Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Israel Tak Terkalahkan Hanya Mitos, Hizbullah Membuktikannya

Internasional | 2021-05-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Tank canggih Merkava Israel kala menyerang Hizbullah di Beirut. Ternyata meski didukung peralatan canggih Israel hanya mendapatkan hasil yang memalukan. Tentara Israel yang dimitoskan tak terkalahkan ternyata memilih mundur dari Lebanon. Hizbullah mulai saat itu berjaya dan mendapat hati dari rakyat Palestina. Mereka tak hirau lagi perbedaan mahzab Syiah dan Sunni.
Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

JALURINFO.COM - Benarkah Israel tak terkalahkan? Pertanyaan ini menarik. Pada saat ini kenyataannya memang Israel negara terkuat di Timur Tengah yang punya kekuatan militer. Dengan dukungan Amerika Serikat dan negara barat, Israel menjadi negara berkekuatan raksasa meski sejatinya wilayahnya cukup mungil saja.

Israel punya persenjataan canggih. Punya tak dan roket terbaru. Punya roket dan pesawat terbang buatan AS yang tak dijual di negara manapun alias pesawat tempur edisi terbatas. Selain itu tentu punya dana yang besar dan punya pasukan terlatih.

Sekali lagi, ini yang membuat aksioma bila Israel tak terkalahkan. Dan untuk soal ini ada tulisan menarik dari jurnalis New York Times. Penulis itu adalah John Kifner. Dia menulis artkel pada 30 Juli 2006. Judulnya: Israel Is Powerful, Yes. But Not So Invincible (Israel Itu Kuat, Ya. Tapi Tidak Begitu Tak Terkalahkan).

Tulisan yang berlatar belakang kegagalan Israel menekuk Hizbullah yang Syiah di Lebanon menjadi tinjuannya. Dan semua pasti tahu bila kekuatan bersenjata yang menguasai Hamas di Jalur Gaza pada hari-hari ini juga adalah bermahzab sama, yakni Syiah. Israel tahu persenjataan mereka kuat karena didukung Iran.

Jadi pertempuran yang kini terjadi di jalur Gaza tak berbeda dengan situasi kala Israel menggemour Hizboellah di Lebanon pada pertengahan dekade 2000-an. Di sini kemungkinan besar Israel hanya berani melakukan pengeboman dari udara tanpa berani merangsek masuk ke Gaza melalui serangan darat. Gaza hanya dibukin porak poranda dengan tujuan meruntuhkan dukungan warga kepada Hamas.

Tulisan soal kisah ketidakberdayaan Israel di Lebanon oleh John Kifnerselengkapnya begini:

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

No Exit?

Saat pertumpahan darah di Lebanon telah melewati minggu kedua - dengan sedikitnya 400 orang Lebanon tewas dan banyak lagi yang diperkirakan terkubur dalam puing-puing; sekitar 800.000 pengungsi, hampir seperempat populasi, melarikan diri; dan infrastruktur negara yang rapuh itu hancur - tidak ada jalan keluar yang mudah baik bagi Israel maupun Hizbullah.

Para pejuang kala itu terkunci dalam apa yang masing-masing dilihat sebagai perjuangan eksistensial yang mematikan. Pemenang yang sangat jelas, setidaknya untuk saat ini, adalah Hizbullah dan pemimpinnya, Sheik Hassan Nasrallah. (Kecuali, tentu saja, Israel berhasil dalam upayanya untuk membunuhnya.)

Sebagai satu-satunya pemimpin Arab yang terlihat telah mengalahkan Israel - berdasarkan penarikan mereka pada tahun 2000 dari pendudukan 18 tahun - dia sudah menikmati rasa hormat yang luas.

Sekarang, dengan Hizbullah berdiri teguh dan menimbulkan korban jiwa, dia telah menjadi pahlawan rakyat di seluruh dunia Muslim. Dia tampaknya menyatukan Sunni dan Syiah.

Adanya kebuntuan itu tentu saja mengejutkan Israel, yang serangannya terjadi sebagai tanggapan atas serangan lintas batas Hizbullah yang mengakibatkan kematian delapan tentara Israel dan penangkapan dua lainnya.

Inti dari rasa bertahan hidup bangsa yang diperangi adalah gagasan tentang tak terkalahkan. Kecerdasannya tahu segalanya, mitologi berjalan, dan tidak ada tentara yang berani melawannya.

