Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Fenomena "Kutu Loncat" di Dunia Politik, Pengamat Komentar Begini

Politik & Pilkada | 2021-03-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
MAKASSAR, JALURINFO,- Fenomena politisi kutu loncat atau pindah partai kerap terjadi. Berpindah dari satu partai ke partai lain memang bukan hal baru lagi. Bahkan tidak sedikit elite politik yang justru melupakan partai yang telah membesarkan namanya.

Terbaru, Abdul Rahman Assegaf, memilih meninggalkan Partai Berkarya Pangkep dan berlabuh ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mantan calon Bupati Pangkep itu bahkan dinobatkan sebagai ketua PKB Pangkep pada Muscab serentak lalu.

Sebelum bergabung dengan PKB, Rahman Assegaf terbilang cukup sukses memimpin Berkarya. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Rahman Assegaf mampu mendudukan dua kader Berkarya di parlemen.

Namun pada saat Pilkada 2020, Partai Berkarya justru tak mengusungnya. Sebelum itu, Bupati terpilih Toraja Utara Yohannis Bassang (Ombas) meninggalkan Demokrat dan bergabung di Golkar.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

“Insya Allah, amanah yang diberikan hari ini kita jalankan sebaik-baiknya bersama seluruh kader dan fungsionaris PKB Pangkep,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahman mengatakan konsolidasi akan segera dilakukan untuk menggerakkan seluruh kader hingga tingkat paling terdepan yang bersentuhan ke masyarakat.

“Bismillah, kita langsung bergerak untuk konsolidasi menyusun kepengurusan hingga ke desa,” tegasnya.

Kemudian, Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif yang lompat keluar melepas statusnya sebagai kader Demokrat.

Tak cukup sampai disitu, Wakil Bupati Maros, Suhartina Boharti juga digadang-gadang akan meninggalkan Partai Amanat Nasional (PAN) Maros dan akan bergabung dengan Golkar. Ia disebut-sebut bakal menahkodai Beringin Maros.

Rahman Assegaf mengatakan, bergabungnya ia di PKB atas dorongan sejumlah pihak. “Jadi elite-elite PKB yang ada di kabupaten (Pangkep) meminta saya untuk bergabung,” ujarnya.

Namun menurutnya, PKB dan dirinya secara historis sangat dekat karena selalu bersama berjuang untuk kepentingan rakyat Pangkep. Apalagi secara emosional, dirinya adalah bagian dari keluarga besar NU.




BERITA TERKAIT

Bertemu Pendukungnya di Makassar, Anies: Jangan
Jelang Uji Kelayakan dan Kepatutan, Dua Kandidat Ketua Demokrat Sulsel Perang Opini
Jelang Musda Demokrat, Dua Kandidat Saling Klaim Kantongi Dukungan
NH Deklarasikan Diri Maju Pilgub Sulsel, Begini Kata Pengamat
Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M
Tak Ingin Kehilangan Waktu, IAS Gemakan “AHY Presiden, IAS Gubernur”
Di Ultahnya, Gubernur Ganjar Pakai Songkok Bone dan Lipa Sabbe -Ganjar:  Saya dengan Pak Amran Sudah Berteman Sejak Lama
Elektabilitas Airlangga masih Rendah, Golkar Tetap Optimistis Usung Jadi Capres
HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid
NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

Politik & Pilkada

NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

dibaca 20512 kali

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  10. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Fenomena "Kutu Loncat" di Dunia Politik, Pengamat Komentar Begini

Politik & Pilkada | 2021-03-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Fenomena politisi kutu loncat atau pindah partai kerap terjadi. Berpindah dari satu partai ke partai lain memang bukan hal baru lagi. Bahkan tidak sedikit elite politik yang justru melupakan partai yang telah membesarkan namanya.

Terbaru, Abdul Rahman Assegaf, memilih meninggalkan Partai Berkarya Pangkep dan berlabuh ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mantan calon Bupati Pangkep itu bahkan dinobatkan sebagai ketua PKB Pangkep pada Muscab serentak lalu.

Sebelum bergabung dengan PKB, Rahman Assegaf terbilang cukup sukses memimpin Berkarya. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Rahman Assegaf mampu mendudukan dua kader Berkarya di parlemen.

Namun pada saat Pilkada 2020, Partai Berkarya justru tak mengusungnya. Sebelum itu, Bupati terpilih Toraja Utara Yohannis Bassang (Ombas) meninggalkan Demokrat dan bergabung di Golkar.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

“Insya Allah, amanah yang diberikan hari ini kita jalankan sebaik-baiknya bersama seluruh kader dan fungsionaris PKB Pangkep,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahman mengatakan konsolidasi akan segera dilakukan untuk menggerakkan seluruh kader hingga tingkat paling terdepan yang bersentuhan ke masyarakat.

“Bismillah, kita langsung bergerak untuk konsolidasi menyusun kepengurusan hingga ke desa,” tegasnya.

Kemudian, Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif yang lompat keluar melepas statusnya sebagai kader Demokrat.

Tak cukup sampai disitu, Wakil Bupati Maros, Suhartina Boharti juga digadang-gadang akan meninggalkan Partai Amanat Nasional (PAN) Maros dan akan bergabung dengan Golkar. Ia disebut-sebut bakal menahkodai Beringin Maros.

Rahman Assegaf mengatakan, bergabungnya ia di PKB atas dorongan sejumlah pihak. “Jadi elite-elite PKB yang ada di kabupaten (Pangkep) meminta saya untuk bergabung,” ujarnya.

Namun menurutnya, PKB dan dirinya secara historis sangat dekat karena selalu bersama berjuang untuk kepentingan rakyat Pangkep. Apalagi secara emosional, dirinya adalah bagian dari keluarga besar NU.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020