Harga Hampir Tembus Satu Juta per Gram, Bagaimana Potensi Keuntungan Jika Investasi Emas Saat Ini?

Ekonomi | 2020-07-11

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JALURINFO,- Harga emas di pasar internasional kembali meroket akhir-akhir ini. Bahkan, harga emas sempat menyentuh kisaran US$1.900 per troy ons dan mencetak rekor tertinggi setelah 2011, sebelum akhirnya kembali lagi ke kisaran US$1.800 per troy ons.

Hal ini pun berdampak pada harga emas di dalam negeri, misalnya yang diperjualbelikan oleh PT Antam (Persero) Tbk. Harga beli emas Antam yang semula berada di kisaran Rp800 ribu, kini sudah nyaris Rp1 juta per gram, tepatnya Rp937 ribu per gram pada Jumat (10/7).

Lantas, apakah ini saatnya berinvestasi di emas? Bagaimana potensi keuntungannya ke depan?

Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad kenaikan harga emas belakangan ini memang cukup menggiurkan untuk investasi. Apalagi bila kekhawatiran terhadap gelombang kedua virus corona atau covid-19 masih ada.

Suka tidak suka, sentimen negatif ini yang berhasil membuat harga emas naik. Sebab dari sentimen ini, investor pasar keuangan menjadi panik dan memindahkan dananya dari pasar saham ke emas yang dianggap lebih aman.

"Dengan ketakutan terhadap rekor-rekor jumlah kasus baru dan ekonomi yang tidak kunjung pulih, pasar goyang, saham naik turun, dolar AS naik, rupiah dari Rp13 ribu sekarang Rp14 ribu lagi, investor lari ke emas dan harganya naik," ujar Teja kepada CNNIndonesia.com.

Kendati begitu, Teja mengatakan sebaiknya masyarakat tak buru-buru latah ingin mencicipi peluang keuntungan dari emas. Sebab, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli emas dan bermimpi dapat untung.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Pertama, menurutnya, pembelian emas justru tidak cukup tepat dilakukan saat ini ketika harga beli emas nyaris menyentuh Rp1 juta per gram.

Kenapa? Pasalnya, harga sudah terlalu tinggi.

Menurut Teja, justru lebih baik masyarakat menunggu harga emas mereda dulu sebelum akhirnya nanti bisa naik lagi ketika ketidakpastian akibat corona menyelimuti perekonomian. Bila harga beli sudah agak turun, barulah emas cocok dibeli.

Misalnya, saat ini sudah di kisaran Rp937 ribu per gram, maka tunggulah sampai harga sedikit di bawah Rp900 ribu per gram. Sebab, ini akan mengacu pada alasan kedua, yaitu pertimbangan harga jual emas.

Saat ini, dengan harga beli Rp937 ribu, harga jual emas berada di kisaran Rp835 ribu per gram. Maka, ada selisih sekitar Rp100 ribu setelah membeli emas dan ketika ingin menjualnya.

"Kalau sekarang beli emas dengan harga tinggi, justru pas jual tidak bisa dengan harga yang sama. Jadi usahakan beli ketika harga beli lagi turun," katanya.

Ketiga, selisih harga jual dan beli ini membuat calon pembeli perlu menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah, bukan pendek. Bila ingin investasi jangka pendek lebih baik ke reksadana daripada emas.

"Karena dalam waktu dekat tidak akan untung, masih ada gap dari selisih harga beli dan jual. Perlu kesabaran, kalau baru beli bentar langsung jual, untungnya tipis, bahkan lebih besar kemungkinan belum untung," terangnya.

Keempat, hitung dulu modal untuk tempat penyimpanan apalagi bila yang dibeli merupakan emas fisik. Maka, perlu ada tempat penyimpanan yang memadai agar emas tidak hilang dan rusak, begitu juga dengan keuntungan yang diharapkan.

Penyimpanan ini memang bisa dilakukan tanpa modal bila rumah aman, tapi risiko selalu ada. Bila ingin lebih aman, tentu perlu brankas atau bahkan Safe Deposit Box (SDB) di bank.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Harga Hampir Tembus Satu Juta per Gram, Bagaimana Potensi Keuntungan Jika Investasi Emas Saat Ini?

