POLITIK & PILKADA

PKB Usung Cak Imin di Pilpres 2024, Begini Kriteria Pendampingnya

Muslimin Bando Hampir Pasti Pimpin Golkar Enrekang

Butuh Biaya Hingga Triliunan, DPD Usul Pemilu Langsung Dikaji Ulang

Duet Anies- Sandi Berpeluang Terulang di Pilpres 2024

Survei Index Indonesia: Dipasangkan dengan Andi Amran Suara Anies dan Ganjar Naik

OLAHRAGA

  1. Piala Sudirman 2021 : Kesempatan Terakhir Greysia Poli Raih Gelar Juara

  2. Rekrut Wonderkid Turki, Barcelona Tetapkan Klausul Pembelian Rp 6,6T

  3. Unggul secara Statistik, PSM Makassar Tak Ingin Remehkan Barito Putra

  4. Usai Gasak Mallorca dengan Skor Telak, Pemain Madrid Dominasi Top Skor La Liga

  5. PSM Makassar Berpeluang Geser Pemuncak Klasemen Sementara Liga 1

  6. Cukup 2 Laga, Ronaldo Samakan Catatan Gol Angel Di Maria dan Alexis Sanchez

  7. Usai Terlibat Perselisihan dengan Pochettino, Kiprah Messi di Awal Musim Dibandingkan dengan Ronaldo

SELEBRITI

Pasca Operasi, Kondisi Tukul Arwana Kian Membaik

Tukul Arwana Sudah Tak Sadarkan Diri Sebelum Dilarikan ke RS

Meski Gugat Cerai Suami, Dhena Devanka Akui Masih Sayang Jonathan Frizzy

Aurel Hamil Lagi, Ini Alasan Atta Halilintar Tutupi Kehamilan Istrinya?

Meski Minta Direhab, Polisi Tetap Bawa Kasus Nia Ramadhani ke Pengadilan

HUKUM & KRIMINAL

  1. Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

  2. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

  3. Kasus Korupsi yang Membuat Bupati Kolaka Timur Terjerat KPK

  4. Uang Nasabah Raib Hingga Rp110 M, BNI Sebut Pelaku Berebuat Sendiri

  5. Kejaksaan Agung Tetapkan Alex Noerdin sebagai Tersangka

Juliari Batubara Divonis lebi Ringan, Cacian Publik Salah Satu Alasannya

Hukum & Kriminal | 2021-08-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO.COM - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dianggap lebih bersimpati kepada eks Menteri Sosial Juliari Batubara ketimbang penerima bansos yang terdampak pandemi Covid-19, menurut pakar hukum.

Sepanjang sejarah peradilan di Indonesia, kata pakar hukum, hakim tidak pernah menggunakan cercaan masyarakat terhadap terdakwa sebagai alasan untuk meringankan hukuman.

Namun KPK menilai hakim telah bersikap objektif karena mengakomodasi permintaan jaksa dan Juliari.

Sementara itu, seorang mantan terpidana korupsi menganggap pertimbangan hakim itu ganjil karena citra negatif selama ini memang melekat pada pelaku kejahatan ini.

Baca juga: Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

Dalam perspektif hukum, kata pengajar ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, seorang terdakwa bisa mendapatkan keringanan hukuman jika melakukan perbuatan positif bagi orang lain atau membantu membongkar suatu perkara.

Feri menilai pertimbangan majelis hakim meringankan vonis terhadap Juliari ganjal. Menurutnya hakim justru lebih mempedulikan nasib politikus PDI Perjuangan itu ketimbang desakan untuk menjatuhkan vonis berat.




BERITA TERKAIT

Uang Nasabah Raib Hingga Rp110 M, BNI Sebut Pelaku Berebuat Sendiri
Kejaksaan Agung Tetapkan Alex Noerdin sebagai Tersangka
Cara Oknum Pegawai BNI Tipu Dana Nasabah Hingga Rp61,5 Miliar
LK2P Soroti Proyek RSI Takalar Rp13,6 Miliar

Hukum & Kriminal

LK2P Soroti Proyek RSI Takalar Rp13,6 Miliar

dibaca 5513 kali
Rossi Ungkap 3 Pembalap yang paling Sulit Dikalahkan

Hukum & Kriminal

Rossi Ungkap 3 Pembalap yang paling Sulit Dikalahkan

dibaca 8471 kali
Polrestabes Makassar Berhasil Ungkap Kasus Penculikan Sopir Transportasi Daring
Ironi KPK: Akan Pecat 56 Pegawai, Lalu Mengeluh SDM Berkurang
Penyelenggara Tarung Bebas di Makassar masih Misterius

