Grafik Positif Corona Melandai di PSBB Jilid II, Anies : Itu Bukan Tujuan Akhir

Nasional | 2020-09-27

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).(Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)
MAKASSAR, JALURINFO,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari mulai Senin (28/9) mendatang. Perpanjangan PSBB ini diklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Jakarta yang disebut menurun.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan," kata Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Menurut catatan Anies, penerapan PSBB pada 12 hari pertama di bulan September, penambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Namun, dalam 12 hari berikutnya, penambahan kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Di sisi lain, berdasarkan Data Pemprov DKI Jakarta, pada 30 Agustus kasus positif sebanyak 39.280 kasus, sedangkan 11 September jumlah kasus positif sebanyak 52.321. Artinya, selama periode tersebut jumlah kasus meningkat 33 persen atau bertambah 13.041 kasus.

Meski kasus aktif diklaim menurun, namun angka kematian di periode itu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Berdasarkan data, selama 12-23 September, jumlah orang yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 268 orang.

Karena data tersebut, Anies mengakui tingkat kematian sekitar 2,5 persen masih menjadi pekerjaan rumah DKI. "Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat," ujarnya menambahkan.

Adapun perpanjangan yang dilakukan oleh DKI akan menutup ratusan restoran, kafe, tempat kerja hingga hotel. Penutupan ini direspons oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Krisnadi.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Grafik Positif Corona Melandai di PSBB Jilid II, Anies : Itu Bukan Tujuan Akhir

Nasional | 2020-09-27

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).(Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari mulai Senin (28/9) mendatang. Perpanjangan PSBB ini diklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Jakarta yang disebut menurun.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan," kata Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Menurut catatan Anies, penerapan PSBB pada 12 hari pertama di bulan September, penambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Namun, dalam 12 hari berikutnya, penambahan kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Di sisi lain, berdasarkan Data Pemprov DKI Jakarta, pada 30 Agustus kasus positif sebanyak 39.280 kasus, sedangkan 11 September jumlah kasus positif sebanyak 52.321. Artinya, selama periode tersebut jumlah kasus meningkat 33 persen atau bertambah 13.041 kasus.

Meski kasus aktif diklaim menurun, namun angka kematian di periode itu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Berdasarkan data, selama 12-23 September, jumlah orang yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 268 orang.

Karena data tersebut, Anies mengakui tingkat kematian sekitar 2,5 persen masih menjadi pekerjaan rumah DKI. "Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat," ujarnya menambahkan.

Adapun perpanjangan yang dilakukan oleh DKI akan menutup ratusan restoran, kafe, tempat kerja hingga hotel. Penutupan ini direspons oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Krisnadi.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020