Istilah "Gedung Putih" Mencuat di Sidang Kasus NA

Berita Sul-Sel | 2021-06-11

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang keempat perkara suap Nurdin Abdullah dengan terdakwa Agung Sucipto di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (10/6).
MAKASSAR, JALURINFO,- Saksi mengungkap istilah "Gedung Putih" dalam lanjutan sidang korupsi gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur dengan terdakwa yang penyuap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, Kamis (10/6).

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Makassar tersebut, saksi Raymond Halim, yang merupakan direktur di salah satu perusahaan Agung Sucipto itu tidak menjelaskan secara detail kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait istilah Gedung Putih yang terdapat pada isi pesan WhatsApp miliknya kepada terdakwa untuk pemberian fee 5 persen.

Raymond pun mengelak mengonfirmasi dirinya adalah salah satu direktur di perusahaan milik Agung Sucipto. Ia mengaku hanya sebagai pegawai yang beberapa kali diminta terdakwa untuk mencatat sejumlah instruksinya, termasuk perihal fee 5 persen kepada seseorang dengan sebutan nama "Gedung Putih".

Baca juga: Sulsel dan Beberapa Kabupaten/Kota Masuk Top 99 Innovasi, Plt Gubernur: Alhamdulillah

Dalam sidang itu jaksa terus berupaya menggali keterangan Raymond soal Gedung Putih. Namun, saksi enggan berterus terang terkait istilah tersebut.

"Saya tidak tahu [Gedung Putih merujuk ke siapa]. Saya hanya diminta untuk mencatat. Pak Agung sering minta saya mencatat agar nantinya bisa diingatkan," kata Raymond.




BERITA TERKAIT

Terungkap, Ternyata ini Alasan NA Non Jobkan Edy Rahmat Saat Jadi Gubernur
Job Fit Pejabat Pemkot Makassar Rampung, Setiap Peserta Direkomendasikan 3 Jabatan, Simak Selengkapnya.
Ini Rekomendasi Lengkap Pansel Soal Hasil Job Fit Pejabat di Lingkup Pemkot Makassar
Plt Inspektorat Sulsel Blak-blakan Soal Penyebab Sulsel Hanya Dapat WDP
Meski Sudah Vaksin, 7.272 Orang Sulsel Batal Berangkat Haji
Ruas Jalan Cabenge Soppeng Rusak Parah, Pemprov Sulsel Lakukan Rekonstruksi
Plt Gubernur Sulsel Bersama Kemenkes Godok RS Pusat Otak Nasional Senilai Rp  900 Miliar
ASS Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Berita Sul-Sel

ASS Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor

dibaca 2481 kali
Naoemi Octarina Tutup Rakerda PKK Sulsel Tahun 2021

Berita Sul-Sel

Naoemi Octarina Tutup Rakerda PKK Sulsel Tahun 2021

dibaca 2565 kali
Jatuh Saat Mendaki Gunung Latimojong, Pendaki Asal Jakarta Ini Meninggal Dunia

TERPOPULER

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (part-2)

  3. Kasus Baru Covid-19 Nyaris Menyentuh 13 Ribu, 3 Provinsi Ini Penyumbang Terbanyak

  4. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (1)

  5. Wujudkan Pangkep Hebat, Tim Unifa Hadiri Undangan Musrembang RPJMD Kabupaten Pangkep

  6. Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

  7. Hasil SBMPTN 2021 Diumumkan Senin Lusa, Cek Jam dan Linknya di sini

  8. Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

  9. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

  10. Terkait Rencana Pajak Sembako, Ekonom: Sebaiknya Hanya Berlaku di Retail Modern

RELIGI

Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

Terkait Haji, Yaqut: Kemenag Akan Fokus untuk Persiapan Haji Tahun Depan

Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

Calon Jamaah Haji Ramai-ramai Tarik Setoran Pelunasan, Begini Komentar Kemenag

Isu Dana Haji Disalahgunakan, Muhadjir Datangi BPKH

EKONOMI

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

  3. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

  4. Terkait Rencana Pajak Sembako, Ekonom: Sebaiknya Hanya Berlaku di Retail Modern

  5. Garuda Sudah Pangkas Lebih 20 Persen Karyawannya Sejak Pandemi

  6. Pelaku UMKM Sebut Munas Kadin Berkah bagi Sultra

  7. Gali Potensi Pajak, Pemerintah Akan Gabung Data NIK dan NPWP

  8. Menkeu Akan Kenakan Pajak 35 Persen Untuk Pendapatan 5 Milyar

  9. Jelang Idul Fitri, ini Jumlah Uang Tunai yang Disiapkan BTN

  10. Penjelasan Sri Mulyani Soal Penyebab THR PNS Tak Dibayar Penuh Tahun Ini

  11. Tak Cuma PNS, Jokowi dan Anggota DPR Juga Dipastikan Dapat THR

  12. Tindaklanjuti Aduan Terkait Pembayaran THR, Kemnaker Bentuk Posko THR Keagamaan 2021

Istilah "Gedung Putih" Mencuat di Sidang Kasus NA

Berita Sul-Sel | 2021-06-11

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sidang keempat perkara suap Nurdin Abdullah dengan terdakwa Agung Sucipto di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (10/6).
Choose Language!
MAKASSAR, JALURINFO,- Saksi mengungkap istilah "Gedung Putih" dalam lanjutan sidang korupsi gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur dengan terdakwa yang penyuap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, Kamis (10/6).

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Makassar tersebut, saksi Raymond Halim, yang merupakan direktur di salah satu perusahaan Agung Sucipto itu tidak menjelaskan secara detail kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait istilah Gedung Putih yang terdapat pada isi pesan WhatsApp miliknya kepada terdakwa untuk pemberian fee 5 persen.

Raymond pun mengelak mengonfirmasi dirinya adalah salah satu direktur di perusahaan milik Agung Sucipto. Ia mengaku hanya sebagai pegawai yang beberapa kali diminta terdakwa untuk mencatat sejumlah instruksinya, termasuk perihal fee 5 persen kepada seseorang dengan sebutan nama "Gedung Putih".

Baca juga: Sulsel dan Beberapa Kabupaten/Kota Masuk Top 99 Innovasi, Plt Gubernur: Alhamdulillah

Dalam sidang itu jaksa terus berupaya menggali keterangan Raymond soal Gedung Putih. Namun, saksi enggan berterus terang terkait istilah tersebut.

"Saya tidak tahu [Gedung Putih merujuk ke siapa]. Saya hanya diminta untuk mencatat. Pak Agung sering minta saya mencatat agar nantinya bisa diingatkan," kata Raymond.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020