***

Sebenarnya, Israel, sebagian, beruntung dalam musuh-musuhnya, sebagian besar rezim Arab dengan pasukan yang cocok terutama untuk menjaga agar rakyat mereka tetap terkendali. Apa yang dengan jelas dipahami dua minggu lalu sebagai pertempuran cepat menggunakan kekuatan udara dan serangan terhadap target tertentu dengan serangan komando untuk menurunkan sumber daya Hizbullah, terutama simpanan ribuan roketnya, telah berubah menjadi krisis.

"Israel masih jauh dari kemenangan yang menentukan dan tujuan utamanya belum tercapai," tulis analis militer yang paling dihormati di negara itu, Zeev Schiff, di harian Haaretz.

"Serangan ini malah hanya membuka lembar lanjut dari cerita utama Hizbullah, kata Sheik Nasrallah. Dia pun menyatakan, "Kami hanya perlu bertahan untuk mencapai menang."

Tampaknya semakin mungkin pada akhir pekan sebelumnya usai serangan itu. Faktanya, kini terjalin kesolidan yang kuat di antara komunitas Syiah yang jumlahnya mencapai 40 persen dari populasi Lebanon. Situasi ini mustahil untuk dihilangkan.

Dan masalah masih ada lagi. Yaln, meskipun Israel mengumumkan dalam beberapa hari terakhir, bahwa mereka telah menghancurkan 50 persen amunisi Hizbullah, gerilyawan terus menghujani lebih dari seratus roket sehari di Israel.

Dan pada hari Rabu, di Bint Jbail, sebuah kota yang menurut Israel mereka kuasai, penyergapan Hizbullah telah dilakukan dengan baik. Mereka menembaki pasukan infanteri dari Brigade Golani elit selama berjam-jam.

Malahan, kadang-kadang tembakan yang ditujukan kepada pasukan elit Israel ini begitu berat sehingga tentara brigade tidak bisa membalasnya.

Kala itu hasilnya, ada delapan orang Israel tewas. Tank Merkava yang sangat canggih direduksi menjadi ambulans dan beberapa dihancurkan.

****




BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 16668 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Israel Tak Terkalahkan Hanya Mitos, Hizbullah Membuktikannya

Internasional | 2021-05-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Tank canggih Merkava Israel kala menyerang Hizbullah di Beirut. Ternyata meski didukung peralatan canggih Israel hanya mendapatkan hasil yang memalukan. Tentara Israel yang dimitoskan tak terkalahkan ternyata memilih mundur dari Lebanon. Hizbullah mulai saat itu berjaya dan mendapat hati dari rakyat Palestina. Mereka tak hirau lagi perbedaan mahzab Syiah dan Sunni.
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

JALURINFO.COM - Benarkah Israel tak terkalahkan? Pertanyaan ini menarik. Pada saat ini kenyataannya memang Israel negara terkuat di Timur Tengah yang punya kekuatan militer. Dengan dukungan Amerika Serikat dan negara barat, Israel menjadi negara berkekuatan raksasa meski sejatinya wilayahnya cukup mungil saja.

Israel punya persenjataan canggih. Punya tak dan roket terbaru. Punya roket dan pesawat terbang buatan AS yang tak dijual di negara manapun alias pesawat tempur edisi terbatas. Selain itu tentu punya dana yang besar dan punya pasukan terlatih.

Sekali lagi, ini yang membuat aksioma bila Israel tak terkalahkan. Dan untuk soal ini ada tulisan menarik dari jurnalis New York Times. Penulis itu adalah John Kifner. Dia menulis artkel pada 30 Juli 2006. Judulnya: Israel Is Powerful, Yes. But Not So Invincible (Israel Itu Kuat, Ya. Tapi Tidak Begitu Tak Terkalahkan).

Tulisan yang berlatar belakang kegagalan Israel menekuk Hizbullah yang Syiah di Lebanon menjadi tinjuannya. Dan semua pasti tahu bila kekuatan bersenjata yang menguasai Hamas di Jalur Gaza pada hari-hari ini juga adalah bermahzab sama, yakni Syiah. Israel tahu persenjataan mereka kuat karena didukung Iran.

