Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

Ekonomi | 2022-02-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto: Pekerja Mengerjakan Proyek Tunnel #1 Kereta Cepat Jakarta Bandung Sepanjang 1.885 meter atau 1,8 kilometer yang berlokasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 5+500, Kamis, (27/1/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
JAKARTA, JALURINFO.COM - Mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata memakai jasa tenaga kerja asing (TKA) yang mayoritas dari China. Bahkan terdapat posisi tukang las yang diisi oleh warga negeri Tirai bambu tersebut. Demikian diungkapkan oleh Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi dalam rapat Panja Pengawasan Penanganan Tenaga Kerja Asing dengan Komisi IX DPR RI, Selasa, 8 Februari 2022.

"Kami sempat mengunjungi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Itu awalnya agak membingungkan pada saat kami melihat misalnya tukang las untuk rel itu ternyata masih harus dari Tiongkok kita datangkan," ujarnya.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Pungky lebih jauh menceritakan, awalnya, Ia kaget melihat hal tersebut. Namun setelah berdiskusi ternyata ada alasan tertentu mengapa menggunakan TKA China untuk posisi tukang las pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Setelah kami diskusi dengan mereka ternyata rel yang ada itu adalah rel yang kualitasnya sangat tinggi, baik tingkat kepadatan maupun campuran besinya, dan itu belum mampu diproduksi oleh Krakatau Steel misalnya, panjangnya pun 1 batang sekitar 50 meter, yang kita pun belum pernah bisa membuatnya," urainya.

Dengan kualitas rel yang sangat tinggi, sambung Pungky, dibutuhkan teknik pengelasan dan alat las yang juga berkualitas tinggi. Itulah yang menjadi alasan mengapa tukang las di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memakai jasa TKA China.

"Itu membutuhkan teknik pengelasan dan alat-alat yang berkualitas tinggi yang memang kita belum memiliki. Hal-hal seperti ini yang sebetulnya kami dapatkan sebagai contoh mengapa kita masih membutuhkan kadang-kadang tenaga ahli yang walaupun sifatnya amat teknis, tetapi kita belum memiliki kapasitas itu," imbuhnya.




BERITA TERKAIT

Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air
Pemprov Sulsel Sosialisasi Pembebasan Lahan Tol MNP

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

Ekonomi | 2022-02-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto: Pekerja Mengerjakan Proyek Tunnel #1 Kereta Cepat Jakarta Bandung Sepanjang 1.885 meter atau 1,8 kilometer yang berlokasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 5+500, Kamis, (27/1/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO.COM - Mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata memakai jasa tenaga kerja asing (TKA) yang mayoritas dari China. Bahkan terdapat posisi tukang las yang diisi oleh warga negeri Tirai bambu tersebut. Demikian diungkapkan oleh Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi dalam rapat Panja Pengawasan Penanganan Tenaga Kerja Asing dengan Komisi IX DPR RI, Selasa, 8 Februari 2022.

"Kami sempat mengunjungi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Itu awalnya agak membingungkan pada saat kami melihat misalnya tukang las untuk rel itu ternyata masih harus dari Tiongkok kita datangkan," ujarnya.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Pungky lebih jauh menceritakan, awalnya, Ia kaget melihat hal tersebut. Namun setelah berdiskusi ternyata ada alasan tertentu mengapa menggunakan TKA China untuk posisi tukang las pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Setelah kami diskusi dengan mereka ternyata rel yang ada itu adalah rel yang kualitasnya sangat tinggi, baik tingkat kepadatan maupun campuran besinya, dan itu belum mampu diproduksi oleh Krakatau Steel misalnya, panjangnya pun 1 batang sekitar 50 meter, yang kita pun belum pernah bisa membuatnya," urainya.

Dengan kualitas rel yang sangat tinggi, sambung Pungky, dibutuhkan teknik pengelasan dan alat las yang juga berkualitas tinggi. Itulah yang menjadi alasan mengapa tukang las di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memakai jasa TKA China.

"Itu membutuhkan teknik pengelasan dan alat-alat yang berkualitas tinggi yang memang kita belum memiliki. Hal-hal seperti ini yang sebetulnya kami dapatkan sebagai contoh mengapa kita masih membutuhkan kadang-kadang tenaga ahli yang walaupun sifatnya amat teknis, tetapi kita belum memiliki kapasitas itu," imbuhnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020