Kejanggalan di Balik Ledakan Dahsyat di Beirut

Internasional | 2020-08-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto tangkapan layar pusat ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut Lebanon
BEIRUT, JALURINFO,- Penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, yang menewaskan lebih dari 100 orang masih terus berlanjut. Sejauh ini amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan masih menjadi faktor utama penyebab ledakan.

Kendati demikian banyak pertanyaan dan kejanggalan yang muncul mengenai ledakan mematikan ini. Berikut kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan publik.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

1. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan Bertahun-tahun?

Kejanggalan pertama mengapa senyawa kimia yang mudah meledak itu bisa disimpan selama bertahun-tahun (sejak 2013) di pelabuhan di Lebanon. Padahal kapten kapal kargo yang membawa bahan kimia mudah meledak itu mengatakan sejak awal benda itu seharusnya tidak disimpan di Beirut. Adakah maksud lain dari penyimpanan senyawa kimia itu meningat Lebanon adalah negara yang kerap terlibat konflik bersenjata?

"Mereka menjadi serakah," kata Boris Prokoshev, kapten kapal Rhosus yang membawa amonium nitrat itu dari Georgia menuju Mozambik.

Prokoshev mengatakan pemilik kapal memintanya untuk singgah ke Lebanon untuk mengambil kargo tambahan. Berlabuhnya Rhosus di Beirut tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Menurut Prokoshev, saat diminta singgah di Beirut melewati Mediterania kapal itu sudah memuat 2.750 ton amonium nitrat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Afrika, awak kapal diminta memuat alat berat untuk konstruksi jalan dan membawanya ke Pelabuhan Aqaba, Yordania.

Namun kapal tidak pernah meninggalkan Beirut, karena gagal membawa kargo tambahan itu. Awak kapal justru harus terlibat urusan hukum yang berkepanjangan. "Itu tidak mungkin, itu dapat menghancurkan seluruh kapal dan saya katakan tidak," kata Prokoshev yang kini sudah pensiun dan tinggal di Sochi, Rusia.




BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 60288 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kejanggalan di Balik Ledakan Dahsyat di Beirut

Internasional | 2020-08-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto tangkapan layar pusat ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut Lebanon
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

BEIRUT, JALURINFO,- Penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, yang menewaskan lebih dari 100 orang masih terus berlanjut. Sejauh ini amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan masih menjadi faktor utama penyebab ledakan.

Kendati demikian banyak pertanyaan dan kejanggalan yang muncul mengenai ledakan mematikan ini. Berikut kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan publik.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

1. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan Bertahun-tahun?

Kejanggalan pertama mengapa senyawa kimia yang mudah meledak itu bisa disimpan selama bertahun-tahun (sejak 2013) di pelabuhan di Lebanon. Padahal kapten kapal kargo yang membawa bahan kimia mudah meledak itu mengatakan sejak awal benda itu seharusnya tidak disimpan di Beirut. Adakah maksud lain dari penyimpanan senyawa kimia itu meningat Lebanon adalah negara yang kerap terlibat konflik bersenjata?

"Mereka menjadi serakah," kata Boris Prokoshev, kapten kapal Rhosus yang membawa amonium nitrat itu dari Georgia menuju Mozambik.

Prokoshev mengatakan pemilik kapal memintanya untuk singgah ke Lebanon untuk mengambil kargo tambahan. Berlabuhnya Rhosus di Beirut tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Menurut Prokoshev, saat diminta singgah di Beirut melewati Mediterania kapal itu sudah memuat 2.750 ton amonium nitrat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Afrika, awak kapal diminta memuat alat berat untuk konstruksi jalan dan membawanya ke Pelabuhan Aqaba, Yordania.

Namun kapal tidak pernah meninggalkan Beirut, karena gagal membawa kargo tambahan itu. Awak kapal justru harus terlibat urusan hukum yang berkepanjangan. "Itu tidak mungkin, itu dapat menghancurkan seluruh kapal dan saya katakan tidak," kata Prokoshev yang kini sudah pensiun dan tinggal di Sochi, Rusia.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020