Kronologis Penangkapan Tiga Jurnalis Pers Mahasiswa, Supriansa Minta Kapolda Turun Tangan

Berita Sul-Sel | 2020-09-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa SH MH
MAKASSAR, JALURINFO,- Penangkapan terhadap jurnalis pers mahasiswa yang meliput aksi penolakan tambang pasir Kodingareng dan nelayan yang menolak kehadiran tambang pasir, Sabtu 12 September berbuntut panjang. Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa SH MH yang dihubungi wartawan meminta Kapolda bergerak cepat untuk mengecek langsung tindakan represif anggotanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa ditangkap Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) saat meliput aksi nelayan yang menolak tambang pasir pada Sabtu (12/9/2020).

Mereka Hendra (Ketua UKPM Unhas), Mansyur (Pimpinan Redaksi CakrawalaIDE UPPM-UMI), dan Raihan (CakrawalaIDE UPPM-UMI). Selain tiga jurnalis dari pers mahasiswa ini, ada 7 tujuh nelayan yang juga turut ditangkap.

Supriansa meminta kapolda turun tangan mengecek langsung kasus ini. “Kapolda juga harus mempelajari apakah benar aksi polisi represif dalam menghadapi rakyat kecil dalam hal ini nelayan di Kodingareng,” ujar Supriansa, Minggu 13 September 2020. Supriansa mengaku sejak semalam menerima beberapa pengaduan terkait kasus ini.

Soal polisi yang menggunakan senjata laras panjang juga harus diperiksa. “Apakah pantas polisi menghadapi masyarakat kecil dengan senjata laras panjang padahal masyarakat tidak anarkis.,” ujarnya.

Menurutnya, aksi penyampaian pendapat itu biasa. Jangan dihadapi terlalu berlebihan. Selama sudah dilakukan sesuai prosedur yang ada.

Aktivis 1998 ini juga meminta kepolisian mengecek kelengkapan berkas perusahaan yang ditolak oleh nelayan setempat.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Perusahaan tambang pasir di laut itu juga harus dicek keabsahan surat atau dokumennya terkait penambangan pasir di laut. Karena banyak syarat yang harus dipenuhi jika mau menambang pasir di laut. Semua harus jelas administrasinya. Kita harus hindari kesan bahwa polisi dijadikan sebagai alat pelindung pengusaha tertentu. Itu bisa merusak citra kepolisian. Polisi harus tetap di garis promoter,” beber Supriansa. Semua itu kata Supriansa harus diteliti oleh Kapolda.

Ia pun berharap Polri dan media bisa bersinergi. “Polisi dan jurnalis itu mestinya bersinergi. Terutama dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang,” ujarnya.

Pejabat public menurut Supriansa harus bekerja sama dengan wartawan bukan memusuhi wartawan.





BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kronologis Penangkapan Tiga Jurnalis Pers Mahasiswa, Supriansa Minta Kapolda Turun Tangan

Berita Sul-Sel | 2020-09-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa SH MH
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Penangkapan terhadap jurnalis pers mahasiswa yang meliput aksi penolakan tambang pasir Kodingareng dan nelayan yang menolak kehadiran tambang pasir, Sabtu 12 September berbuntut panjang. Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa SH MH yang dihubungi wartawan meminta Kapolda bergerak cepat untuk mengecek langsung tindakan represif anggotanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa ditangkap Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) saat meliput aksi nelayan yang menolak tambang pasir pada Sabtu (12/9/2020).

Mereka Hendra (Ketua UKPM Unhas), Mansyur (Pimpinan Redaksi CakrawalaIDE UPPM-UMI), dan Raihan (CakrawalaIDE UPPM-UMI). Selain tiga jurnalis dari pers mahasiswa ini, ada 7 tujuh nelayan yang juga turut ditangkap.

Supriansa meminta kapolda turun tangan mengecek langsung kasus ini. “Kapolda juga harus mempelajari apakah benar aksi polisi represif dalam menghadapi rakyat kecil dalam hal ini nelayan di Kodingareng,” ujar Supriansa, Minggu 13 September 2020. Supriansa mengaku sejak semalam menerima beberapa pengaduan terkait kasus ini.

Soal polisi yang menggunakan senjata laras panjang juga harus diperiksa. “Apakah pantas polisi menghadapi masyarakat kecil dengan senjata laras panjang padahal masyarakat tidak anarkis.,” ujarnya.

Menurutnya, aksi penyampaian pendapat itu biasa. Jangan dihadapi terlalu berlebihan. Selama sudah dilakukan sesuai prosedur yang ada.

Aktivis 1998 ini juga meminta kepolisian mengecek kelengkapan berkas perusahaan yang ditolak oleh nelayan setempat.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Perusahaan tambang pasir di laut itu juga harus dicek keabsahan surat atau dokumennya terkait penambangan pasir di laut. Karena banyak syarat yang harus dipenuhi jika mau menambang pasir di laut. Semua harus jelas administrasinya. Kita harus hindari kesan bahwa polisi dijadikan sebagai alat pelindung pengusaha tertentu. Itu bisa merusak citra kepolisian. Polisi harus tetap di garis promoter,” beber Supriansa. Semua itu kata Supriansa harus diteliti oleh Kapolda.

Ia pun berharap Polri dan media bisa bersinergi. “Polisi dan jurnalis itu mestinya bersinergi. Terutama dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang,” ujarnya.

Pejabat public menurut Supriansa harus bekerja sama dengan wartawan bukan memusuhi wartawan.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020