Detik-detik Mencekam Istana Jelang Gus Dur Lengser

Nasional | 2021-07-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gus Dur didampingi putrinya, Yenny Wahid saat menyapa pendukungnya di luar istana. (AFP/OKA BUDHI)
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tepat 20 tahun lalu, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dimakzulkan dalam Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Senin 23 Juli 2001. Beberapa hari jelang hari pemakzulan, situasi mencekam sudah terasa di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dari mulai moncong panser di Lapangan Monas yang mengarah ke Istana, hingga kerumunan pendukung Gus Dur yang memadati Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Bahkan situasi di dalam Istana digambarkan putri Gus Dur, Anita Hayatunnufus Wahid, saat itu tak kalah tegangnya.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

"Memang terasa mencekam banget," kata Anita.

Ia menggambarkan saat itu orang-orang terdekat Gus Dur berdiskusi, terutama soal konsekuensi dari maklumat Gus Dur.

Gus Dur saat itu mengeluarkan tiga maklumat sebagai bentuk perlawanan pada Sidang Istimewa MPR yang diagendakan digelar pada 23 Juli 2001. Maklumat dikeluarkan dini hari jelang pelaksanaan Sidang Istimewa.

Isi maklumat itu adalah Pembubaran MPR/DPR, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan membekukan Partai Golkar.

"Setiap saya menoleh, ada beberapa orang yang bergerombol ngomogin itu, jadi suasananya tegang banget," kata Anita.

Belum lagi hal-hal janggal seperti petugas Rumah Tangga Kepresidenan yang mulai memisahkan barang-barang pribadi keluarganya dan barang inventaris milik istana.

Padahal saat itu Gus Dur belum resmi dimakzulkan.

"Secara etika mempertanyakan. Ini apa sih. Kok dari rasanya, kayak seakan-akan sudah tahu Bapak akan keluar dari sini," kata Anita

Sementara di seberang Istana menurut Anita, di lapangan Monas, ratusan moncong panser dan tank milik tentara mengarah ke Istana. Kendaraan-kendaraan tempur TNI telah terparkir di sana untuk menggelar apel sejak beberapa hari sebelum hari pelengseran Gus Dur.

Suasana mencekam juga diakui putri Gus Dur yang lain, Alissa Qotrunnada Wahid. Anak sulung Gus Duritu mengatakan, sang ayah saat itu meminta agar ibu mereka, Sinta Nuriyah diungsikan sementara ke kediaman pribadi di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Namun Alissa menolak dan bersikeras untuk tetap bersama Gus Dur di Istana apapun yang terjadi.

"Saya enggak mau. Saya bilang, `Enggak pak, kita sama bapak`," kata Alissa, Jumat (16/7).

Namun Gus Dur juga berkeras. `Ini kondisi sudah bahaya nak... Apapun bisa terjadi, jadi, udah bapak saja di sini. Tapi kalian harus pulang, kamu harus jagain mama`," kata Alissa menirukan ucapan Gus Dur saat itu.

Alissa hanya bisa menangis mendengar jawaban Gus Dur. Alissa khawatir jika berpisah saat itu, ia bakal sulit bertemu dengan ayahnya lagi.

Alissa juga mengaku beberapa kali melihat Gus Dur marah dan bicara dengan nada tinggi bahkan sampai menggebrak meja.

Alissa belakang baru tahu dari Mahfud MD, bahwa saat itu Gus Dur marah besar karena ada pihak yang menawarkan bantuan pada Gus Dur namun syaratnya akan ada penerapan syariat Islam di Indonesia.

"Gus Dur waktu itu sampai gebrak meja, terus ngomong, itu sama saja membubarkan Indonesia," kata Alissa.

"Jadi memang situasinya sangat tegang," kata putri sulung Gus Dur itu.

