Kejati Sultra Dinilai Lamban Eksekusi Dirut PT AKP, Jadi Preseden Buruk Penegakan Hukum Di Sultra

Hukum & Kriminal | 2021-06-07

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Pak Dodi, Kasipenkum Kejati Sultra
KENDARI, JALURINFO.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di tantang untuk menangkap terpidana Ivy Djaya Susanto yang telah divonis oleh Mahkamah Agung (MA) atas kasus penipuan yang di lakukannya terhadap Komisaris Utama PT Adhi Kartiko Obong Kusumu Wijaya dan Simon Takaendengan selaku Direktur Utama PT Adhi Kartiko yang saat ini sudah berganti menjadi PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM)

Kasipenkum Kejati Sultra Dodi mengungkapkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra telah melayangkan surat panggilan Eksekusi kepada terpidana penipuan PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM) Ivy Djaya Susanto. Tetapi Terpidana Ivy Djaya Susanto melalui pengacaranya belum bisa memenuhi panggilan tersebut dikarenakan pengacara terpidana Ivy Djaya Susanto masih berada di Jakarta karena sesuatu hal.

Benar, JPU sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada terpidana Ivy Djaya Susanto,".ucap Dodi Kepada Harian Rakyat Sultra melalui via telepon. senin(7/6/2021)

Baca juga: Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (part-2)

Lanjut Dodi mengungkapkan kalau Kejati sultra terlambat menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Dikatakan Dodi, pemanggilan terhadap terpidana Ivy Djaya Susantyo untuk selanjutnya dieksekusi sesuai dengan putusan MA.

Ditambahkan Dodi, Kejati Sultra akan mengeksekusi paksa kepada yang bersangkutan jika tidak memenuhi panggilan. " Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan mengirimkan tim untuk menjemput paksa terpidana Ivy Djaya Susanto," tegas Dodi




BERITA TERKAIT

KPK Sita Lahan Sekitar 20 Ha di Maros Milik Nurdin Abddullah
Motif Asmara Sesama Jenis, Pelaku Cemburu Korbannya Dibakar
Terkait Pemberitaan Soal Penangkapan 10 Orang PT AKM, Ini Klarifikasi dari Kombes Pol Laode Aries
Jadi Saksi Di Sidang Agung Sucipto, NA Akui Terima Uang tapi tak terkait Proyek Katanya.
Kasus Benur , Sespri Edhy Prabowo Transfer Uang Rp 1 Miliar Ke rekening Karyawan Toko Durian
Mahfud MD: Dulu Korupsi Terkoordinir, Sekarang Makin Meluas dan Dilakukan Sendiri-sendiri
Satu Keluarga Kepala Desa di Ilaga Papua Ditembak Mati KKB
Tersangka Kasus Korupsi, Mantan Dirut PT Antam Ditahan Kejaksaan Agung
Kasus Korupsi Jiwasraya, Ini 13 Perusahaan yang Didakwa Rugikan Negara 10 Trilliun
Pelaku Penipuan Pengambilan Lahan PT AKM, Ivy Djaya Susantyo Segera Dieksekusi Kejaksaan

TERPOPULER

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (part-2)

  3. Kasus Baru Covid-19 Nyaris Menyentuh 13 Ribu, 3 Provinsi Ini Penyumbang Terbanyak

  4. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (1)

  5. Wujudkan Pangkep Hebat, Tim Unifa Hadiri Undangan Musrembang RPJMD Kabupaten Pangkep

  6. Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

  7. Hasil SBMPTN 2021 Diumumkan Senin Lusa, Cek Jam dan Linknya di sini

  8. Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

  9. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

  10. Terkait Rencana Pajak Sembako, Ekonom: Sebaiknya Hanya Berlaku di Retail Modern

RELIGI

Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

Terkait Haji, Yaqut: Kemenag Akan Fokus untuk Persiapan Haji Tahun Depan

Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

Calon Jamaah Haji Ramai-ramai Tarik Setoran Pelunasan, Begini Komentar Kemenag

Isu Dana Haji Disalahgunakan, Muhadjir Datangi BPKH

EKONOMI

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

  3. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

  4. Terkait Rencana Pajak Sembako, Ekonom: Sebaiknya Hanya Berlaku di Retail Modern

  5. Garuda Sudah Pangkas Lebih 20 Persen Karyawannya Sejak Pandemi

  6. Pelaku UMKM Sebut Munas Kadin Berkah bagi Sultra

  7. Gali Potensi Pajak, Pemerintah Akan Gabung Data NIK dan NPWP

  8. Menkeu Akan Kenakan Pajak 35 Persen Untuk Pendapatan 5 Milyar

  9. Jelang Idul Fitri, ini Jumlah Uang Tunai yang Disiapkan BTN

  10. Penjelasan Sri Mulyani Soal Penyebab THR PNS Tak Dibayar Penuh Tahun Ini

  11. Tak Cuma PNS, Jokowi dan Anggota DPR Juga Dipastikan Dapat THR

  12. Tindaklanjuti Aduan Terkait Pembayaran THR, Kemnaker Bentuk Posko THR Keagamaan 2021

Kejati Sultra Dinilai Lamban Eksekusi Dirut PT AKP, Jadi Preseden Buruk Penegakan Hukum Di Sultra

Hukum & Kriminal | 2021-06-07

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Pak Dodi, Kasipenkum Kejati Sultra
Choose Language!
KENDARI, JALURINFO.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di tantang untuk menangkap terpidana Ivy Djaya Susanto yang telah divonis oleh Mahkamah Agung (MA) atas kasus penipuan yang di lakukannya terhadap Komisaris Utama PT Adhi Kartiko Obong Kusumu Wijaya dan Simon Takaendengan selaku Direktur Utama PT Adhi Kartiko yang saat ini sudah berganti menjadi PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM)

Kasipenkum Kejati Sultra Dodi mengungkapkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra telah melayangkan surat panggilan Eksekusi kepada terpidana penipuan PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM) Ivy Djaya Susanto. Tetapi Terpidana Ivy Djaya Susanto melalui pengacaranya belum bisa memenuhi panggilan tersebut dikarenakan pengacara terpidana Ivy Djaya Susanto masih berada di Jakarta karena sesuatu hal.

Benar, JPU sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada terpidana Ivy Djaya Susanto,".ucap Dodi Kepada Harian Rakyat Sultra melalui via telepon. senin(7/6/2021)

Baca juga: Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (part-2)

Lanjut Dodi mengungkapkan kalau Kejati sultra terlambat menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Dikatakan Dodi, pemanggilan terhadap terpidana Ivy Djaya Susantyo untuk selanjutnya dieksekusi sesuai dengan putusan MA.

Ditambahkan Dodi, Kejati Sultra akan mengeksekusi paksa kepada yang bersangkutan jika tidak memenuhi panggilan. " Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan mengirimkan tim untuk menjemput paksa terpidana Ivy Djaya Susanto," tegas Dodi

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020