Hukum & Kriminal

Penyelenggara Tarung Bebas di Makassar masih Misterius

dibaca 48385 kali
Tolak Rekomendasi Ombudsman, KPK Enggan Disebut Membangkang
Jaksa Telusuri Aliran Sumbangan ke Masjid Terkait Kasus NA

TERPOPULER

  1. Lanjutan Sidang Kasus NA, Saksi: Sudah Rahasia Umum Tim Sukses Sering Datang Minta Proyek

  2. Usai Gasak Mallorca dengan Skor Telak, Pemain Madrid Dominasi Top Skor La Liga

  3. Optimalkan Transformasi Jasa Raharja Bukukan Kinerja Positif Semester I-2021

  4. Pengamat: Salah Ucap Wapres Bocoran Panglima TNI Baru

  5. Wisata Kampoeng Eropa akan Dibangun di Kota Malino

  6. MotoGP San Marino 2021 : Bagnaia Berpeluang Menang Usai Raih Pole Position

  7. Hadapi MU di Pekan Kelima, David Moyes Siapkan Upaya Matikan Pergerakan Ronaldo

  8. Bisnis Ini Dprediksi Bakal Tumbuh Pesat Di Tengah Pandemi Covid-19

  9. Pemerintah Harapkan Peran Serta Masyarakat Atasi Covid-19 dengan Donor Plasma Konvalesen

  10. Diduga Asma, Pria Ini Meninggal di Atas Motor

RELIGI

Empat Sahabat Rasul yang Bertugas Menulis Wahyu

Ini Ketentuan Masa Iddah Bagi Muslimah

Alasan Mengapa Dianjurkan Menghindari Debat Menurut Imam Gazhali

Inilah Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW

Kemenag Jaring 100 Calon Imam Masjid untuk UEA

EKONOMI

  1. Ini Ciri-ciri Saham yang Bagus Untuk Investasi

  2. Harga emas Antam hari ini (27/9) tetap, tekor 20% pembeli setahun lalu

  3. Permintaan Baterai Kendaraan Listrik Meningkat, Investor China Bangun Pabrik Lithium di Sulawesi

  4. Menteri Investasi: Investasi di Daerah Tak Bisa Lagi Pakai Pola Lama

  5. Tak Laporkan Harta Kekayaan, PNS Bisa Turun Jabatan Hingga Dipecat

  6. Satgas BLBI Sita Uang Rp 100 Miliar dari Rekening Bank Kaharudin Ongko

  7. Harga Bitcoin Anjlok Kena Dampak Evergrande

  8. Presiden Jokowi: Era Kejayaan Komoditas Bahan Mentah Berakhir

  9. RUU HKPD: Pemda Dapat Terbitkan Sukuk untuk Membiayai Pembangunan

  10. Diminati Banyak Negara, Satu Kilogram Sarang Burung Walet Dihargai Puluhan Juta

  11. Garuda Kalah di Pengadilan Arbitrase London

  12. Kontrak Habis Tahun 2025, Vale Indonesia Mulai Rencanakan Pembahasan Perpanjangan Kontrak

Juliari Batubara Divonis lebi Ringan, Cacian Publik Salah Satu Alasannya

Hukum & Kriminal | 2021-08-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO.COM - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dianggap lebih bersimpati kepada eks Menteri Sosial Juliari Batubara ketimbang penerima bansos yang terdampak pandemi Covid-19, menurut pakar hukum.

Sepanjang sejarah peradilan di Indonesia, kata pakar hukum, hakim tidak pernah menggunakan cercaan masyarakat terhadap terdakwa sebagai alasan untuk meringankan hukuman.

Namun KPK menilai hakim telah bersikap objektif karena mengakomodasi permintaan jaksa dan Juliari.

Sementara itu, seorang mantan terpidana korupsi menganggap pertimbangan hakim itu ganjil karena citra negatif selama ini memang melekat pada pelaku kejahatan ini.

Baca juga: Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Sudirman Said Prihatin

Dalam perspektif hukum, kata pengajar ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, seorang terdakwa bisa mendapatkan keringanan hukuman jika melakukan perbuatan positif bagi orang lain atau membantu membongkar suatu perkara.

Feri menilai pertimbangan majelis hakim meringankan vonis terhadap Juliari ganjal. Menurutnya hakim justru lebih mempedulikan nasib politikus PDI Perjuangan itu ketimbang desakan untuk menjatuhkan vonis berat.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020