Detik-detik Mencekam Istana Jelang Gus Dur Lengser
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dimakzulkan pada 20 Juli 2001. (AFP/OKA BUDHI)



BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Detik-detik Mencekam Istana Jelang Gus Dur Lengser

Nasional | 2021-07-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gus Dur didampingi putrinya, Yenny Wahid saat menyapa pendukungnya di luar istana. (AFP/OKA BUDHI)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tepat 20 tahun lalu, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dimakzulkan dalam Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Senin 23 Juli 2001. Beberapa hari jelang hari pemakzulan, situasi mencekam sudah terasa di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dari mulai moncong panser di Lapangan Monas yang mengarah ke Istana, hingga kerumunan pendukung Gus Dur yang memadati Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Bahkan situasi di dalam Istana digambarkan putri Gus Dur, Anita Hayatunnufus Wahid, saat itu tak kalah tegangnya.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

"Memang terasa mencekam banget," kata Anita.

Ia menggambarkan saat itu orang-orang terdekat Gus Dur berdiskusi, terutama soal konsekuensi dari maklumat Gus Dur.

Gus Dur saat itu mengeluarkan tiga maklumat sebagai bentuk perlawanan pada Sidang Istimewa MPR yang diagendakan digelar pada 23 Juli 2001. Maklumat dikeluarkan dini hari jelang pelaksanaan Sidang Istimewa.

Isi maklumat itu adalah Pembubaran MPR/DPR, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan membekukan Partai Golkar.

"Setiap saya menoleh, ada beberapa orang yang bergerombol ngomogin itu, jadi suasananya tegang banget," kata Anita.

Belum lagi hal-hal janggal seperti petugas Rumah Tangga Kepresidenan yang mulai memisahkan barang-barang pribadi keluarganya dan barang inventaris milik istana.

Padahal saat itu Gus Dur belum resmi dimakzulkan.

"Secara etika mempertanyakan. Ini apa sih. Kok dari rasanya, kayak seakan-akan sudah tahu Bapak akan keluar dari sini," kata Anita

Sementara di seberang Istana menurut Anita, di lapangan Monas, ratusan moncong panser dan tank milik tentara mengarah ke Istana. Kendaraan-kendaraan tempur TNI telah terparkir di sana untuk menggelar apel sejak beberapa hari sebelum hari pelengseran Gus Dur.

Suasana mencekam juga diakui putri Gus Dur yang lain, Alissa Qotrunnada Wahid. Anak sulung Gus Duritu mengatakan, sang ayah saat itu meminta agar ibu mereka, Sinta Nuriyah diungsikan sementara ke kediaman pribadi di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Namun Alissa menolak dan bersikeras untuk tetap bersama Gus Dur di Istana apapun yang terjadi.

"Saya enggak mau. Saya bilang, `Enggak pak, kita sama bapak`," kata Alissa, Jumat (16/7).

Namun Gus Dur juga berkeras. `Ini kondisi sudah bahaya nak... Apapun bisa terjadi, jadi, udah bapak saja di sini. Tapi kalian harus pulang, kamu harus jagain mama`," kata Alissa menirukan ucapan Gus Dur saat itu.

Alissa hanya bisa menangis mendengar jawaban Gus Dur. Alissa khawatir jika berpisah saat itu, ia bakal sulit bertemu dengan ayahnya lagi.

Alissa juga mengaku beberapa kali melihat Gus Dur marah dan bicara dengan nada tinggi bahkan sampai menggebrak meja.

Alissa belakang baru tahu dari Mahfud MD, bahwa saat itu Gus Dur marah besar karena ada pihak yang menawarkan bantuan pada Gus Dur namun syaratnya akan ada penerapan syariat Islam di Indonesia.

"Gus Dur waktu itu sampai gebrak meja, terus ngomong, itu sama saja membubarkan Indonesia," kata Alissa.

"Jadi memang situasinya sangat tegang," kata putri sulung Gus Dur itu.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Detik-detik Mencekam Istana Jelang Gus Dur Lengser
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dimakzulkan pada 20 Juli 2001. (AFP/OKA BUDHI)

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020