Kesulitan Saat Coklit, KPU Makassar Tetapkan Pemilih Luar Negeri TMS

Politik & Pilkada | 2020-11-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
MAKASSAR, JALURINFO,- Warga Makassar yang berada di luar negeri dan tercatat memiliki hak pilih di pemilihan wali kota mendatang, harus rela untuk tidak mendapatkan haknya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah memasukkan mereka dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS).

KPU Makassar mengaku kesulitan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bagi warga yang berada di luar negeri.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Komisioner KPU Makassar Romy Herminto, menyebut saat ini pihaknya telah menetapkan sebanyak 901.087 orang DPT yang berada di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, diluar dari jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Ada beberapa kendala yang dialami petugas KPU Makassar yang tidak bisa menemui mereka saat proses pencocokan dan penelitian DPT. Salah satunya itu, pemilih yang masuk DPT tapi berada di luar negeri, atau DPT memiliki KTP Makassar namun berada di luar daerah atau pulang kampung. Itu membuat petugas kami kesulitan,” terang Romy, Rabu (11/11).

Walau begitu, lanjut Romy, KPU Makassar dengan keterbatasan tersebut tetap mewadahi jika pemilih datang di TPS yang disiapkan. Namun jika pemilih Makassar berada di luar negeri, maka pihaknya menjadikan pemilih tersebut dalam kategori TMS.

“Kan datanya ini dari Kemendagri yang disesuaikan lagi di Dukcapil. Kalau orang sedang di luar negeri, kita masukkan kategori TMS karena tidak ada orangnya. Kita tidak berani TMS-kan kalau ada orangnya datang ke TPS yang disediakan. Faktanya tidak ada orangnya. DPT yang ada saat ini ini tidak akan berubah lagi ke depannya,” tandasnya.




BERITA TERKAIT

Bertemu Pendukungnya di Makassar, Anies: Jangan
Jelang Uji Kelayakan dan Kepatutan, Dua Kandidat Ketua Demokrat Sulsel Perang Opini
Jelang Musda Demokrat, Dua Kandidat Saling Klaim Kantongi Dukungan
NH Deklarasikan Diri Maju Pilgub Sulsel, Begini Kata Pengamat
Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M
Tak Ingin Kehilangan Waktu, IAS Gemakan “AHY Presiden, IAS Gubernur”
Di Ultahnya, Gubernur Ganjar Pakai Songkok Bone dan Lipa Sabbe -Ganjar:  Saya dengan Pak Amran Sudah Berteman Sejak Lama
Elektabilitas Airlangga masih Rendah, Golkar Tetap Optimistis Usung Jadi Capres
HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid
NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

Politik & Pilkada

NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

dibaca 20944 kali

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kesulitan Saat Coklit, KPU Makassar Tetapkan Pemilih Luar Negeri TMS

Politik & Pilkada | 2020-11-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Warga Makassar yang berada di luar negeri dan tercatat memiliki hak pilih di pemilihan wali kota mendatang, harus rela untuk tidak mendapatkan haknya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah memasukkan mereka dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS).

KPU Makassar mengaku kesulitan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bagi warga yang berada di luar negeri.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Komisioner KPU Makassar Romy Herminto, menyebut saat ini pihaknya telah menetapkan sebanyak 901.087 orang DPT yang berada di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, diluar dari jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Ada beberapa kendala yang dialami petugas KPU Makassar yang tidak bisa menemui mereka saat proses pencocokan dan penelitian DPT. Salah satunya itu, pemilih yang masuk DPT tapi berada di luar negeri, atau DPT memiliki KTP Makassar namun berada di luar daerah atau pulang kampung. Itu membuat petugas kami kesulitan,” terang Romy, Rabu (11/11).

Walau begitu, lanjut Romy, KPU Makassar dengan keterbatasan tersebut tetap mewadahi jika pemilih datang di TPS yang disiapkan. Namun jika pemilih Makassar berada di luar negeri, maka pihaknya menjadikan pemilih tersebut dalam kategori TMS.

“Kan datanya ini dari Kemendagri yang disesuaikan lagi di Dukcapil. Kalau orang sedang di luar negeri, kita masukkan kategori TMS karena tidak ada orangnya. Kita tidak berani TMS-kan kalau ada orangnya datang ke TPS yang disediakan. Faktanya tidak ada orangnya. DPT yang ada saat ini ini tidak akan berubah lagi ke depannya,” tandasnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020