Hajar Aswad: TKA China Gunakan Visa Kerja

Ekonomi | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad
KONAWE, JALURINFO,- Terkait informasi yang mungkin saja meragukan soal kelengkapan dokumen izin tinggal TKA asal China yang akan bekerja di PT VDNI dan PT OSS di Morosi (Kabupaten Konawe), Kantor Imigrasi Kendari usai memeriksa dokumen visa yang digunakan 156 TKA China yang tiba di Sulawesi Tenggara (Sultra) gelombang pertama, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu dilakukan pihak Imigrasi setelah ratusan TKA asal Tiongkok itu selesei melakukan karantina selama 14 hari di perusahaan tempat mereka bekerja di Kabupaten Konawe.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Imigrasi, diketahui bahwa 156 TKA tersebut menggunakan visa kerja, atau visa 312.

“Dari pemeriksaan dokumen yang dilakukan Kantor Imigrasi Kendari, (Rabu/ 8/7/2020), 156 TKA yang tiba pada gelombang pertama ini menggunakan visa 312 atau visa bekerja yang masa berlakunya selama 6 bulan kedepan. Sementara paspor berlaku hingga 3 maret 2021 mendatang,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad, kepada wartawan.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Hajar Aswad: TKA China Gunakan Visa Kerja

Ekonomi | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

KONAWE, JALURINFO,- Terkait informasi yang mungkin saja meragukan soal kelengkapan dokumen izin tinggal TKA asal China yang akan bekerja di PT VDNI dan PT OSS di Morosi (Kabupaten Konawe), Kantor Imigrasi Kendari usai memeriksa dokumen visa yang digunakan 156 TKA China yang tiba di Sulawesi Tenggara (Sultra) gelombang pertama, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu dilakukan pihak Imigrasi setelah ratusan TKA asal Tiongkok itu selesei melakukan karantina selama 14 hari di perusahaan tempat mereka bekerja di Kabupaten Konawe.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Imigrasi, diketahui bahwa 156 TKA tersebut menggunakan visa kerja, atau visa 312.

“Dari pemeriksaan dokumen yang dilakukan Kantor Imigrasi Kendari, (Rabu/ 8/7/2020), 156 TKA yang tiba pada gelombang pertama ini menggunakan visa 312 atau visa bekerja yang masa berlakunya selama 6 bulan kedepan. Sementara paspor berlaku hingga 3 maret 2021 mendatang,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad, kepada wartawan.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020