Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

NASA: Misi SpaceX ke Luar Angkasa Bisa Gagal dan Bunuh Kru

Teknologi | 2020-05-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi SpaceX. (AP/Miguel Roberts)
JINFONEWS.COM,- Dikutip dari CNN Indonesia, badan Antariksa Amerika Serikan (NASA) menyatakan misi peluncuran perdana manusia dengan menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX bernama Crew Dragon sangat berisiko. NASA mengatakan misi yang bernama Demo-2 itu memiliki potensi gagal meluncur dan membunuh kru di dalamnya.

SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2020 telah bekerja selama hampir satu dekade dengan NASA untuk merancang, membangun, dan menerbangkan pesawat ruang angkasa Crew Dragon.

Program Kru Komersial NASA yang membawahi misi Demo-2 sejatinya telah mewajibkan SpaceX dan Boeing yang juga mengembangkan pesawat ruang angkasa baru, yakni CST-100 Starliner untuk memenuhi persyaratan keselamatan sebelum menerbangkan astronaut.

Namun, kehilangan kru dan kehilangan misi paling menonjol dalam pemeriksaan misi tersebut.

Melansir Business Insider, NASA menyampaikan angka risiko awak pesawat SpaceX adalah 1 banding 276 dan angka risiko misinya adalah 1 banding 60. Oleh karena itu, risiko terhadap misi tersebut diperkirakan sekitar 4,5 kali risiko terhadap kru.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Hitungan risiko itu sebagian karena pekerjaan SpaceX pada emergency-abort system, yang pada bulan Januari membuktikannya dapat menerbangkan pesawat ruang angkasa Crew Dragon ke tempat yang aman dan jauh dari roket Falcon 9 yang hancur.

Namun, SpaceX dikabarkan juga bekerja untuk membatasi risiko sampah antariksa, asteroid, debu komet, dan puing-puing lainnya yang dapat membahayakan misi, baik melalui pekerjaan pelindung pesawat ruang angkasa tambahan dan proses untuk memotret kapal sebelum meninggalkan ISS.

"Anda terbang dengan kecepatan tinggi di ruang angkasa dan ada mikrometeorit dan puing-puing di luar sana. Itulah yang paling kami khawatirkan, terus terang," kata Leroy Chiao, mantan astronaut NASA yang pernah diluncurkan ke luar angkasa empat kali.

"Itu sebabnya semua pesawat ruang angkasa memiliki perisai, tetapi tentu saja jika Anda mendapatkan pukulan yang cukup besar, perisai tidak akan melindungi Anda," ujarnya.




BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

NASA: Misi SpaceX ke Luar Angkasa Bisa Gagal dan Bunuh Kru

Teknologi | 2020-05-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi SpaceX. (AP/Miguel Roberts)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Dikutip dari CNN Indonesia, badan Antariksa Amerika Serikan (NASA) menyatakan misi peluncuran perdana manusia dengan menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX bernama Crew Dragon sangat berisiko. NASA mengatakan misi yang bernama Demo-2 itu memiliki potensi gagal meluncur dan membunuh kru di dalamnya.

SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2020 telah bekerja selama hampir satu dekade dengan NASA untuk merancang, membangun, dan menerbangkan pesawat ruang angkasa Crew Dragon.

Program Kru Komersial NASA yang membawahi misi Demo-2 sejatinya telah mewajibkan SpaceX dan Boeing yang juga mengembangkan pesawat ruang angkasa baru, yakni CST-100 Starliner untuk memenuhi persyaratan keselamatan sebelum menerbangkan astronaut.

Namun, kehilangan kru dan kehilangan misi paling menonjol dalam pemeriksaan misi tersebut.

Melansir Business Insider, NASA menyampaikan angka risiko awak pesawat SpaceX adalah 1 banding 276 dan angka risiko misinya adalah 1 banding 60. Oleh karena itu, risiko terhadap misi tersebut diperkirakan sekitar 4,5 kali risiko terhadap kru.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Hitungan risiko itu sebagian karena pekerjaan SpaceX pada emergency-abort system, yang pada bulan Januari membuktikannya dapat menerbangkan pesawat ruang angkasa Crew Dragon ke tempat yang aman dan jauh dari roket Falcon 9 yang hancur.

Namun, SpaceX dikabarkan juga bekerja untuk membatasi risiko sampah antariksa, asteroid, debu komet, dan puing-puing lainnya yang dapat membahayakan misi, baik melalui pekerjaan pelindung pesawat ruang angkasa tambahan dan proses untuk memotret kapal sebelum meninggalkan ISS.

"Anda terbang dengan kecepatan tinggi di ruang angkasa dan ada mikrometeorit dan puing-puing di luar sana. Itulah yang paling kami khawatirkan, terus terang," kata Leroy Chiao, mantan astronaut NASA yang pernah diluncurkan ke luar angkasa empat kali.

"Itu sebabnya semua pesawat ruang angkasa memiliki perisai, tetapi tentu saja jika Anda mendapatkan pukulan yang cukup besar, perisai tidak akan melindungi Anda," ujarnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020