Kisah Korban Banjir Bandang Masamba, Ada yang Selamat Berkat Tali Jemuran

Berita Sul-Sel | 2020-07-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi pasca banjir bandang Masamba
MASAMBA, JALURINFO,- Banjir bandang yang melanda Masamba serta sebagian daerah lainnya di Luwu Utara, Senin (13/7) menyisakan duka mendalam bagi para korban. Mereka yang selamat dari musibah itu pun kemudian berbagi cerita tentang apa yang dialaminya kala bencana datang di malam hari.

ILHAM adalah salah satu dari ratusan yang menjadi korban. Bapak berusia 56 tahun ini tak akan pernah melupakan kejadian yang menimpanya.

Malam itu, tepatnya pukul 19.45 Wita. Langit di atas Masamba, tepatnya Desa Radda tampak hitam pekat. Tak ada bintang yang terlihat.

Warga baru saja menunaikan salat Isya, lalu beristirahat usai seharian beraktifitas. Saat itu, warga Masamba masih tetap waspada akan terjadinya banjir susulan. Karena sudah beberapa hari terakhir gendangan dengan intensitas sedang sudah melanda Masamba.

Tak ada yang menyangka air bah disertai lumpur berpasir dan material kayu batangan pada malam itu, menjadi musibah yang parah dan menjadi sejarah dalam hidup warga Luwu Utara.

Ilham bermukim di jalan poros Malili, Kelurahan Masamba, Kecamatan Masamba, Lutra. Malam itu ia baru saja pulang dari Masjid Agung Syuhada, Kota Masamba menunaikan salat Isya. Sesampainya di rumah, bersama istri dan keempat anaknya, ia pun bersantap malam.

Usai makan, bencana itu pun datang. Tetiba terdengar suara gemuruh disertai hempasan bak angin ribut. Ilham pun langsung keluar rumah. Ia menyaksikan dengan mata kepala, air dan lumpur sudah memenuhi jalan raya.

Semuanya gelap gulita tanpa ada penerangan jalan. Tidak ada tempat pelarian, kecuali menyebut asma Allah. Ilham dan keluarganya hanya bisa takbir.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Saya tidak tahu mau lari ke mana lagi, Pak. Air sudah penuh di luar rumah. Makin lama makin tinggi hingga mendekati pintu rumah,” terangnya.

Dalam hitungan menit, air dan lumpur sudah mencapai pintu rumahnya. “Saya langsung tutup pintu rumah dan mengajak anak istri naik ke lantai dua. Seperti sudah mau kiamat, Pak. Semua gelap gulita. Saya cuma dengar suara minta tolong sana sini. Tidak ada yang bisa menolong,” cerita Ilham kepada BKM yang bertemu dengannya, Sabtu (18/7) lalu.

Diakuinya, dalam tiga hari terakhir sebelum bencana melanda, dirinya selalu mendapat firasat buruk. Setiap hari ada saja burung gagak dan burung hantu hinggap di pohon depan rumahnya.

“Tiga hari sebelum datang banjir, saya bermimpi tinggalkan rumah. Ada suara saya dengar, saya disuruh pergi dari rumah. Katanya, ajak keluargamu pergi. Tapi saya tidak tahu dari mana sumbernya,” tutur Ilham mengisahkan mimpinya.

Benar saja, mimpi buruk itu pun jadi kenyataan. “Sebenarnya, banjir setengah lutut sudah ada sejak tiga hari sebelum banjir besar ini datang,” imbuhnya.

Bahkan, katanya, beberapa menit sebelum kejadian, para pejabat Pemkab Lutra tengah berkumpul di samping rumah jabatan bupati. Kebetulan, para pejabat ini, termasuk Bupati Indah Putri Indriani sedang mempersiapkan dapur umum.

