Trump Mundur dari Konflik, Berikut Perbandingan Kekuatan Amerika vs Iran

Internasional | 2020-04-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Presiden Amerika Serikat, DOnald Trump
www.jinfonews.com,- Dikutip dari laman CNN Indonesia, Kekhawatiran terjadinya perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan mundur dari konflik.

AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk membalas serangan rudal dan roket Iran ke basis pasukan mereka di Irak yang diluncurkan sebagai balasan atas kematian jenderal top Qasem Soleimani.

Sejumlah pihak menganggap sikap Trump itu di luar prediksi, karena tidak sedikit yang mengira AS akan merespons lewat serangan lebih dahsyat meski tidak satupun tentara mereka yang tewas akibat rudal Iran.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nostalgiawan Wahyudi menilai pernyataan dramatis Trump itu memalukan. Sebab, Trump baru menyatakan tak ingin berperang dengan Iran setelah pasukan AS berhasil membunuh Soleimani.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Namun, Nostalgiawan mengatakan langkah itu diambil Trump bukan karena takut akan pembalasan Iran. Ia menganggap Trump memang tak memiliki uang untuk menggiring AS untuk berperang secara lebih luas lagi dengan Iran.

"Kita tahu bahwa operasi pembunuhan Soleimani diperintahkan Trump tanpa sepengetahuan dan persetujuan Kongres AS. Tanpa persetujuan Kongres AS, anggaran perang tidak akan pernah turun sehingga Trump tidak punya sumber dana untuk berperang lebih jauh dengan Iran," kata Nostalgiawan saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (13/1).

Sementara, di AS sendiri genderang perang terhadap Iran tidak bersambut, bahkan dikecam. Dewan Perwakilan AS mesti menggelar jajak pendapat demi mencegah Trump berperang dengan Iran.

Selain itu, protes publik AS terhadap pembunuhan Soleimani turut membuat Trump berpikir dua kali untuk terlibat konfrontasi militer lebih jauh lagi dengan Iran. [Gambas:Video CNN] "Publik AS menolak, mereka tak ingin perang. Publik AS saya rasa dalam keadaan lelah untuk berkonflik. Ini yang juga masuk dalam pertimbangan Trump untuk akhirnya mundur dari konfrontasi dengan Iran," kata dia.

Nostalgiawan juga mensinyalir bahwa pembunuhan Soleimani hanya upaya Trump untuk mengalihkan isu pemakzulan yang tengah diproses di Senat.

Menurut dia , Trump sengaja membuat keputusan dramatis dengan melakukan penyerangan terhadap Iran demi mengalihkan perhatian publik terutama para pendukung terhadap isu pemakzulan.

Meski tak memiliki modal yang cukup untuk adu kuat dengan Iran, Nostalgiawan menduga Trump tetap akan berupaya menekan Iran dengan serangkaian sanksi.

Ia menganggap Trump melihat sanksi dan embargo lebih efektif melemahkan rezim Iran dari dalam ketimbang harus berperang melalui jalur militer.

Iran Sadar Belum Kuat

Di saat bersamaan, Iran juga menunjukkan sinyal untuk menurunkan tensi. Presiden Iran Hassan Rouhani sepakat bahwa satu-satunya solusi untuk mengakhiri krisis dengan AS adalah dengan penurunan eskalasi.

Akan tetapi, Nostalgiawan menilai Iran juga sama-sama tak memiliki sumber dan kapabilitas yang cukup jika harus berperang dengan AS.

Trump Mundur dari Konflik, Berikut Perbandingan Kekuatan Amerika vs Iran
Infografis Kekuatan Iran vs Amerika Serikat



BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 17270 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Trump Mundur dari Konflik, Berikut Perbandingan Kekuatan Amerika vs Iran

Internasional | 2020-04-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Presiden Amerika Serikat, DOnald Trump
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

www.jinfonews.com,- Dikutip dari laman CNN Indonesia, Kekhawatiran terjadinya perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan mundur dari konflik.

AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk membalas serangan rudal dan roket Iran ke basis pasukan mereka di Irak yang diluncurkan sebagai balasan atas kematian jenderal top Qasem Soleimani.

Sejumlah pihak menganggap sikap Trump itu di luar prediksi, karena tidak sedikit yang mengira AS akan merespons lewat serangan lebih dahsyat meski tidak satupun tentara mereka yang tewas akibat rudal Iran.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nostalgiawan Wahyudi menilai pernyataan dramatis Trump itu memalukan. Sebab, Trump baru menyatakan tak ingin berperang dengan Iran setelah pasukan AS berhasil membunuh Soleimani.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Namun, Nostalgiawan mengatakan langkah itu diambil Trump bukan karena takut akan pembalasan Iran. Ia menganggap Trump memang tak memiliki uang untuk menggiring AS untuk berperang secara lebih luas lagi dengan Iran.

"Kita tahu bahwa operasi pembunuhan Soleimani diperintahkan Trump tanpa sepengetahuan dan persetujuan Kongres AS. Tanpa persetujuan Kongres AS, anggaran perang tidak akan pernah turun sehingga Trump tidak punya sumber dana untuk berperang lebih jauh dengan Iran," kata Nostalgiawan saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (13/1).

Sementara, di AS sendiri genderang perang terhadap Iran tidak bersambut, bahkan dikecam. Dewan Perwakilan AS mesti menggelar jajak pendapat demi mencegah Trump berperang dengan Iran.

Selain itu, protes publik AS terhadap pembunuhan Soleimani turut membuat Trump berpikir dua kali untuk terlibat konfrontasi militer lebih jauh lagi dengan Iran. [Gambas:Video CNN] "Publik AS menolak, mereka tak ingin perang. Publik AS saya rasa dalam keadaan lelah untuk berkonflik. Ini yang juga masuk dalam pertimbangan Trump untuk akhirnya mundur dari konfrontasi dengan Iran," kata dia.

Nostalgiawan juga mensinyalir bahwa pembunuhan Soleimani hanya upaya Trump untuk mengalihkan isu pemakzulan yang tengah diproses di Senat.

Menurut dia , Trump sengaja membuat keputusan dramatis dengan melakukan penyerangan terhadap Iran demi mengalihkan perhatian publik terutama para pendukung terhadap isu pemakzulan.

Meski tak memiliki modal yang cukup untuk adu kuat dengan Iran, Nostalgiawan menduga Trump tetap akan berupaya menekan Iran dengan serangkaian sanksi.

Ia menganggap Trump melihat sanksi dan embargo lebih efektif melemahkan rezim Iran dari dalam ketimbang harus berperang melalui jalur militer.

Iran Sadar Belum Kuat

Di saat bersamaan, Iran juga menunjukkan sinyal untuk menurunkan tensi. Presiden Iran Hassan Rouhani sepakat bahwa satu-satunya solusi untuk mengakhiri krisis dengan AS adalah dengan penurunan eskalasi.

Akan tetapi, Nostalgiawan menilai Iran juga sama-sama tak memiliki sumber dan kapabilitas yang cukup jika harus berperang dengan AS.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Trump Mundur dari Konflik, Berikut Perbandingan Kekuatan Amerika vs Iran
Infografis Kekuatan Iran vs Amerika Serikat

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020