Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sulsel Tinggi, 2 Rumah Sakit Hampir Penuh

Berita Sul-Sel | 2021-07-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com RS Labuang Baji Makassar
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 di Sulawesi Selatan membuat Bed Occoupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit di Bone dan Rumah Sakit Labuang Baji Makassar hampir penuh.

Menanggapi hal tersebut Koordinator Posko Satgas Covid Provinsi Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan, dirinya telah mendapat perintah dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk mencari solusi terkait Rumah Sakit Labuang Baji Makassar dan Rumah Sakit di Bone yang BOR-nya hampir penuh tersebut.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Tadi pagi pagi Pak Gubernur perintahkan sama saya, untuk mengambil langkah mengatasi permasalan di RS Labuang Baji dan RS di Bone. Di dua RS ini BOR-nya sudah hampir penuh 90 persen,” saat dikonfirmasi via telepon, Jumat(29/7).

Ia pun mengaku jika permasalahan ini dapat diatasi, contohnya seperti di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, BOR untuk di rumah sakit ini tidak pernah melebih 50 persen.

“Jadi saya sampaikan ke Pak Gubernur, mengenai bagaimana solusi agar BOR di RS tidak penuh. Saya mencontohkan di RS Dadi yang tidak pernah BOR-nya melebihi 50 persen untuk pasien isolasi,” jelas dr Arman yang juga Direktur RSKD Dadi ini.

Hal tersebut, lanjutnya, karena semua tempat tidur yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar diperuntukkan untuk para pasien Covid-19 dan tidak menerima pasien umum kecuali pasien jiwa.

“Kenapa BOR di RS Dadi tidak pernah lebih 50 persen? karena semua tempat tidur saya gunakan untuk pasien covid. Ada 220 tempat tidur saya gunakan untuk covid tidak ada saya terima pasien umum, kecuali jiwa,” lanjutnya.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sulsel Tinggi, 2 Rumah Sakit Hampir Penuh

Berita Sul-Sel | 2021-07-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com RS Labuang Baji Makassar
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 di Sulawesi Selatan membuat Bed Occoupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit di Bone dan Rumah Sakit Labuang Baji Makassar hampir penuh.

Menanggapi hal tersebut Koordinator Posko Satgas Covid Provinsi Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan, dirinya telah mendapat perintah dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk mencari solusi terkait Rumah Sakit Labuang Baji Makassar dan Rumah Sakit di Bone yang BOR-nya hampir penuh tersebut.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

“Tadi pagi pagi Pak Gubernur perintahkan sama saya, untuk mengambil langkah mengatasi permasalan di RS Labuang Baji dan RS di Bone. Di dua RS ini BOR-nya sudah hampir penuh 90 persen,” saat dikonfirmasi via telepon, Jumat(29/7).

Ia pun mengaku jika permasalahan ini dapat diatasi, contohnya seperti di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, BOR untuk di rumah sakit ini tidak pernah melebih 50 persen.

“Jadi saya sampaikan ke Pak Gubernur, mengenai bagaimana solusi agar BOR di RS tidak penuh. Saya mencontohkan di RS Dadi yang tidak pernah BOR-nya melebihi 50 persen untuk pasien isolasi,” jelas dr Arman yang juga Direktur RSKD Dadi ini.

Hal tersebut, lanjutnya, karena semua tempat tidur yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar diperuntukkan untuk para pasien Covid-19 dan tidak menerima pasien umum kecuali pasien jiwa.

“Kenapa BOR di RS Dadi tidak pernah lebih 50 persen? karena semua tempat tidur saya gunakan untuk pasien covid. Ada 220 tempat tidur saya gunakan untuk covid tidak ada saya terima pasien umum, kecuali jiwa,” lanjutnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020