Jadi pertempuran yang kini terjadi di jalur Gaza tak berbeda dengan situasi kala Israel menggemour Hizboellah di Lebanon pada pertengahan dekade 2000-an. Di sini kemungkinan besar Israel hanya berani melakukan pengeboman dari udara tanpa berani merangsek masuk ke Gaza melalui serangan darat. Gaza hanya dibukin porak poranda dengan tujuan meruntuhkan dukungan warga kepada Hamas.

Tulisan soal kisah ketidakberdayaan Israel di Lebanon oleh John Kifnerselengkapnya begini:

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

No Exit?

Saat pertumpahan darah di Lebanon telah melewati minggu kedua - dengan sedikitnya 400 orang Lebanon tewas dan banyak lagi yang diperkirakan terkubur dalam puing-puing; sekitar 800.000 pengungsi, hampir seperempat populasi, melarikan diri; dan infrastruktur negara yang rapuh itu hancur - tidak ada jalan keluar yang mudah baik bagi Israel maupun Hizbullah.

Para pejuang kala itu terkunci dalam apa yang masing-masing dilihat sebagai perjuangan eksistensial yang mematikan. Pemenang yang sangat jelas, setidaknya untuk saat ini, adalah Hizbullah dan pemimpinnya, Sheik Hassan Nasrallah. (Kecuali, tentu saja, Israel berhasil dalam upayanya untuk membunuhnya.)

Sebagai satu-satunya pemimpin Arab yang terlihat telah mengalahkan Israel - berdasarkan penarikan mereka pada tahun 2000 dari pendudukan 18 tahun - dia sudah menikmati rasa hormat yang luas.

Sekarang, dengan Hizbullah berdiri teguh dan menimbulkan korban jiwa, dia telah menjadi pahlawan rakyat di seluruh dunia Muslim. Dia tampaknya menyatukan Sunni dan Syiah.

Adanya kebuntuan itu tentu saja mengejutkan Israel, yang serangannya terjadi sebagai tanggapan atas serangan lintas batas Hizbullah yang mengakibatkan kematian delapan tentara Israel dan penangkapan dua lainnya.

Inti dari rasa bertahan hidup bangsa yang diperangi adalah gagasan tentang tak terkalahkan. Kecerdasannya tahu segalanya, mitologi berjalan, dan tidak ada tentara yang berani melawannya.

***

Sebenarnya, Israel, sebagian, beruntung dalam musuh-musuhnya, sebagian besar rezim Arab dengan pasukan yang cocok terutama untuk menjaga agar rakyat mereka tetap terkendali. Apa yang dengan jelas dipahami dua minggu lalu sebagai pertempuran cepat menggunakan kekuatan udara dan serangan terhadap target tertentu dengan serangan komando untuk menurunkan sumber daya Hizbullah, terutama simpanan ribuan roketnya, telah berubah menjadi krisis.

"Israel masih jauh dari kemenangan yang menentukan dan tujuan utamanya belum tercapai," tulis analis militer yang paling dihormati di negara itu, Zeev Schiff, di harian Haaretz.

"Serangan ini malah hanya membuka lembar lanjut dari cerita utama Hizbullah, kata Sheik Nasrallah. Dia pun menyatakan, "Kami hanya perlu bertahan untuk mencapai menang."

Tampaknya semakin mungkin pada akhir pekan sebelumnya usai serangan itu. Faktanya, kini terjalin kesolidan yang kuat di antara komunitas Syiah yang jumlahnya mencapai 40 persen dari populasi Lebanon. Situasi ini mustahil untuk dihilangkan.

Dan masalah masih ada lagi. Yaln, meskipun Israel mengumumkan dalam beberapa hari terakhir, bahwa mereka telah menghancurkan 50 persen amunisi Hizbullah, gerilyawan terus menghujani lebih dari seratus roket sehari di Israel.

Dan pada hari Rabu, di Bint Jbail, sebuah kota yang menurut Israel mereka kuasai, penyergapan Hizbullah telah dilakukan dengan baik. Mereka menembaki pasukan infanteri dari Brigade Golani elit selama berjam-jam.

Malahan, kadang-kadang tembakan yang ditujukan kepada pasukan elit Israel ini begitu berat sehingga tentara brigade tidak bisa membalasnya.

Kala itu hasilnya, ada delapan orang Israel tewas. Tank Merkava yang sangat canggih direduksi menjadi ambulans dan beberapa dihancurkan.

****

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020