Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Fahri Hamzah Soroti Feodalisme di Sekitar Pemerintahan

Nasional | 2020-08-19

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.
JAKARTA, JALURINFO,- Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah dengan tegas mengkritik soal feodalisme di dalam pemerintahan.

Mulanya, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya selama ini adalah seorang pengkritik.

Ia tidak hanya mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, namun juga pemerintah sebelumnya.

"Saya ini pengkritik semua pemerintah, saya mengritik Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dua periode, mengritik Pak Jokowi juga tapi kalau kita tahu apa sih sebenarnya itu," jelas Fahri.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Fahri mengatakan bahwa sistem feodalisme oleh orang-orang yang berkuasa itu membuat suatu bangsa tidak berjalan dengan baik.

"Memang feodalisme di negara kita itu dahsyat sekali kalau orang sudah memiliki banyak uang, banyak kekuasaan, itu yang menggrogoti di sekitarnya, membuatnya tidak rasional," ungkapnya.

Lalu ia menyinggung bagaimana orang yang berkuasa menggunakan sejumlah simbol-simbol dalam penampilannya yang membuat dirinya tampak makin besar.

"Kan kekuasaan seperti itu, membangun mitos kebesarannya maka dia pakai mahkota, baju kebesaran, kegagahan supaya orang takut, supaya orang menjaga jarak," kata dia.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Fahri Hamzah Soroti Feodalisme di Sekitar Pemerintahan

Nasional | 2020-08-19

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah dengan tegas mengkritik soal feodalisme di dalam pemerintahan.

Mulanya, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya selama ini adalah seorang pengkritik.

Ia tidak hanya mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, namun juga pemerintah sebelumnya.

"Saya ini pengkritik semua pemerintah, saya mengritik Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dua periode, mengritik Pak Jokowi juga tapi kalau kita tahu apa sih sebenarnya itu," jelas Fahri.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Fahri mengatakan bahwa sistem feodalisme oleh orang-orang yang berkuasa itu membuat suatu bangsa tidak berjalan dengan baik.

"Memang feodalisme di negara kita itu dahsyat sekali kalau orang sudah memiliki banyak uang, banyak kekuasaan, itu yang menggrogoti di sekitarnya, membuatnya tidak rasional," ungkapnya.

Lalu ia menyinggung bagaimana orang yang berkuasa menggunakan sejumlah simbol-simbol dalam penampilannya yang membuat dirinya tampak makin besar.

"Kan kekuasaan seperti itu, membangun mitos kebesarannya maka dia pakai mahkota, baju kebesaran, kegagahan supaya orang takut, supaya orang menjaga jarak," kata dia.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020