Guru Real Vs Guru Virtual
Oleh : Anton Ranteallo, SS, M.Pd (Pemerhati Pendidikan)

Opini | 2020-05-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JINFONEWS.COM,- Senada apa yang ditulis oleh penyarir Inggris, John Donne abat XVII: “No Man is an Island” atau tak ada seorang manusia yang dapat hidup bagaikan sebuah pulau di tengah samudera.

Lingkungan adalah tempat tumbuh-kembangnya seseorang melalui interaksi sosial, antara manusia yang satu dengan manusia lain, baik formal maupun informal akan melahirkan sebuah pengalaman hidup.

Maka terkadang kita mendengar, pengalaman adalah guru yang bijaksana. Guru bukan dalam arti pendidik, tentu saja. Maka tidak salah bila dikatakan setiap orang adalah guru yang dapat mentransfer pengetahuan melalui pergaulan hidup kepada orang lain.

Ki Hadjar Dewantoro, Tokoh Pendidikan Nasional pernah mengatakan: “Seseorang atau suatu komunitas bahkan suatu bangsa, akan maju kalau memanfaatkan sekolah ada di mana-mana dan guru ada pada setiap orang”. Sekolah tidak hanya dalam ruang kelas (formal), tetapi pada setiap proses interaksi dengan lingkungan. Demikian juga guru, tidak hanya sosok yang ada di kelas tetapi juga yang hadir dalam bentuk buku atau tulisan dan berbagai sumber informasi lain yang kini dapat disebut guru virtual.

Menurut UU RI 14/ 2003 tentang Guru dan Dosen, bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Berarti, seorang guru harus memiliki berbagai kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi dalam mendidik.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Sebelum teknologi berkembang pesat seperti saat ini, guru masih dipahami sebagai seseorang yang berdiri di depan kelas mengajar, menjelaskan berbagai ilmu dan pengetahuan. Inilah proses belajar-mengajar konvensional yang memadukan antara tujuan utama dan tujuan pengiring pendidikan.

Sebetulnya perjumpaan langsung guru-siswa dengan sendirinya sudah terjadi proses belajar-mengajar. Melahirkan kedisiplinan, tanggung jawab, motivasi, pembinaan karakter, moral, etika. Ada bimbingan mental spiritual, bimbingan konseling, dsb. Dapat dikatakan guru adalah all in one.

Unsur positif lain yang muncul dari interaksi guru dan siswa adalah saling mengenal latar-belakang yang sedikit banyak berpengaruh dalam approach proses belajar mengajar. Selain itu antara guru sendiri saling mendukung dan mengisi dalam banyak dimensi. Seluruh perangkat sekolah menyatu dalam diri guru dan siswa yang akan membentuk menjadi pribadi lebih baik.

Hal yang mencederai dunia pendidikan adalah kekerasan fisik dan psikis, baik terhadap siswa maupun guru, bahkan siswa dengan siswa sendiri. Lebih para lagi bila orangtua juga ikut memperkeruh suasana dalam sekolah. Ada saja orangtua marah bila anaknya ditegur atau sedikit dijewer.

Sejatinya guru yang pertama dan utama adalah orangtua di rumah yang harus mengajarkan habit dan kedisiplinan lebih awal. Di rumahlah anak-anak mendapatkan kasih sayang pertama dan utama. Guru yang ada di sekolah tinggal memperdalam hasil pengetahuan anak dari rumah. Konon, ala bisa karena biasa.

Guru Real Vs Guru Virtual<br>
Oleh : Anton Ranteallo, SS, M.Pd (Pemerhati Pendidikan)
Ilustrasi



BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Guru Real Vs Guru Virtual
Oleh : Anton Ranteallo, SS, M.Pd (Pemerhati Pendidikan)

Opini | 2020-05-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Senada apa yang ditulis oleh penyarir Inggris, John Donne abat XVII: “No Man is an Island” atau tak ada seorang manusia yang dapat hidup bagaikan sebuah pulau di tengah samudera.

Lingkungan adalah tempat tumbuh-kembangnya seseorang melalui interaksi sosial, antara manusia yang satu dengan manusia lain, baik formal maupun informal akan melahirkan sebuah pengalaman hidup.

Maka terkadang kita mendengar, pengalaman adalah guru yang bijaksana. Guru bukan dalam arti pendidik, tentu saja. Maka tidak salah bila dikatakan setiap orang adalah guru yang dapat mentransfer pengetahuan melalui pergaulan hidup kepada orang lain.

Ki Hadjar Dewantoro, Tokoh Pendidikan Nasional pernah mengatakan: “Seseorang atau suatu komunitas bahkan suatu bangsa, akan maju kalau memanfaatkan sekolah ada di mana-mana dan guru ada pada setiap orang”. Sekolah tidak hanya dalam ruang kelas (formal), tetapi pada setiap proses interaksi dengan lingkungan. Demikian juga guru, tidak hanya sosok yang ada di kelas tetapi juga yang hadir dalam bentuk buku atau tulisan dan berbagai sumber informasi lain yang kini dapat disebut guru virtual.

Menurut UU RI 14/ 2003 tentang Guru dan Dosen, bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Berarti, seorang guru harus memiliki berbagai kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi dalam mendidik.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Sebelum teknologi berkembang pesat seperti saat ini, guru masih dipahami sebagai seseorang yang berdiri di depan kelas mengajar, menjelaskan berbagai ilmu dan pengetahuan. Inilah proses belajar-mengajar konvensional yang memadukan antara tujuan utama dan tujuan pengiring pendidikan.

Sebetulnya perjumpaan langsung guru-siswa dengan sendirinya sudah terjadi proses belajar-mengajar. Melahirkan kedisiplinan, tanggung jawab, motivasi, pembinaan karakter, moral, etika. Ada bimbingan mental spiritual, bimbingan konseling, dsb. Dapat dikatakan guru adalah all in one.

Unsur positif lain yang muncul dari interaksi guru dan siswa adalah saling mengenal latar-belakang yang sedikit banyak berpengaruh dalam approach proses belajar mengajar. Selain itu antara guru sendiri saling mendukung dan mengisi dalam banyak dimensi. Seluruh perangkat sekolah menyatu dalam diri guru dan siswa yang akan membentuk menjadi pribadi lebih baik.

Hal yang mencederai dunia pendidikan adalah kekerasan fisik dan psikis, baik terhadap siswa maupun guru, bahkan siswa dengan siswa sendiri. Lebih para lagi bila orangtua juga ikut memperkeruh suasana dalam sekolah. Ada saja orangtua marah bila anaknya ditegur atau sedikit dijewer.

Sejatinya guru yang pertama dan utama adalah orangtua di rumah yang harus mengajarkan habit dan kedisiplinan lebih awal. Di rumahlah anak-anak mendapatkan kasih sayang pertama dan utama. Guru yang ada di sekolah tinggal memperdalam hasil pengetahuan anak dari rumah. Konon, ala bisa karena biasa.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Guru Real Vs Guru Virtual<br>
Oleh : Anton Ranteallo, SS, M.Pd (Pemerhati Pendidikan)
Ilustrasi

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020