Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Diusulkan Masuk Aglomerasi, Tak Ada Pembatasan Di Wilayah Luwu Raya Bila Disetujui Dishub Sulsel

Berita Sul-Sel | 2021-05-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara
PALOPO, JALURINFO.COM - Pemerintah menginstruksikan larangan mudik lebaran tahun ini. Langkah tersebut diputuskan, sebagai upaya untuk menekan penyebaran wabah virus Covid-19. Hanya saja, apakah dibolehkan mudik dalam lingkup Luwu Raya?

Selain Mamminasata yang terdiri Kota Makassar, Kab. Maros, Sungguminasa, dan Takalar masuk dalam kategori aglomerasi di Sulsel. Beberapa Dinas Perhubungan daerah di Luwu Raya beberapa waktu lalu telah mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel agar Luwu Raya juga masuk kategori aglomerasi.

Alasan usulan tersebut dianggap sangat realistis. Di antaranya adalah Luwu Raya yang terdiri dari empat daerah otonom, yaitu Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Lutim itu saling terhubung, baik dari segi kekerabatan, budaya, pekerjaaan dan domisili tinggal.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara, saat dikonfirmasi Wartawan, Selasa 4 Mei 2021 di ruang kerjanya.

Menurut Hakim sapaan akrab mantan Ketua KNPI Lutra bahwa, Luwu Raya ini dilihat dari letak georafisnya sangat terhubung dan soal pekerjaan ada orang yang kerja di Luwu Utara tinggalnya di Palopo, begitu pula sebaliknya. Begitu juga di Luwu Timur ada yang tinggal di Lutra kerjanya di Lutim.

“Jadi menurut kami sangat terhubung satu sama lainnya. Sehingga menurut kami Kadis Perhubungan se-Luwu Raya sepakat untuk mengusulkan Luwu Raya masuk kategori aglomerasi,” papar Hakim.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  3. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  4. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  5. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  6. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  7. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  8. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  9. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  10. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Diusulkan Masuk Aglomerasi, Tak Ada Pembatasan Di Wilayah Luwu Raya Bila Disetujui Dishub Sulsel

Berita Sul-Sel | 2021-05-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

PALOPO, JALURINFO.COM - Pemerintah menginstruksikan larangan mudik lebaran tahun ini. Langkah tersebut diputuskan, sebagai upaya untuk menekan penyebaran wabah virus Covid-19. Hanya saja, apakah dibolehkan mudik dalam lingkup Luwu Raya?

Selain Mamminasata yang terdiri Kota Makassar, Kab. Maros, Sungguminasa, dan Takalar masuk dalam kategori aglomerasi di Sulsel. Beberapa Dinas Perhubungan daerah di Luwu Raya beberapa waktu lalu telah mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel agar Luwu Raya juga masuk kategori aglomerasi.

Alasan usulan tersebut dianggap sangat realistis. Di antaranya adalah Luwu Raya yang terdiri dari empat daerah otonom, yaitu Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Lutim itu saling terhubung, baik dari segi kekerabatan, budaya, pekerjaaan dan domisili tinggal.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara, saat dikonfirmasi Wartawan, Selasa 4 Mei 2021 di ruang kerjanya.

Menurut Hakim sapaan akrab mantan Ketua KNPI Lutra bahwa, Luwu Raya ini dilihat dari letak georafisnya sangat terhubung dan soal pekerjaan ada orang yang kerja di Luwu Utara tinggalnya di Palopo, begitu pula sebaliknya. Begitu juga di Luwu Timur ada yang tinggal di Lutra kerjanya di Lutim.

“Jadi menurut kami sangat terhubung satu sama lainnya. Sehingga menurut kami Kadis Perhubungan se-Luwu Raya sepakat untuk mengusulkan Luwu Raya masuk kategori aglomerasi,” papar Hakim.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020