Prof. Amran ,Quraish, Appi, BAK dan Guru Besar Bedah Covid di Hardiknas

Pendidikan | 2020-05-03

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Forum Peduli Pendidikan Sulawesi Selatan dan LPM Parangtambung memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 dengan membedah Covid-19 via zoom Sabtu 2/5 pukul 16.00-17.30 sore
JINFONEWS.COM,- Forum Peduli Pendidikan Sulsel dan LPM Parangtambung peringati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 dengan membedah Covid 19 via zoom, Sabtu (2/5).

Diskusi yang diikuti 50 orang dari Kab.Maros, Sulbar, Jawa Barat, Jakarta dan Makassar memeroleh antusias para peserta.

Pembicara Utama Prof.Dr.H.Amran Razak, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, memulai diskusi setelah diantar ketua MOI Sulsel selaku moderator Muslimin Kamase.

Menurut Amran, penanganan covid masih terkesan pada penanganan struktural, belum menyentuh aspek penanganan fungsional. Akibatnya, masyarakat lebih agresif mengambil peran utama ikut serta terlibat menangani Covid daripada pemerintah.

Baca juga: Kurikulum Merdeka Disebut Bisa Atasi Krisis Pembelajaran

” Pemerintah Indonesia akhirnya memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengecualikan 8 perkara. Sebelumnya, sejumlah Perguruan Tinggi ternama, pakar-pakar kesehatan masyarakat dan sejumlah pemprov serta Kab/Kota di Indonesia lebih memilih lockdown” kata Prof.Dr.Amran Razak dalam pengantarnya di Diskusi Bukunya berjudul” Menakar Kemampuan Negara Menangani Covid 19 Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik”.

Sementara CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, S.H., berharap ravid tes sebaiknya memilih random dari lorong-lorong dimulai 100 orang setiap lorong atau RT.

Prof. Amran ,Quraish, Appi, BAK dan Guru Besar Bedah Covid di Hardiknas
Menakar Kemampuan Negara Menangani Covid 19 Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik



BERITA TERKAIT

Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Maros Lakukan Monitoring dan Evaluasi Dana BOS dan RA se Kabupaten Maros
Pilrek Unhas, Tiga Kandidat Berebut Suara Menteri
Hasil Pemilihan Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026
Data SPADA Kemendikbud, LMS Unifa Raih Peringkat Kedua Jumlah Pengguna Aktif
Tak Ingin Gegabah, Taufan Pawe Belum Putuskan Tambahan Sekolah PTM
Dies Natalis ke-73, FEB Unhas Resmikan Renovasi Fasilitas Gedung
Pertanyaan Ahli Sejarah: Mengapa Soeharto tak Diculik PKI?
YBM PLN Beri Beasiswa Tahfidz An Nur Tompobulu
Ini 22 Daerah di Sulsel yang sudah bisa Melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Prof Jamaluddin Daftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unhas periode 2022-2026

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Prof. Amran ,Quraish, Appi, BAK dan Guru Besar Bedah Covid di Hardiknas

Pendidikan | 2020-05-03

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Forum Peduli Pendidikan Sulawesi Selatan dan LPM Parangtambung memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 dengan membedah Covid-19 via zoom Sabtu 2/5 pukul 16.00-17.30 sore
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Forum Peduli Pendidikan Sulsel dan LPM Parangtambung peringati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 dengan membedah Covid 19 via zoom, Sabtu (2/5).

Diskusi yang diikuti 50 orang dari Kab.Maros, Sulbar, Jawa Barat, Jakarta dan Makassar memeroleh antusias para peserta.

Pembicara Utama Prof.Dr.H.Amran Razak, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, memulai diskusi setelah diantar ketua MOI Sulsel selaku moderator Muslimin Kamase.

Menurut Amran, penanganan covid masih terkesan pada penanganan struktural, belum menyentuh aspek penanganan fungsional. Akibatnya, masyarakat lebih agresif mengambil peran utama ikut serta terlibat menangani Covid daripada pemerintah.

Baca juga: Kurikulum Merdeka Disebut Bisa Atasi Krisis Pembelajaran

” Pemerintah Indonesia akhirnya memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengecualikan 8 perkara. Sebelumnya, sejumlah Perguruan Tinggi ternama, pakar-pakar kesehatan masyarakat dan sejumlah pemprov serta Kab/Kota di Indonesia lebih memilih lockdown” kata Prof.Dr.Amran Razak dalam pengantarnya di Diskusi Bukunya berjudul” Menakar Kemampuan Negara Menangani Covid 19 Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik”.

Sementara CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, S.H., berharap ravid tes sebaiknya memilih random dari lorong-lorong dimulai 100 orang setiap lorong atau RT.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Prof. Amran ,Quraish, Appi, BAK dan Guru Besar Bedah Covid di Hardiknas
Menakar Kemampuan Negara Menangani Covid 19 Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020