Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh

Teknologi | 2021-12-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Bahtera Nabi Nuh ala Elon Musk siao hadapi kiamat. (FOTO/ IST)
JAKARTA, JALURINFO,- Bos SpaceX, Elon Musk bicara soal “kiamat” dan berencana merancang roket Bahtera Nuh sebagai bagian dari misi penyelamatan mahkluk hidup Bumi. Musk membuat roket tersebut untuk diluncurkan ke Mars.

Musk akan membuat roket yang dinamainya “Bahtera Nuh Futuristik” yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Hal ini dilakukan Musk karena ia percaya Bumi akan berakhir. Miliarder berusia 50 tahun tersebut memiliki visi untuk membangun kota untuk hewan, manusia dan tumbuh-tumbuhan di Planet Merah.

"Dan hal besar berikutnya adalah membangun kota mandiri di Mars dan membawa hewan dan makhluk Bumi ke sana. Semacam bahtera Nuh futuristik," kata Musk.

Musk menjelaskan memiliki rencana eksplorasi angkasa luar yang memungkinkan manusia untuk hidup multi-planet.

"Tujuan keseluruhannya adalah membuat kehidupan multi-planet dan memungkinkan umat manusia menjadi peradaban penjelajah luar angkasa," katanya pada sebuah wawancara dengan majalah TIME.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Rencana Musk membawa kehidupan di Bumi ke Mars agak berlebihan secara ilmiah. Kendalanya adalah atmosfer karbondioksida pada planet tersebut menjadi penghalang untuk kolonisasi, karena hewan dan manusia di Bumi perlu menghirup oksigen untuk bertahan hidup.

Jika Mars dijadikan tempat untuk memelihara hewan, lokasi tersebut akan menjadi tempat yang dinilai mengerikan, karena hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas. "Manusia mungkin cukup pintar untuk menggunakan sistem pernapasan oksigen, tetapi apakah seekor hewan akan cukup pintar untuk menyesuaikan sistem seperti itu? Saya rasa tidak begitu. Akan berakhir dengan banyak hewan mati," ujar Ilmuwan dari Los Alamos, Roger Wiens dikutip dari Daily Mail.

Wiens juga mengatakan Mars yang memiliki atmosfer CO2 mungkin hanya bisa menjadi lokasi untuk menumbuhkan tanaman. Dengan catatan tanaman itu harus dalam kondisi hangat dan disiram.

Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Elon Musk (Foto/IST)



BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia
Korea Denda Google Rp2,5 T, Dituduh Lakukan Monopoli OS

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  10. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh

Teknologi | 2021-12-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Bahtera Nabi Nuh ala Elon Musk siao hadapi kiamat. (FOTO/ IST)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Bos SpaceX, Elon Musk bicara soal “kiamat” dan berencana merancang roket Bahtera Nuh sebagai bagian dari misi penyelamatan mahkluk hidup Bumi. Musk membuat roket tersebut untuk diluncurkan ke Mars.

Musk akan membuat roket yang dinamainya “Bahtera Nuh Futuristik” yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Hal ini dilakukan Musk karena ia percaya Bumi akan berakhir. Miliarder berusia 50 tahun tersebut memiliki visi untuk membangun kota untuk hewan, manusia dan tumbuh-tumbuhan di Planet Merah.

"Dan hal besar berikutnya adalah membangun kota mandiri di Mars dan membawa hewan dan makhluk Bumi ke sana. Semacam bahtera Nuh futuristik," kata Musk.

Musk menjelaskan memiliki rencana eksplorasi angkasa luar yang memungkinkan manusia untuk hidup multi-planet.

"Tujuan keseluruhannya adalah membuat kehidupan multi-planet dan memungkinkan umat manusia menjadi peradaban penjelajah luar angkasa," katanya pada sebuah wawancara dengan majalah TIME.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Rencana Musk membawa kehidupan di Bumi ke Mars agak berlebihan secara ilmiah. Kendalanya adalah atmosfer karbondioksida pada planet tersebut menjadi penghalang untuk kolonisasi, karena hewan dan manusia di Bumi perlu menghirup oksigen untuk bertahan hidup.

Jika Mars dijadikan tempat untuk memelihara hewan, lokasi tersebut akan menjadi tempat yang dinilai mengerikan, karena hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas. "Manusia mungkin cukup pintar untuk menggunakan sistem pernapasan oksigen, tetapi apakah seekor hewan akan cukup pintar untuk menyesuaikan sistem seperti itu? Saya rasa tidak begitu. Akan berakhir dengan banyak hewan mati," ujar Ilmuwan dari Los Alamos, Roger Wiens dikutip dari Daily Mail.

Wiens juga mengatakan Mars yang memiliki atmosfer CO2 mungkin hanya bisa menjadi lokasi untuk menumbuhkan tanaman. Dengan catatan tanaman itu harus dalam kondisi hangat dan disiram.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Elon Musk (Foto/IST)

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020