I’tikaf di Rumah Selama Ramadhan, Bolehkah?

Religi | 2020-05-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Jmaah yang I'tikaf di Masjid
JINFONEWS.COM,- Ramadhan kali ini bisa disebut sebagai Ramadhan yang ‘berbeda’. Mengingat saat ini umat Islam menghadapi bulan suci ini di tengah persebaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Muslim yang baik akan bersikap bijak dalam menghadapi bulan Ramadhan kali ini dengan senantiasa waspada dan hati-hati dalam menjalankan ibadah.

Jangan sampai maksud ibadah yang suci justru ternodai dengan ambisi pribadi dan sikap gegabah, sehingga berdampak buruk terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Salah satu sikap kehati-hatian dalam menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini adalah dengan lebih memprioritaskan beribadah di rumah daripada beribadah di masjid, terlebih bagi masyarakat yang berada di daerah yang sudah berstatus zona merah Covid-19, seperti halnya imbauan para ulama dan pemerintah.

Beribadah di masjid secara simbol memang tampak lebih bermakna dan menjanjikan pahalanya, namun akan menjadi malapetaka tatkala berakibat tersebarnya wabah penyakit, dan hal demikian jelas merupakan larangan agama Islam. Salah satu ibadah khusus yang hanya dapat dilakukan di masjid adalah i’tikaf.

I’tikaf yang biasanya gencar dilakukan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan guna menggapai malam lailatul qadar, memang hanya dapat dilakukan di masjid dengan berpijak pada pendapat mayoritas ulama. Namun dalam kondisi saat ini, perlu kiranya untuk lebih mengedepankan keselamatan diri sendiri dan masyarakat secara umum dengan cukup i’tikaf di ruangan yang dikhususkan untuk shalat yang terdapat di rumah kita, atau yang biasa disebut dengan istilah “masjid al-bait” (masjid rumah). Masyarakat Jawa menyebutnya pasalatan, atau sebagian orang menyebut mushala rumah.

I’tikaf di Rumah Selama Ramadhan, Bolehkah?
Ilustrasi



BERITA TERKAIT

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah
Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial
Lantunan Shalawat Nabi oleh Ust Salman Amrillah di Muktamar NU Lampung
Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Qori Terbaik Salman Amrillah di Pembukaan Muktamar NU Lampung
Ditanya soal Berapa Bayaran Berdakwah, Ini Jawaban UAS
Peringatan Maulid, Bupati Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Nabi Muhammad
Update Ibadah Umrah, Pemerintah Upayakan Tarif Ditekan
KB Islamiah Damai Peringati Nabi Muhammad SAW
Amran Mahmud Tutup Secara Resmi MTQ Tingkat Kabupaten Wajo
Kartunis Swedia yang Menggambar Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

I’tikaf di Rumah Selama Ramadhan, Bolehkah?

Religi | 2020-05-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Jmaah yang I'tikaf di Masjid
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Ramadhan kali ini bisa disebut sebagai Ramadhan yang ‘berbeda’. Mengingat saat ini umat Islam menghadapi bulan suci ini di tengah persebaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Muslim yang baik akan bersikap bijak dalam menghadapi bulan Ramadhan kali ini dengan senantiasa waspada dan hati-hati dalam menjalankan ibadah.

Jangan sampai maksud ibadah yang suci justru ternodai dengan ambisi pribadi dan sikap gegabah, sehingga berdampak buruk terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Salah satu sikap kehati-hatian dalam menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini adalah dengan lebih memprioritaskan beribadah di rumah daripada beribadah di masjid, terlebih bagi masyarakat yang berada di daerah yang sudah berstatus zona merah Covid-19, seperti halnya imbauan para ulama dan pemerintah.

Beribadah di masjid secara simbol memang tampak lebih bermakna dan menjanjikan pahalanya, namun akan menjadi malapetaka tatkala berakibat tersebarnya wabah penyakit, dan hal demikian jelas merupakan larangan agama Islam. Salah satu ibadah khusus yang hanya dapat dilakukan di masjid adalah i’tikaf.

I’tikaf yang biasanya gencar dilakukan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan guna menggapai malam lailatul qadar, memang hanya dapat dilakukan di masjid dengan berpijak pada pendapat mayoritas ulama. Namun dalam kondisi saat ini, perlu kiranya untuk lebih mengedepankan keselamatan diri sendiri dan masyarakat secara umum dengan cukup i’tikaf di ruangan yang dikhususkan untuk shalat yang terdapat di rumah kita, atau yang biasa disebut dengan istilah “masjid al-bait” (masjid rumah). Masyarakat Jawa menyebutnya pasalatan, atau sebagian orang menyebut mushala rumah.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


I’tikaf di Rumah Selama Ramadhan, Bolehkah?
Ilustrasi

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020