“Memang kami semua di kota sudah kondisi siap siaga karena banjir sudah ada sebelumnya, tapi tidak parah. Mobil-mobil pejabat yang hadir sempat parkir di depan halaman Masjid Agung Syuhada. Tidak ada kendaraan pejabat yang dapat diselamatkan saat banjir lumpur itu datang. Pokoknya kayak kiamat malam itu, Pak,” lontar Ilham dengan mata berkaca-kaca.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kisah Korban Banjir Bandang Masamba, Ada yang Selamat Berkat Tali Jemuran

Berita Sul-Sel | 2020-07-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi pasca banjir bandang Masamba
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MASAMBA, JALURINFO,- Banjir bandang yang melanda Masamba serta sebagian daerah lainnya di Luwu Utara, Senin (13/7) menyisakan duka mendalam bagi para korban. Mereka yang selamat dari musibah itu pun kemudian berbagi cerita tentang apa yang dialaminya kala bencana datang di malam hari.

ILHAM adalah salah satu dari ratusan yang menjadi korban. Bapak berusia 56 tahun ini tak akan pernah melupakan kejadian yang menimpanya.

Malam itu, tepatnya pukul 19.45 Wita. Langit di atas Masamba, tepatnya Desa Radda tampak hitam pekat. Tak ada bintang yang terlihat.

Warga baru saja menunaikan salat Isya, lalu beristirahat usai seharian beraktifitas. Saat itu, warga Masamba masih tetap waspada akan terjadinya banjir susulan. Karena sudah beberapa hari terakhir gendangan dengan intensitas sedang sudah melanda Masamba.

Tak ada yang menyangka air bah disertai lumpur berpasir dan material kayu batangan pada malam itu, menjadi musibah yang parah dan menjadi sejarah dalam hidup warga Luwu Utara.

Ilham bermukim di jalan poros Malili, Kelurahan Masamba, Kecamatan Masamba, Lutra. Malam itu ia baru saja pulang dari Masjid Agung Syuhada, Kota Masamba menunaikan salat Isya. Sesampainya di rumah, bersama istri dan keempat anaknya, ia pun bersantap malam.

Usai makan, bencana itu pun datang. Tetiba terdengar suara gemuruh disertai hempasan bak angin ribut. Ilham pun langsung keluar rumah. Ia menyaksikan dengan mata kepala, air dan lumpur sudah memenuhi jalan raya.

Semuanya gelap gulita tanpa ada penerangan jalan. Tidak ada tempat pelarian, kecuali menyebut asma Allah. Ilham dan keluarganya hanya bisa takbir.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Saya tidak tahu mau lari ke mana lagi, Pak. Air sudah penuh di luar rumah. Makin lama makin tinggi hingga mendekati pintu rumah,” terangnya.

Dalam hitungan menit, air dan lumpur sudah mencapai pintu rumahnya. “Saya langsung tutup pintu rumah dan mengajak anak istri naik ke lantai dua. Seperti sudah mau kiamat, Pak. Semua gelap gulita. Saya cuma dengar suara minta tolong sana sini. Tidak ada yang bisa menolong,” cerita Ilham kepada BKM yang bertemu dengannya, Sabtu (18/7) lalu.

Diakuinya, dalam tiga hari terakhir sebelum bencana melanda, dirinya selalu mendapat firasat buruk. Setiap hari ada saja burung gagak dan burung hantu hinggap di pohon depan rumahnya.

“Tiga hari sebelum datang banjir, saya bermimpi tinggalkan rumah. Ada suara saya dengar, saya disuruh pergi dari rumah. Katanya, ajak keluargamu pergi. Tapi saya tidak tahu dari mana sumbernya,” tutur Ilham mengisahkan mimpinya.

Benar saja, mimpi buruk itu pun jadi kenyataan. “Sebenarnya, banjir setengah lutut sudah ada sejak tiga hari sebelum banjir besar ini datang,” imbuhnya.

Bahkan, katanya, beberapa menit sebelum kejadian, para pejabat Pemkab Lutra tengah berkumpul di samping rumah jabatan bupati. Kebetulan, para pejabat ini, termasuk Bupati Indah Putri Indriani sedang mempersiapkan dapur umum.

“Memang kami semua di kota sudah kondisi siap siaga karena banjir sudah ada sebelumnya, tapi tidak parah. Mobil-mobil pejabat yang hadir sempat parkir di depan halaman Masjid Agung Syuhada. Tidak ada kendaraan pejabat yang dapat diselamatkan saat banjir lumpur itu datang. Pokoknya kayak kiamat malam itu, Pak,” lontar Ilham dengan mata berkaca-kaca.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020