Konsekuensi penundaan Pilkada, Jabatan Kepala Daerah Terpilih Lebih Singkat

Politik & Pilkada | 2020-05-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JINFONEWS.COM,- Perppu penundaan Pilkada telah diketok. Pemerintah memutuskan pemungutan suara Pilkada 2020 digeser ke Desember 2020. Namun apabila kondisi belum membaik, Pilkada masih dapat ditunda kembali.

Hal tersebut terjadi sebab Pasal 201 dan Pasal 202 UU Pilkada disisipkan satu pasal, yakni Pasal 201A. Dimana pada ayat (3) diatur bahwa pemungutan suara dapat diundur lagi apabila memang pada bulan Desember 2020 pemungutan suara belum bisa dilaksanakan karena wabah virus Corona atau Covid-19.

Konsekuensi penundaan Pilkada ini yakni masa jabatan kepala daerah (Kada) terpilih lebih singkat. Apa lagi jika Pilkada 9 Desember 2020 kembali ditunda ke September 2021, maka masa jabatan kada terpilih tidak sampai 5 tahun, tetapi hanya sekitar dua tahun.

UU Pilkada Pasal 201 ayat (7) UU 10/2016 menyebutkan bahwa gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota hasil Pilkada 2020 menjabat sampai dengan 2024. Tepatnya hingga November 2024, yang menurut Pasal 201 ayat (8), ialah Pikada serentak nasional.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir menjelaskan, masa jabatan kepala daerah terpilih akan disesuaikan jika Pilkada sudah resmi digelar.

“Jadi, penundaan dilakukan dalam rangka penanggulangan penyebaran virus Corona. Dan agar pilkada serentak tetap berlangsung demokratis dan berkualitas untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Menurutnya, Perppu yang menganjurkan Pilkada Desember 2020 sifatnya masih relatif dan masih bisa berubah kapan saja sesuai kondisi. Oleh sebab itu, jika Pilkada kedepan digelar 2020 atau 2021 maka masa bakti kada tentu disesuaikan.

“Jadi berdasarkan UU, maka masa jabatan kepala daerah terpilih 2020 atau 2021 akan disesuaikan dengan masa rentang waktu Pilkada serentak 2024 nantinya,” jelasnya, Selasa (12/5/2020).

Bakal Calon Bupati Maros, Chaidir Syam tak mempermasalahkan rentang waktu yang singkat untuk jabatan kepala daerah terpilih, jika itu sesuai dengan amanah UU yang berlaku. “Bagi kami, no problem. Yang jelas siapapun terpilih bisa jalankan amanah rakyat,” ujarnya.

Sebagai bakal cakal calon kepala daerah, Chaidir Syam membatasi diri dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat karena wabah virus Corona. “Kami sudah menunda beberapa pertemuan atau sosialisasi kami. Ini akibat virus Corona,” jelas Chaidir.

Menurut Chaidir, sosialisasi ke masyarakat tidak lagi langsung turun ke lapangan. Melainkan sosialisasi lewat media sosial. “Banyak hal kita lakukan, tujuannya apa, mengikuti imbauan pemerintah,” ucap legislator DPRD Maros ini.

Bakal calon Wali Kota Makassar, lrman Yasin Limpo alias None mengungkapkan, ia akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab jika mendapat kepercayaan rakyat.

Konsekuensi penundaan Pilkada, Jabatan Kepala Daerah Terpilih Lebih Singkat
Partai Golkar Sulsel Resmi Usung Danny



BERITA TERKAIT

Bertemu Pendukungnya di Makassar, Anies: Jangan
Jelang Uji Kelayakan dan Kepatutan, Dua Kandidat Ketua Demokrat Sulsel Perang Opini
Jelang Musda Demokrat, Dua Kandidat Saling Klaim Kantongi Dukungan
NH Deklarasikan Diri Maju Pilgub Sulsel, Begini Kata Pengamat
Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M
Tak Ingin Kehilangan Waktu, IAS Gemakan “AHY Presiden, IAS Gubernur”
Di Ultahnya, Gubernur Ganjar Pakai Songkok Bone dan Lipa Sabbe -Ganjar:  Saya dengan Pak Amran Sudah Berteman Sejak Lama
Elektabilitas Airlangga masih Rendah, Golkar Tetap Optimistis Usung Jadi Capres
HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid
NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

