Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Berjuang Melawan Tumor Otak di Usia 12 Tahun

Berita Sul-Sel | 2020-05-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Yahya Zakaria yang saat ini menjalani perawatan medis di UGD RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
JINFONEWS.COM,- Tumor otak telah merenggut masa kanak-kanaknya. Dia pun kini hanya terbaring lemas, berharap ada kesembuhan bagi dirinya. Juga uluran tangan dari para dermawan.

DI ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo. Seorang anak lelaki berada di atas tempat tidur. Kepalanya plontos tanpa rambut. Di tangan kiri dan kanannya terpasang jarum infus.

Anak ini bernama Yahya Zakaria. Usianya baru 12 tahun. Beralamat di Tongkonan Basse, Masalle, Kabupaten Enrekang. Ia tengah berjuang melawan penyakit yang menderanya. Dokter mendiagnosanya mengidap tumor otak.

Ibunda Yahya Zakaria bernama Sulfitra, menuturkan awal mula penyakit yang diderita buah hatinya itu. Kata dia, sewaktu masih kecil kondisi Yahya terbilang normal. Sama seperti anak pada umumnya. Tidak menunjukkan ada gejala penyakit.

Namun, saat usianya beranjak sembilan tahun dan duduk di kelas III SD, tanda-tanda sakit mulai dirasakannya. Seluruh badannya kaku kala itu. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk berobat alternatif. Yahya dibawa ke tukang urut di kampungnya.

”Dulu kondisinya normal, sama dengan anak-anak lainnya. Tapi setelah naik kelas III SD, tiba-tiba dia rasa badannya lemah. Kalau jalan dia pincang. Kita pikir dia habis jatuh. Lama kelamaan tidak sembuh-sembuh. Malah tambah kaku badannya. Akhirnya kita rutin bawah ke tukang urut,” terang Sulfitra, kemarin.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Hanya saja, kesembuhan tak kunjung didapat. Malah yang terjadi sebaliknya. Pada bulan Agustus 2019 lalu, Yahya kembali menjalani terapi urut. Saat itulah dia kejang-kejang.

Orang tua Yahya kemudian memutuskan untuk membawa anaknya ke puskesmas di Masalle, lalu dirujuk ke rumah sakit di Enrekang. Karena alat yang ada di rumah sakit ini tidak memadai, akhirnya Yahya dirujuk lagi ke rumah sakit yang ada di Palopo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosanya mengidap tumor.

”Awalnya kita bawa ke puskemas di Masselle. Dia diinfus di sana. Selanjutnya dibawa ke RS Enrekang, dan dirujuk ke RS di Palopo. Setelah di CT scan di situ, kita baru tahu ternyata ada tumor di otaknya. Baru kita bawah ke sini (RS Wahidin). Selama ini dan sampai sekrang dia masih ada respon. Tapi kalau selesai kemo, dia oleng (pusing),” jelas Sulfitra lagi.

Anak kedua dari empat bersaudara ini sudah tiga kali menjalani operasi. Kini Yahya akan menjalani operasi yang keempat kalinya untuk perbaikan selang di otaknya.

“Umurnya sekarang 12 tahun. Kelas 6 SD. Dia memang sedikit terlambat (sekolah) dari usianya. Ini sudah masuk tiga kali dia menjalani operasi perbaikan selang di dalam otaknya. Nanti ini mau dilihat lagi apakah ada perbaikan selang. Karena terakhir dia operasi tidak stabil kondisinya. Ini dilihat apakah ada selang yang tersumbat,” tuturnya dengan nada sedih.

Berjuang Melawan Tumor Otak di Usia 12 Tahun
Ilustrasi tumor otak



BERITA TERKAIT

Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi
26  Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

Berita Sul-Sel

26 Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

dibaca 9586 kali
Pemkab Gowa Perpanjang Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Gowa  Hingga 26 Januari

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Berjuang Melawan Tumor Otak di Usia 12 Tahun

Berita Sul-Sel | 2020-05-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Yahya Zakaria yang saat ini menjalani perawatan medis di UGD RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JINFONEWS.COM,- Tumor otak telah merenggut masa kanak-kanaknya. Dia pun kini hanya terbaring lemas, berharap ada kesembuhan bagi dirinya. Juga uluran tangan dari para dermawan.

DI ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo. Seorang anak lelaki berada di atas tempat tidur. Kepalanya plontos tanpa rambut. Di tangan kiri dan kanannya terpasang jarum infus.

Anak ini bernama Yahya Zakaria. Usianya baru 12 tahun. Beralamat di Tongkonan Basse, Masalle, Kabupaten Enrekang. Ia tengah berjuang melawan penyakit yang menderanya. Dokter mendiagnosanya mengidap tumor otak.

Ibunda Yahya Zakaria bernama Sulfitra, menuturkan awal mula penyakit yang diderita buah hatinya itu. Kata dia, sewaktu masih kecil kondisi Yahya terbilang normal. Sama seperti anak pada umumnya. Tidak menunjukkan ada gejala penyakit.

Namun, saat usianya beranjak sembilan tahun dan duduk di kelas III SD, tanda-tanda sakit mulai dirasakannya. Seluruh badannya kaku kala itu. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk berobat alternatif. Yahya dibawa ke tukang urut di kampungnya.

”Dulu kondisinya normal, sama dengan anak-anak lainnya. Tapi setelah naik kelas III SD, tiba-tiba dia rasa badannya lemah. Kalau jalan dia pincang. Kita pikir dia habis jatuh. Lama kelamaan tidak sembuh-sembuh. Malah tambah kaku badannya. Akhirnya kita rutin bawah ke tukang urut,” terang Sulfitra, kemarin.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Hanya saja, kesembuhan tak kunjung didapat. Malah yang terjadi sebaliknya. Pada bulan Agustus 2019 lalu, Yahya kembali menjalani terapi urut. Saat itulah dia kejang-kejang.

Orang tua Yahya kemudian memutuskan untuk membawa anaknya ke puskesmas di Masalle, lalu dirujuk ke rumah sakit di Enrekang. Karena alat yang ada di rumah sakit ini tidak memadai, akhirnya Yahya dirujuk lagi ke rumah sakit yang ada di Palopo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosanya mengidap tumor.

”Awalnya kita bawa ke puskemas di Masselle. Dia diinfus di sana. Selanjutnya dibawa ke RS Enrekang, dan dirujuk ke RS di Palopo. Setelah di CT scan di situ, kita baru tahu ternyata ada tumor di otaknya. Baru kita bawah ke sini (RS Wahidin). Selama ini dan sampai sekrang dia masih ada respon. Tapi kalau selesai kemo, dia oleng (pusing),” jelas Sulfitra lagi.

Anak kedua dari empat bersaudara ini sudah tiga kali menjalani operasi. Kini Yahya akan menjalani operasi yang keempat kalinya untuk perbaikan selang di otaknya.

“Umurnya sekarang 12 tahun. Kelas 6 SD. Dia memang sedikit terlambat (sekolah) dari usianya. Ini sudah masuk tiga kali dia menjalani operasi perbaikan selang di dalam otaknya. Nanti ini mau dilihat lagi apakah ada perbaikan selang. Karena terakhir dia operasi tidak stabil kondisinya. Ini dilihat apakah ada selang yang tersumbat,” tuturnya dengan nada sedih.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Berjuang Melawan Tumor Otak di Usia 12 Tahun
Ilustrasi tumor otak

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020