DPR Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Bentrok FPI-Polisi

Nasional | 2020-12-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil
JAKARTA, JALURINFO,- Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil meminta Presiden Joko “Jokowi” Widodo membentuk tim pencari fakta terkait peristiwa bentrok antara polisi dan pendukung Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu disampaikannya melalui Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Moeldoko dalam rapat kerja di Komisi II DPR RI, Senin (7/12/2020)

“Karena ada kesimpang siuran informasi terkait peristiwa tersebut. Mudah-mudahan dengan tim pencari fakta, kita dapatkan kebenaran dengan peristiwa tersebut," kata Nasir dalam rapat tersebut.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

1. Moeldoko akan sampaikan usulan DPR ke Jokowi

Menjawab usulan tersebut, Moeldoko mengatakan bakal menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Tentang tim pencari fakta saya belum bisa memberikan komentar. Tapi akan kami sampaikan nanti," kata Moeldoko.

2. Istana belum bisa menjawab tentang peristiwa bentrok polisi-FPI

Jokowi tinjau food estate di Kalimantan Tengah (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Selain soal permintaan tim pencari fakta, anggota Komisi II Sodik Mujahid juga menanyakan terkait informasi perihal bentrokan tersebut kepada Moeldoko. Namun, Moeldoko belum bisa memastikan detail.

"Tentang isu yang baru saja lagi hangat-hangatnya saya belum bisa memberikan informasi yang sesungguhnya pak, karena saya baru membaca di media dan ini perlu dikelola dengan sangat baik dan perlu akurasi yang sangat tinggi. Perlu proses dan saya sudah mengkalkulasi situasinya seperti apa karena kejadian ini cukup sensitif," kata Moeldoko.

(Berita terkait: Ini Kronologi Versi FPI dan Polisi terkait 6 Pengawal Rizieq Shihab yang Tewas Ditembak)

3. Begini kronologi baku tembak versi polisi




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

DPR Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Bentrok FPI-Polisi

Nasional | 2020-12-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil meminta Presiden Joko “Jokowi” Widodo membentuk tim pencari fakta terkait peristiwa bentrok antara polisi dan pendukung Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu disampaikannya melalui Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Moeldoko dalam rapat kerja di Komisi II DPR RI, Senin (7/12/2020)

“Karena ada kesimpang siuran informasi terkait peristiwa tersebut. Mudah-mudahan dengan tim pencari fakta, kita dapatkan kebenaran dengan peristiwa tersebut," kata Nasir dalam rapat tersebut.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

1. Moeldoko akan sampaikan usulan DPR ke Jokowi

Menjawab usulan tersebut, Moeldoko mengatakan bakal menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Tentang tim pencari fakta saya belum bisa memberikan komentar. Tapi akan kami sampaikan nanti," kata Moeldoko.

2. Istana belum bisa menjawab tentang peristiwa bentrok polisi-FPI

Jokowi tinjau food estate di Kalimantan Tengah (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Selain soal permintaan tim pencari fakta, anggota Komisi II Sodik Mujahid juga menanyakan terkait informasi perihal bentrokan tersebut kepada Moeldoko. Namun, Moeldoko belum bisa memastikan detail.

"Tentang isu yang baru saja lagi hangat-hangatnya saya belum bisa memberikan informasi yang sesungguhnya pak, karena saya baru membaca di media dan ini perlu dikelola dengan sangat baik dan perlu akurasi yang sangat tinggi. Perlu proses dan saya sudah mengkalkulasi situasinya seperti apa karena kejadian ini cukup sensitif," kata Moeldoko.

(Berita terkait: Ini Kronologi Versi FPI dan Polisi terkait 6 Pengawal Rizieq Shihab yang Tewas Ditembak)

3. Begini kronologi baku tembak versi polisi

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020