Kemenangan Biden dalam Pilpres AS dikukuhkan electoral college

Internasional | 2020-12-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO,- Para anggota electoral college Amerika Serikat mengukuhkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden, satu dari rangkaian langkah terakhir yang ia perlukan untuk mengamankan kursi kepresidenan.

Kandidat dari Partai Demokrat itu memenangkan Pilpres AS pada bulan November dengan perolehan 306 suara electoral college, dibandingkan 232 suara yang diperoleh kandidat partai Republik Donald Trump.

Dalam sistem pilpres AS, rakyat sebenarnya memberikan suara untuk para "elektor", yang kemudian secara resmi memilih salah satu kandidat beberapa pekan setelah hari pemilihan.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Biasanya para elektor tidak mendapatkan banyak perhatian. Tetapi tahun ini, karena upaya gigih dari Trump untuk mempertanyakan dan membatalkan hasil pemilu - melibatkan gugatan hukum yang ditolak oleh pengadilan-pengadilan di seantero negeri - pemungutan suara di negara-negara bagian menjadi sorotan.

California - pendukung solid Partai Demokrat - dengan 55 elektornya, adalah salah satu negara bagian terakhir yang memberikan suara pada hari Senin dan mendorong Biden melewati ambang batas 270 suara yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia, memperketat keamanan menjelang pemungutan suara, yang dilangsungkan di ibu kota- ibu kota negara bagian dan Washington DC.

Di Michigan - negara bagian kunci yang dimenangkan Biden - kantor legislatif di ibu kota negara bagian, Lansing, ditutup karena ancaman kekerasan yang "kredibel".

Pemungutan suara di gedung DPR berlangsung dengan damai meskipun sekelompok pendukung Partai Republik berusaha memasuki gedung untuk mengadakan pemungutan suara mereka sendiri dan ditolak.

"Rakyat telah berbicara. Ini adalah pemilihan yang aman dan adil," kata Gubernur Gretchen Whitmer, seorang politikus Demokrat yang telah menjadi sasaran plot penculikan yang digagalkan FBI awal tahun ini. "Setelah hari ini, hasilnya akan final."

Siapakah para elektor? Setiap partai politik yang mengajukan calon presiden menominasikan atau memilih elektornya sendiri berbulan-bulan sebelum hari pemilihan.

Begitu kita tahu siapa yang memenangkan suara terbanyak di suatu negara bagian, kita tahu partai mana yang akan menunjuk para elektor untuk negara bagian itu.

Konstitusi AS hanya menyatakan bahwa elektor tidak bisa menjadi anggota Kongres atau orang lain yang sedang memegang jabatan federal. Tahun ini, elektor paling terkenal adalah mantan Presiden Bill Clinton dan calon presiden 2016 Hillary Clinton, yang dipilih dari Partai Demokrat di New York.




BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 60923 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kemenangan Biden dalam Pilpres AS dikukuhkan electoral college

Internasional | 2020-12-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Para anggota electoral college Amerika Serikat mengukuhkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden, satu dari rangkaian langkah terakhir yang ia perlukan untuk mengamankan kursi kepresidenan.

Kandidat dari Partai Demokrat itu memenangkan Pilpres AS pada bulan November dengan perolehan 306 suara electoral college, dibandingkan 232 suara yang diperoleh kandidat partai Republik Donald Trump.

Dalam sistem pilpres AS, rakyat sebenarnya memberikan suara untuk para "elektor", yang kemudian secara resmi memilih salah satu kandidat beberapa pekan setelah hari pemilihan.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Biasanya para elektor tidak mendapatkan banyak perhatian. Tetapi tahun ini, karena upaya gigih dari Trump untuk mempertanyakan dan membatalkan hasil pemilu - melibatkan gugatan hukum yang ditolak oleh pengadilan-pengadilan di seantero negeri - pemungutan suara di negara-negara bagian menjadi sorotan.

California - pendukung solid Partai Demokrat - dengan 55 elektornya, adalah salah satu negara bagian terakhir yang memberikan suara pada hari Senin dan mendorong Biden melewati ambang batas 270 suara yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia, memperketat keamanan menjelang pemungutan suara, yang dilangsungkan di ibu kota- ibu kota negara bagian dan Washington DC.

Di Michigan - negara bagian kunci yang dimenangkan Biden - kantor legislatif di ibu kota negara bagian, Lansing, ditutup karena ancaman kekerasan yang "kredibel".

Pemungutan suara di gedung DPR berlangsung dengan damai meskipun sekelompok pendukung Partai Republik berusaha memasuki gedung untuk mengadakan pemungutan suara mereka sendiri dan ditolak.

"Rakyat telah berbicara. Ini adalah pemilihan yang aman dan adil," kata Gubernur Gretchen Whitmer, seorang politikus Demokrat yang telah menjadi sasaran plot penculikan yang digagalkan FBI awal tahun ini. "Setelah hari ini, hasilnya akan final."

Siapakah para elektor? Setiap partai politik yang mengajukan calon presiden menominasikan atau memilih elektornya sendiri berbulan-bulan sebelum hari pemilihan.

Begitu kita tahu siapa yang memenangkan suara terbanyak di suatu negara bagian, kita tahu partai mana yang akan menunjuk para elektor untuk negara bagian itu.

Konstitusi AS hanya menyatakan bahwa elektor tidak bisa menjadi anggota Kongres atau orang lain yang sedang memegang jabatan federal. Tahun ini, elektor paling terkenal adalah mantan Presiden Bill Clinton dan calon presiden 2016 Hillary Clinton, yang dipilih dari Partai Demokrat di New York.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020