal
Pria Ini, Mengamuk Pecahkan Kaca Jendela Ponpes Tahfis Alquran
Terkiait Pembelian Lahan di Pucak Maros, Berikut Fakta yang Terungkap Dipersidangan Kasus NA
Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

Hukum & Kriminal

Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

dibaca 8770 kali
Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek
Kasus Korupsi yang Membuat Bupati Kolaka Timur Terjerat KPK
Uang Nasabah Raib Hingga Rp110 M, BNI Sebut Pelaku Berebuat Sendiri

TERPOPULER

  1. Hakim Jatuhkan Vonis Nurdin Abdullah, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

  2. Kenali Perbedaan Gejala Covid19 Varian Omicron dan Delta

  3. Alami Kecelakaan Parah di Sirkuit Meikarta, Begini Kondisi Bamsoet

  4. Hoaks, "SM" Tuding Kades Pabentengang Korupsi DD

  5. Segini Harga Tiket Nonton Balap WSBK, Paling Mahal Rp 19,5 Juta Bisa Dapat Fasilitas Ini

  6. Usai Bermain Imbang dengan Benfica, Barcelona Diragukan Lolos ke Fase Knockout

  7. Upaya Binda Sulsel Capai Target Vaksinasi 70 Persen Hingga Akhir Tahun

  8. Ngeri..! Senjata Hipersonik China Mampu Kelilingi Dunia, Amerika Mulai Panik?

  9. Prancis Siap Jual 36 Pesawat Tempur Rafale ke Indonesia

  10. Gelombang Ketiga Corona Timbulkan Kekuatiran Bagi Para Ahli, Pandu Riono Bilang Begini

RELIGI

Ditanya soal Berapa Bayaran Berdakwah, Ini Jawaban UAS

Peringatan Maulid, Bupati Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Nabi Muhammad

Update Ibadah Umrah, Pemerintah Upayakan Tarif Ditekan

KB Islamiah Damai Peringati Nabi Muhammad SAW

Amran Mahmud Tutup Secara Resmi MTQ Tingkat Kabupaten Wajo

EKONOMI

  1. Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

  2. Pemprov Sulsel Sosialisasi Pembebasan Lahan Tol MNP

  3. Syarat Naik Pesawat Wajib PCR Dianggap Beratkan Warga

  4. Penumpang Pesawat Wajib PCR, Indef: Ancaman Kebangkrutan Garuda Semakin Besar

  5. Simak harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 21 Oktober 2021

  6. Catat! Pekerja Bergaji Rp4,5 Juta Bebas Pajak

  7. Bitcoin Naik 35 Persen Dalam Sepekan, Pengusaha: Level Tertinggi Tiba Pada Oktober

  8. RUU HPP: Makin Kaya, Pajak Makin Mahal, Berikut Rinciannya

  9. RUU Pajak, Yang Berpenghasilan Lebih dari Rp 5 M Kena Pajak 35 Persen

  10. Pemerintah Patok Target Pendapatan Negara Rp 1.846,1 Triliun pada 2022

  11. BRI Catatkan Saham Baru Rp 96 Triliun

  12. Ini Ciri-ciri Saham yang Bagus Untuk Investasi

Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi Beberkan Kalau Diarahkan untuk Menangkan Kontraktor Tertentu

Hukum & Kriminal | 2021-10-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang Lanjutan Kasus Gratifikasi Nurdin Abdullah di PN Makassar, Kamis (7/10)
Choose Language!
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sidang lanjutan kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan beberapa orang saksi diantaranya, Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Sari Pudjiastuti di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Makassar, Kamis (7/10).

Sari Pudjiastuti membeberkan, terdakwa NA mengarahkan saksi agar menemui dua kontraktor, mereka adalah H. Momo dan H. Indah pemilik perusahaan Makassar Indah untuk meminta dana operasional senilai Rp2 miliar.

Baca juga: Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong Jadi Wagub Sulsel

“Suatu waktu, saya ke rumah jabatan (rujab) dan beliau (NA) mengatakan ia butuh dana operasional sebesar Rp2 Miliar. Lalu saya bertanya kemana saya harus mengupayakan dana tersebut, NA menjawab coba minta tolong dengan H. Momo dan Makassar Indah,” ungkap Sari.

Selanjutnya, Sari berusaha memenuhi permintaan tersebut dengan menghubungi H. Momo dan menyampaikan bahwa ada permintaan dari NA untuk dana operasional senilai Rp1 miliar.

H. Momo siap memenuhi permintaan NA. Namun, berhubung H. Momo ingin berangkat ke Kalimantan, maka ia serahkan ke pak Boy terkait dana tersebut.

“Beberapa hari kemudian, sudah ada konfirmasi dari pak Boy bahwa dana yang diminta sudah siap.

Pak Boy masukkan uang itu ke dalam kardus, kemudian saya simpan uang tersebut di rumah keponakan saya di perumahan Anging Mammiri dan memindahkannya dalam koper kuning,” papar Sari.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020