Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Kunci Melawan Corona, JK: Kecepatan Bertindak dan Test Massal

Tokoh | 2020-06-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla
MAKASSAR, JALURINFO.COM,- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kecepatan dalam bertindak dan test massal adalah kunci untuk menang melawan korona.

Menurutnya, banyak negara yang gagal dalam menghadapi korona karena terlalu memandang enteng wabah mematikan tersebut, sehingga terlambat dalam mengambil tindakan.

Selain itu test massal penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penularannya dan daerah mana yang menjadi episentrum penularan wabah.

Hal tersebut ditegaskan JK saat bertemu dengan para Ketua PMI se-Sulawesi Selatan di Wisma Kalla, Makassar, Kamis 18 Juni 2020, pagi tadi.

Baca juga: Syekh Yusuf Menjadi Role Model bagi Nelson Mandela Melawan Apartheid

“ Untuk melawan korona ini selalu berhubungan antara kecepatan dalam bertindak dan tes.

Kecepatan itu kita bisa memperlambat penularan dan tes itu untuk kita tau berapa banyak, siapa, di mana dan dengan siapa dia telah berhubungan.

Virus ini tidak mengenal negara maju atau pun negara miskin, bahkan negara maju yang paling banyak kena akibat memandang enteng, lalu lambat dalam bertindak” ujar JK, dalam pertemuan yang dipandu langsung oleh Ketua PMI Sulsel, A Adnan Purichta Ichsan.

Lebih jauh, kata JK, virus korona sangat cepat penularannya. Ia pun memberi contoh Indonesia yang dalam waktu 3 bulan sejak pertama kali dideteksi, penambahan jumlah penderita Indonesia bertambah 1000 setiap harinya dan akan bisa bertambah banyak apabila tidak ada tindakan yang lebih konkrit.




BERITA TERKAIT

Hubungan dengan Pemerintah Makin Buruk, Nama Jack Ma Dicoret dari Daftar Pengusaha China
Akhiri Konflik Afghanistan-Taliban, JK Bersedia Jadi Mediator Perundingan
Profil 3 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Ini 4 Bos Teknologi Super Tajir di Dunia

Tokoh

Ini 4 Bos Teknologi Super Tajir di Dunia

dibaca 795716 kali
Jakob Oetama, Tokoh Pers Terkemuka sekaligus Wartawan Kawakan Meninggal Dunia
Luhut Binsar Pandjaitan: Kalau lockdown, sudah bubar kita sekarang
Menilik Kehidupan Singkat Sang Calon Walikota asal MU, Dr. Syamsu Rizal
Membedah Pikiran Dr HM Amir Uskara, M.Kes.  Tentang Membangun Desa,Pengelolaan Dana Desa di Sulawesi Selatan, Solusi dan  Pemecahannya
ARB Birokrat Inovatif, Berbisnis Sejak Mahasiswa
Ikuti Imbauan Presiden RI, Danny Pomanto Salat Id Bersama Keluarga di Rumah

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kunci Melawan Corona, JK: Kecepatan Bertindak dan Test Massal

Tokoh | 2020-06-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM,- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kecepatan dalam bertindak dan test massal adalah kunci untuk menang melawan korona.

Menurutnya, banyak negara yang gagal dalam menghadapi korona karena terlalu memandang enteng wabah mematikan tersebut, sehingga terlambat dalam mengambil tindakan.

Selain itu test massal penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penularannya dan daerah mana yang menjadi episentrum penularan wabah.

Hal tersebut ditegaskan JK saat bertemu dengan para Ketua PMI se-Sulawesi Selatan di Wisma Kalla, Makassar, Kamis 18 Juni 2020, pagi tadi.

Baca juga: Syekh Yusuf Menjadi Role Model bagi Nelson Mandela Melawan Apartheid

“ Untuk melawan korona ini selalu berhubungan antara kecepatan dalam bertindak dan tes.

Kecepatan itu kita bisa memperlambat penularan dan tes itu untuk kita tau berapa banyak, siapa, di mana dan dengan siapa dia telah berhubungan.

Virus ini tidak mengenal negara maju atau pun negara miskin, bahkan negara maju yang paling banyak kena akibat memandang enteng, lalu lambat dalam bertindak” ujar JK, dalam pertemuan yang dipandu langsung oleh Ketua PMI Sulsel, A Adnan Purichta Ichsan.

Lebih jauh, kata JK, virus korona sangat cepat penularannya. Ia pun memberi contoh Indonesia yang dalam waktu 3 bulan sejak pertama kali dideteksi, penambahan jumlah penderita Indonesia bertambah 1000 setiap harinya dan akan bisa bertambah banyak apabila tidak ada tindakan yang lebih konkrit.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020