Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Jakob Oetama, Tokoh Pers Terkemuka sekaligus Wartawan Kawakan Meninggal Dunia

Tokoh | 2020-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com [ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).
JAKARTA, JALURINFO,- Hari ini, Rabu (9/9/2020) salah satu dari dua pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia, menyusul rekannya, PK Ojong yang meninggal lebih dulu di tahun 1980. Kabar duka ini datang siang tadi sekira pukul 13.05 WIB dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jakob Oetama meninggal karena mengalami gangguan multiorgan yang diperparah dengan usia yang sudah lanjut, yaitu 88 tahun. Dikenal sebagai guru, wartawan, dan juga pengusaha, JO, panggilan Jakob Oetama, telah menorehkan banyak karya dan hasil buah pikir semasa hidupnya.

Baca juga: Syekh Yusuf Menjadi Role Model bagi Nelson Mandela Melawan Apartheid

Di dunia jurnalistik, selain menjadi wartawan dan pimpinan tertinggi dari Harian Kompas, JO juga sempat menjabat sebagai pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Berdasarkan arsip pemberitaan Litbang Kompas, Jakob Oetama pertama kali dipilih menjadi pengurus pusat PWI pada tahun 1965.

Berdasarkan Kongres PWI ke-12, JO dipilih untuk menempati posisi Sekretaris Jenderal PWI (1965-1968). Selama menjabat sebagai Sekjen PWI, JO sempat ditunjuk menjadi anggota panitia khusus bentukan PWI yang ditugaskan mempelajari RUU Pokok Pers ketika itu, akhir November 1965.

Selain itu, ia juga dipercaya menjadi anggota dari tim koordinasi Pembinaan Media Massa di tahun berikutnya. Pertengahan tahun 1966, medio Mei, JO bersama Ketua I PWI, Jusuf Sirath pergi ke Berlin, Jerman selama 3 minggu memenuhi undangan pemerintah setempat untuk menghadiri seminar Federasi Wartawan Internasional.

Selama di sana, keduanya sempat juga diwawancarai salah satu radio Jerman, Deutsche Welle, membahas seputar dunia jurnalistik di Tanah Air.




BERITA TERKAIT

Hubungan dengan Pemerintah Makin Buruk, Nama Jack Ma Dicoret dari Daftar Pengusaha China
Akhiri Konflik Afghanistan-Taliban, JK Bersedia Jadi Mediator Perundingan
Profil 3 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Ini 4 Bos Teknologi Super Tajir di Dunia

Tokoh

Ini 4 Bos Teknologi Super Tajir di Dunia

dibaca 795477 kali
Luhut Binsar Pandjaitan: Kalau lockdown, sudah bubar kita sekarang
Menilik Kehidupan Singkat Sang Calon Walikota asal MU, Dr. Syamsu Rizal
Membedah Pikiran Dr HM Amir Uskara, M.Kes.  Tentang Membangun Desa,Pengelolaan Dana Desa di Sulawesi Selatan, Solusi dan  Pemecahannya
ARB Birokrat Inovatif, Berbisnis Sejak Mahasiswa
Kunci Melawan Corona, JK: Kecepatan  Bertindak dan Test Massal
Ikuti Imbauan Presiden RI, Danny Pomanto Salat Id Bersama Keluarga di Rumah

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  3. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  4. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  5. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  6. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  7. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  8. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  9. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  10. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Jakob Oetama, Tokoh Pers Terkemuka sekaligus Wartawan Kawakan Meninggal Dunia

Tokoh | 2020-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com [ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Hari ini, Rabu (9/9/2020) salah satu dari dua pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia, menyusul rekannya, PK Ojong yang meninggal lebih dulu di tahun 1980. Kabar duka ini datang siang tadi sekira pukul 13.05 WIB dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jakob Oetama meninggal karena mengalami gangguan multiorgan yang diperparah dengan usia yang sudah lanjut, yaitu 88 tahun. Dikenal sebagai guru, wartawan, dan juga pengusaha, JO, panggilan Jakob Oetama, telah menorehkan banyak karya dan hasil buah pikir semasa hidupnya.

Baca juga: Syekh Yusuf Menjadi Role Model bagi Nelson Mandela Melawan Apartheid

Di dunia jurnalistik, selain menjadi wartawan dan pimpinan tertinggi dari Harian Kompas, JO juga sempat menjabat sebagai pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Berdasarkan arsip pemberitaan Litbang Kompas, Jakob Oetama pertama kali dipilih menjadi pengurus pusat PWI pada tahun 1965.

Berdasarkan Kongres PWI ke-12, JO dipilih untuk menempati posisi Sekretaris Jenderal PWI (1965-1968). Selama menjabat sebagai Sekjen PWI, JO sempat ditunjuk menjadi anggota panitia khusus bentukan PWI yang ditugaskan mempelajari RUU Pokok Pers ketika itu, akhir November 1965.

Selain itu, ia juga dipercaya menjadi anggota dari tim koordinasi Pembinaan Media Massa di tahun berikutnya. Pertengahan tahun 1966, medio Mei, JO bersama Ketua I PWI, Jusuf Sirath pergi ke Berlin, Jerman selama 3 minggu memenuhi undangan pemerintah setempat untuk menghadiri seminar Federasi Wartawan Internasional.

Selama di sana, keduanya sempat juga diwawancarai salah satu radio Jerman, Deutsche Welle, membahas seputar dunia jurnalistik di Tanah Air.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020