POLITIK & PILKADA

PKB Usung Cak Imin di Pilpres 2024, Begini Kriteria Pendampingnya

Muslimin Bando Hampir Pasti Pimpin Golkar Enrekang

Butuh Biaya Hingga Triliunan, DPD Usul Pemilu Langsung Dikaji Ulang

Duet Anies- Sandi Berpeluang Terulang di Pilpres 2024

Survei Index Indonesia: Dipasangkan dengan Andi Amran Suara Anies dan Ganjar Naik

OLAHRAGA

  1. Piala Sudirman 2021 : Kesempatan Terakhir Greysia Poli Raih Gelar Juara

  2. Rekrut Wonderkid Turki, Barcelona Tetapkan Klausul Pembelian Rp 6,6T

  3. Unggul secara Statistik, PSM Makassar Tak Ingin Remehkan Barito Putra

  4. Usai Gasak Mallorca dengan Skor Telak, Pemain Madrid Dominasi Top Skor La Liga

  5. PSM Makassar Berpeluang Geser Pemuncak Klasemen Sementara Liga 1

  6. Cukup 2 Laga, Ronaldo Samakan Catatan Gol Angel Di Maria dan Alexis Sanchez

  7. Usai Terlibat Perselisihan dengan Pochettino, Kiprah Messi di Awal Musim Dibandingkan dengan Ronaldo

SELEBRITI

Pasca Operasi, Kondisi Tukul Arwana Kian Membaik

Tukul Arwana Sudah Tak Sadarkan Diri Sebelum Dilarikan ke RS

Meski Gugat Cerai Suami, Dhena Devanka Akui Masih Sayang Jonathan Frizzy

Aurel Hamil Lagi, Ini Alasan Atta Halilintar Tutupi Kehamilan Istrinya?

Meski Minta Direhab, Polisi Tetap Bawa Kasus Nia Ramadhani ke Pengadilan

HUKUM & KRIMINAL

  1. Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

  2. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

  3. Kasus Korupsi yang Membuat Bupati Kolaka Timur Terjerat KPK

  4. Uang Nasabah Raib Hingga Rp110 M, BNI Sebut Pelaku Berebuat Sendiri

  5. Kejaksaan Agung Tetapkan Alex Noerdin sebagai Tersangka

Klasifikasi Covid-19 Menurut WHO : VoI dan VoC, Apa Bedanya?

Nasional | 2021-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JAKARTA, JALURINFO,- World Health Organization (WHO) membagi varian virus corona menjadi Variant of Interest (VoI) dan Variant of Concern (VoC) untuk mengklasifikasikan antara varian yang sudah terbukti dengan varian yang masih dicurigai lebih parah. Apa perbedaan antara keduanya?

VoI terdiri dari varian dengan kapabilitas genetik untuk mengubah karakteristik virus seperti perubahan pada pengikatan reseptor, pengurangan netralisasi oleh antibodi yang dihasilkan terhadap infeksi atau vaksinasi sebelumnya, dan pengurangan kemanjuran pengobatan. Artinya, varian jenis ini masih diduga dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah ketimbang virus corona pada umumnya.

Baca juga: Benarkah Terjadi Reshuffle Kabinet Lagi Besok (29/9) ? Begini Kata Jubir Presiden

Menurut Centers for Control Disease and Prevention (CDC), varian virus yang masuk kategori ini menyebabkan peningkatan klaster kasus COVID-19. Meskipun virus yang masuk dalam klasifikasi ini mengalami peningkatan dalam penyebaran dan keparahan penyakit, prevalensi atau penyebaranya biasanya terbatas hanya di suatu negara tertentu.




BERITA TERKAIT

Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Menurun
Erick Thohir akan Bubarkan Tujuh BUMN Ini

Nasional

Erick Thohir akan Bubarkan Tujuh BUMN Ini

dibaca 2140 kali
Kominfo Blokir 2,6 Juta Konten Negatif, Setengah Terkait Pornografi
Ketua MUI Jadi Saksi Ahli di Kasus Penistaan Agama M Kece
Kasus Positif Covid-19 di Jakarta (21/9) Bertambah 106 Orang, Positivity Rate Total Masih di Atas Standar WHO
Fadli Zon Angkat Suara Terkait Klaim Tiongkok atas Laut Natuna Utara
Optimalkan Transformasi  Jasa Raharja Bukukan Kinerja Positif Semester I-2021
Pengamat: Salah Ucap Wapres Bocoran Panglima TNI Baru
Kalangan Milenial Tertarik dengan Konsep Khilafah dan Jihad, Wamenag : Ini Sangat Mengkhatirkan
Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Ganggu Kesuburan Wanita?

