DPRD sudah Gelontarkan Dana APBD sebanyak Rp300 miliar Dalam Penanganan Covid-19

Berita Sul-Sel | 2020-07-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
MAKASSAR, JALURINFO,- DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelontorkan dana sebesar Rp200 lebih atau hampir Rp300 miliar menggunakan anggaran APBD, di dalam penanganan covid-19.

"Saya tidak mengetahui jumlah pastinya berapa, hanya saja waktu rapat disampaikan dana untuk covid-19 yang telah disalurkan atau terpakai sekitar Rp200 lebih atau hampir Rp300 miliar diambil dari anggaran APBD," ungkap Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni'matullah Erbe kepada Jalurinfo.com, di ruangannya Kantor DPRD Prov. Sulsel, Senin (27/7/2020)

Ni'matullah bilang, dana tersebut sudah disalurkan ke beberapa daerah.

"Kegunaan anggaran tersebut macam-macam, seperti perbaikan rumah sakit, banyak pembelian Alat Pelindung Diri (APD), tes swab, rapid test, termasuk pembayaran hotel karena ada dokter yang stand by di hotel seperti dokter psikolog," jelasnya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Bukan hanya itu, Ni'matullah juga menanggapi mengapa jumlah kasus covid-19 masih tinggi, utamanya di Makassar.

Dari data yang dilansir covid19.sulselprov.go.id, per Senin (27/7) jumlah kasus positif virus corona di Makassar mencapai 4.781 orang

"Saya juga sama Pak Gubernur bilang, gampang jika mau dikasi landai angkanya. Yakni, berhenti tes sehingga, memungkin data OTG, ODP, PDP juga positif pasti akan turun datanya. Hanya saja, bukan seperti itu," ucapnya.

Menurut Ni'matullah, pemerintah konsisten baik Pemda provinsi maupun Pemda kabupaten kota terutama Kota Maksssar, masih gencar melakukan rapid test dan swab tes.

"Itu bagus karena pemerintah gencar memburu dan proaktif mencari OTG, ODP, setelah itu dilakukan isolasi atau dikarantinakan," jelasnya.

Menurut Ni'matullah, sebagai Wakil DPRD, ia menilai itu merupakan indikasi mereka bekerja.

"Gugus tugas kita itu, on the track dalam pekerjaan, olehnya itu datanya naik," sebutnya




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

DPRD sudah Gelontarkan Dana APBD sebanyak Rp300 miliar Dalam Penanganan Covid-19

Berita Sul-Sel | 2020-07-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelontorkan dana sebesar Rp200 lebih atau hampir Rp300 miliar menggunakan anggaran APBD, di dalam penanganan covid-19.

"Saya tidak mengetahui jumlah pastinya berapa, hanya saja waktu rapat disampaikan dana untuk covid-19 yang telah disalurkan atau terpakai sekitar Rp200 lebih atau hampir Rp300 miliar diambil dari anggaran APBD," ungkap Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni'matullah Erbe kepada Jalurinfo.com, di ruangannya Kantor DPRD Prov. Sulsel, Senin (27/7/2020)

Ni'matullah bilang, dana tersebut sudah disalurkan ke beberapa daerah.

"Kegunaan anggaran tersebut macam-macam, seperti perbaikan rumah sakit, banyak pembelian Alat Pelindung Diri (APD), tes swab, rapid test, termasuk pembayaran hotel karena ada dokter yang stand by di hotel seperti dokter psikolog," jelasnya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Bukan hanya itu, Ni'matullah juga menanggapi mengapa jumlah kasus covid-19 masih tinggi, utamanya di Makassar.

Dari data yang dilansir covid19.sulselprov.go.id, per Senin (27/7) jumlah kasus positif virus corona di Makassar mencapai 4.781 orang

"Saya juga sama Pak Gubernur bilang, gampang jika mau dikasi landai angkanya. Yakni, berhenti tes sehingga, memungkin data OTG, ODP, PDP juga positif pasti akan turun datanya. Hanya saja, bukan seperti itu," ucapnya.

Menurut Ni'matullah, pemerintah konsisten baik Pemda provinsi maupun Pemda kabupaten kota terutama Kota Maksssar, masih gencar melakukan rapid test dan swab tes.

"Itu bagus karena pemerintah gencar memburu dan proaktif mencari OTG, ODP, setelah itu dilakukan isolasi atau dikarantinakan," jelasnya.

Menurut Ni'matullah, sebagai Wakil DPRD, ia menilai itu merupakan indikasi mereka bekerja.

"Gugus tugas kita itu, on the track dalam pekerjaan, olehnya itu datanya naik," sebutnya

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020