Ekonomi | 2020-07-11

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Harga emas di pasar internasional kembali meroket akhir-akhir ini. Bahkan, harga emas sempat menyentuh kisaran US$1.900 per troy ons dan mencetak rekor tertinggi setelah 2011, sebelum akhirnya kembali lagi ke kisaran US$1.800 per troy ons.

Hal ini pun berdampak pada harga emas di dalam negeri, misalnya yang diperjualbelikan oleh PT Antam (Persero) Tbk. Harga beli emas Antam yang semula berada di kisaran Rp800 ribu, kini sudah nyaris Rp1 juta per gram, tepatnya Rp937 ribu per gram pada Jumat (10/7).

Lantas, apakah ini saatnya berinvestasi di emas? Bagaimana potensi keuntungannya ke depan?

Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad kenaikan harga emas belakangan ini memang cukup menggiurkan untuk investasi. Apalagi bila kekhawatiran terhadap gelombang kedua virus corona atau covid-19 masih ada.

Suka tidak suka, sentimen negatif ini yang berhasil membuat harga emas naik. Sebab dari sentimen ini, investor pasar keuangan menjadi panik dan memindahkan dananya dari pasar saham ke emas yang dianggap lebih aman.

"Dengan ketakutan terhadap rekor-rekor jumlah kasus baru dan ekonomi yang tidak kunjung pulih, pasar goyang, saham naik turun, dolar AS naik, rupiah dari Rp13 ribu sekarang Rp14 ribu lagi, investor lari ke emas dan harganya naik," ujar Teja kepada CNNIndonesia.com.

Kendati begitu, Teja mengatakan sebaiknya masyarakat tak buru-buru latah ingin mencicipi peluang keuntungan dari emas. Sebab, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli emas dan bermimpi dapat untung.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Pertama, menurutnya, pembelian emas justru tidak cukup tepat dilakukan saat ini ketika harga beli emas nyaris menyentuh Rp1 juta per gram.

Kenapa? Pasalnya, harga sudah terlalu tinggi.

Menurut Teja, justru lebih baik masyarakat menunggu harga emas mereda dulu sebelum akhirnya nanti bisa naik lagi ketika ketidakpastian akibat corona menyelimuti perekonomian. Bila harga beli sudah agak turun, barulah emas cocok dibeli.

Misalnya, saat ini sudah di kisaran Rp937 ribu per gram, maka tunggulah sampai harga sedikit di bawah Rp900 ribu per gram. Sebab, ini akan mengacu pada alasan kedua, yaitu pertimbangan harga jual emas.

Saat ini, dengan harga beli Rp937 ribu, harga jual emas berada di kisaran Rp835 ribu per gram. Maka, ada selisih sekitar Rp100 ribu setelah membeli emas dan ketika ingin menjualnya.

"Kalau sekarang beli emas dengan harga tinggi, justru pas jual tidak bisa dengan harga yang sama. Jadi usahakan beli ketika harga beli lagi turun," katanya.

Ketiga, selisih harga jual dan beli ini membuat calon pembeli perlu menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah, bukan pendek. Bila ingin investasi jangka pendek lebih baik ke reksadana daripada emas.

"Karena dalam waktu dekat tidak akan untung, masih ada gap dari selisih harga beli dan jual. Perlu kesabaran, kalau baru beli bentar langsung jual, untungnya tipis, bahkan lebih besar kemungkinan belum untung," terangnya.

Keempat, hitung dulu modal untuk tempat penyimpanan apalagi bila yang dibeli merupakan emas fisik. Maka, perlu ada tempat penyimpanan yang memadai agar emas tidak hilang dan rusak, begitu juga dengan keuntungan yang diharapkan.

Penyimpanan ini memang bisa dilakukan tanpa modal bila rumah aman, tapi risiko selalu ada. Bila ingin lebih aman, tentu perlu brankas atau bahkan Safe Deposit Box (SDB) di bank.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020