TERPOPULER

  1. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

  2. Usai Gasak Mallorca dengan Skor Telak, Pemain Madrid Dominasi Top Skor La Liga

  3. Optimalkan Transformasi Jasa Raharja Bukukan Kinerja Positif Semester I-2021

  4. Pengamat: Salah Ucap Wapres Bocoran Panglima TNI Baru

  5. Wisata Kampoeng Eropa akan Dibangun di Kota Malino

  6. MotoGP San Marino 2021 : Bagnaia Berpeluang Menang Usai Raih Pole Position

  7. Hadapi MU di Pekan Kelima, David Moyes Siapkan Upaya Matikan Pergerakan Ronaldo

  8. Bisnis Ini Dprediksi Bakal Tumbuh Pesat Di Tengah Pandemi Covid-19

  9. Pemerintah Harapkan Peran Serta Masyarakat Atasi Covid-19 dengan Donor Plasma Konvalesen

  10. Diduga Asma, Pria Ini Meninggal di Atas Motor

RELIGI

Empat Sahabat Rasul yang Bertugas Menulis Wahyu

Ini Ketentuan Masa Iddah Bagi Muslimah

Alasan Mengapa Dianjurkan Menghindari Debat Menurut Imam Gazhali

Inilah Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW

Kemenag Jaring 100 Calon Imam Masjid untuk UEA

EKONOMI

  1. Ini Ciri-ciri Saham yang Bagus Untuk Investasi

  2. Harga emas Antam hari ini (27/9) tetap, tekor 20% pembeli setahun lalu

  3. Permintaan Baterai Kendaraan Listrik Meningkat, Investor China Bangun Pabrik Lithium di Sulawesi

  4. Menteri Investasi: Investasi di Daerah Tak Bisa Lagi Pakai Pola Lama

  5. Tak Laporkan Harta Kekayaan, PNS Bisa Turun Jabatan Hingga Dipecat

  6. Satgas BLBI Sita Uang Rp 100 Miliar dari Rekening Bank Kaharudin Ongko

  7. Harga Bitcoin Anjlok Kena Dampak Evergrande

  8. Presiden Jokowi: Era Kejayaan Komoditas Bahan Mentah Berakhir

  9. RUU HKPD: Pemda Dapat Terbitkan Sukuk untuk Membiayai Pembangunan

  10. Diminati Banyak Negara, Satu Kilogram Sarang Burung Walet Dihargai Puluhan Juta

  11. Garuda Kalah di Pengadilan Arbitrase London

  12. Kontrak Habis Tahun 2025, Vale Indonesia Mulai Rencanakan Pembahasan Perpanjangan Kontrak

Klasifikasi Covid-19 Menurut WHO : VoI dan VoC, Apa Bedanya?

Nasional | 2021-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO,- World Health Organization (WHO) membagi varian virus corona menjadi Variant of Interest (VoI) dan Variant of Concern (VoC) untuk mengklasifikasikan antara varian yang sudah terbukti dengan varian yang masih dicurigai lebih parah. Apa perbedaan antara keduanya?

VoI terdiri dari varian dengan kapabilitas genetik untuk mengubah karakteristik virus seperti perubahan pada pengikatan reseptor, pengurangan netralisasi oleh antibodi yang dihasilkan terhadap infeksi atau vaksinasi sebelumnya, dan pengurangan kemanjuran pengobatan. Artinya, varian jenis ini masih diduga dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah ketimbang virus corona pada umumnya.

Baca juga: Benarkah Terjadi Reshuffle Kabinet Lagi Besok (29/9) ? Begini Kata Jubir Presiden

Menurut Centers for Control Disease and Prevention (CDC), varian virus yang masuk kategori ini menyebabkan peningkatan klaster kasus COVID-19. Meskipun virus yang masuk dalam klasifikasi ini mengalami peningkatan dalam penyebaran dan keparahan penyakit, prevalensi atau penyebaranya biasanya terbatas hanya di suatu negara tertentu.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020