Fenomena Korupsi Gubernur

Berita Sul-Sel | 2021-03-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
MAKASSAR, JALURINFO.COM,- GUBERNUR Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tak lama kemudian ditetapkan menjadi tersangka. Ia disangka dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Konstruksi pasal di atas, tentu saja ialah pasal tentang suap. Jika dirujuk, dalam kasus Nurdin Abdullah, yang terjadi ialah adanya proses suap-menyuap yang dilakukan, dan itu diketahui dengan detail oleh KPK.

Sangat jarang terjadi OTT semacam itu tidak didahului dengan penyadapan. Artinya, dalam sadapan, konstruksi perkaranya akan kelihatan tentang siapa yang meminta, siapa yang menjadi penghubung dan kapan, serta di mana dilaksanakan pemberian dan hal lainnya. Itu sebabnya, sulit menolak tatkala Nurdin Abdullah dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan, hampir dipastikan ia menjadi tersangka dengan konstruksi yang kemudian dijelaskan KPK.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Membaca korupsinya

Dalam suatu perkara korupsi yang melibatkan aparat pemerintahan, seperti yang terjadi atas Gubernur Sulsel, biasanya punya faktor umum dan faktor khusus dalam konteks korupsinya. Yang khusus, bisa dilihat dalam peta korupsi yang terjadi pada Nurdin Abdullah. Awalnya, ketika memimpin Kabupaten Bantaeng, ia relatif mendapatkan peta politik yang lebih sederhana dan lebih mudah ia kontrol.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Fenomena Korupsi Gubernur

Berita Sul-Sel | 2021-03-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM,- GUBERNUR Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tak lama kemudian ditetapkan menjadi tersangka. Ia disangka dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Konstruksi pasal di atas, tentu saja ialah pasal tentang suap. Jika dirujuk, dalam kasus Nurdin Abdullah, yang terjadi ialah adanya proses suap-menyuap yang dilakukan, dan itu diketahui dengan detail oleh KPK.

Sangat jarang terjadi OTT semacam itu tidak didahului dengan penyadapan. Artinya, dalam sadapan, konstruksi perkaranya akan kelihatan tentang siapa yang meminta, siapa yang menjadi penghubung dan kapan, serta di mana dilaksanakan pemberian dan hal lainnya. Itu sebabnya, sulit menolak tatkala Nurdin Abdullah dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan, hampir dipastikan ia menjadi tersangka dengan konstruksi yang kemudian dijelaskan KPK.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Membaca korupsinya

Dalam suatu perkara korupsi yang melibatkan aparat pemerintahan, seperti yang terjadi atas Gubernur Sulsel, biasanya punya faktor umum dan faktor khusus dalam konteks korupsinya. Yang khusus, bisa dilihat dalam peta korupsi yang terjadi pada Nurdin Abdullah. Awalnya, ketika memimpin Kabupaten Bantaeng, ia relatif mendapatkan peta politik yang lebih sederhana dan lebih mudah ia kontrol.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020