Politik & Pilkada

NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

dibaca 62681 kali

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Konsekuensi penundaan Pilkada, Jabatan Kepala Daerah Terpilih Lebih Singkat

Politik & Pilkada | 2020-05-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Perppu penundaan Pilkada telah diketok. Pemerintah memutuskan pemungutan suara Pilkada 2020 digeser ke Desember 2020. Namun apabila kondisi belum membaik, Pilkada masih dapat ditunda kembali.

Hal tersebut terjadi sebab Pasal 201 dan Pasal 202 UU Pilkada disisipkan satu pasal, yakni Pasal 201A. Dimana pada ayat (3) diatur bahwa pemungutan suara dapat diundur lagi apabila memang pada bulan Desember 2020 pemungutan suara belum bisa dilaksanakan karena wabah virus Corona atau Covid-19.

Konsekuensi penundaan Pilkada ini yakni masa jabatan kepala daerah (Kada) terpilih lebih singkat. Apa lagi jika Pilkada 9 Desember 2020 kembali ditunda ke September 2021, maka masa jabatan kada terpilih tidak sampai 5 tahun, tetapi hanya sekitar dua tahun.

UU Pilkada Pasal 201 ayat (7) UU 10/2016 menyebutkan bahwa gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota hasil Pilkada 2020 menjabat sampai dengan 2024. Tepatnya hingga November 2024, yang menurut Pasal 201 ayat (8), ialah Pikada serentak nasional.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir menjelaskan, masa jabatan kepala daerah terpilih akan disesuaikan jika Pilkada sudah resmi digelar.

“Jadi, penundaan dilakukan dalam rangka penanggulangan penyebaran virus Corona. Dan agar pilkada serentak tetap berlangsung demokratis dan berkualitas untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Menurutnya, Perppu yang menganjurkan Pilkada Desember 2020 sifatnya masih relatif dan masih bisa berubah kapan saja sesuai kondisi. Oleh sebab itu, jika Pilkada kedepan digelar 2020 atau 2021 maka masa bakti kada tentu disesuaikan.

“Jadi berdasarkan UU, maka masa jabatan kepala daerah terpilih 2020 atau 2021 akan disesuaikan dengan masa rentang waktu Pilkada serentak 2024 nantinya,” jelasnya, Selasa (12/5/2020).

Bakal Calon Bupati Maros, Chaidir Syam tak mempermasalahkan rentang waktu yang singkat untuk jabatan kepala daerah terpilih, jika itu sesuai dengan amanah UU yang berlaku. “Bagi kami, no problem. Yang jelas siapapun terpilih bisa jalankan amanah rakyat,” ujarnya.

Sebagai bakal cakal calon kepala daerah, Chaidir Syam membatasi diri dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat karena wabah virus Corona. “Kami sudah menunda beberapa pertemuan atau sosialisasi kami. Ini akibat virus Corona,” jelas Chaidir.

Menurut Chaidir, sosialisasi ke masyarakat tidak lagi langsung turun ke lapangan. Melainkan sosialisasi lewat media sosial. “Banyak hal kita lakukan, tujuannya apa, mengikuti imbauan pemerintah,” ucap legislator DPRD Maros ini.

Bakal calon Wali Kota Makassar, lrman Yasin Limpo alias None mengungkapkan, ia akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab jika mendapat kepercayaan rakyat.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Konsekuensi penundaan Pilkada, Jabatan Kepala Daerah Terpilih Lebih Singkat
Partai Golkar Sulsel Resmi Usung Danny

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020