Banjir di Bantaeng, Suami dan Anak Terjebak di Loteng Selama 4 Jam

Berita Sul-Sel | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Suami dan anak yang terjebak di loteng saat banjir melanda Bantaeng
BANTAENG, JALURINFO.COM,- Suasana hati Ratnasari sempat panik. Suami dan anaknya yang masih belia terperangkap di atas loteng, saat banjir mulai menghantam Kabupaten Bantaeng.

Beragam cara dilakukan agar dua orang tersayangnya bisa selamat dan mendapat bantuan dari tim penyelamat. Termasuk meminta bantuan via media sosial (medsos).

Dengan sisa daya baterai ponsel miliknya, Ratnasari bermohon meminta agar tim penyelamat datang mengevakuasi keluarganya itu saat banjir mulai setinggi dada orang dewasa.

“Bantuan segera. Kalau tidak, kami sekeluarga tenggelam di sini,” pinta Ratna di akun sosmed Facebook miliknya.

Ada ada beberapa helai kain yang menjadi alas untuk tetap bisa bertahan hidup, meski di tengah hantaman banjir pada Jumat dini hari (12/6/2020) kemarin.

Dalam foto yang dia sebar dan viral di Facebook, buah hatinya yang masih menggunakan popok tampak menangis, tak kuat dengan keadaan mencekam malam itu.

Suaminya yang menggunakan baju kaus warna biru, berusaha menenangkan anaknya itu, meski kondisi yang sedang mencekam.

“Tolong anak saya kasihan di atas loteng,” tambah Ratna di akun Facebooknya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Dia bersama keluarga kecilnya itu berhasil pergi mencari tempat yang lebih aman, saat ketinggian air mulai surut.

“Kami terjebak kemarin dari pukul 17.00 sampai 23.00 Wita. Kami berhasil setelah air surut sampai di pinggang. Banyak warga yang terjebak pada malam itu di dalam rumah,” katanya, Sabtu (13/6/2020).

Pantauan di sekitaran Kecamatan Bissappu, tepatnya di Jalan Poros Jeneponto-Bantaeng, banjir mulai surut. Namun meninggalkan sampah dan lumpur akibat hantaman air yang sangat deras, sejak kemarin.

Aliran listrik saat itu sempat padam. Semuanya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mobil dan motor milik warga ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.

Tampak lokasi itu seperti kota mati, yang gelap dan tanpa penghuni. Meski mereka pergi mengungsi, masih ada beberapa warga yang masih bertahan dan menjaga harta miliknya, saat aliran air mulai mereda kondisi kota dalam keadaan gelap gulita.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Banjir di Bantaeng, Suami dan Anak Terjebak di Loteng Selama 4 Jam

Berita Sul-Sel | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Suami dan anak yang terjebak di loteng saat banjir melanda Bantaeng
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

BANTAENG, JALURINFO.COM,- Suasana hati Ratnasari sempat panik. Suami dan anaknya yang masih belia terperangkap di atas loteng, saat banjir mulai menghantam Kabupaten Bantaeng.

Beragam cara dilakukan agar dua orang tersayangnya bisa selamat dan mendapat bantuan dari tim penyelamat. Termasuk meminta bantuan via media sosial (medsos).

Dengan sisa daya baterai ponsel miliknya, Ratnasari bermohon meminta agar tim penyelamat datang mengevakuasi keluarganya itu saat banjir mulai setinggi dada orang dewasa.

“Bantuan segera. Kalau tidak, kami sekeluarga tenggelam di sini,” pinta Ratna di akun sosmed Facebook miliknya.

Ada ada beberapa helai kain yang menjadi alas untuk tetap bisa bertahan hidup, meski di tengah hantaman banjir pada Jumat dini hari (12/6/2020) kemarin.

Dalam foto yang dia sebar dan viral di Facebook, buah hatinya yang masih menggunakan popok tampak menangis, tak kuat dengan keadaan mencekam malam itu.

Suaminya yang menggunakan baju kaus warna biru, berusaha menenangkan anaknya itu, meski kondisi yang sedang mencekam.

“Tolong anak saya kasihan di atas loteng,” tambah Ratna di akun Facebooknya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Dia bersama keluarga kecilnya itu berhasil pergi mencari tempat yang lebih aman, saat ketinggian air mulai surut.

“Kami terjebak kemarin dari pukul 17.00 sampai 23.00 Wita. Kami berhasil setelah air surut sampai di pinggang. Banyak warga yang terjebak pada malam itu di dalam rumah,” katanya, Sabtu (13/6/2020).

Pantauan di sekitaran Kecamatan Bissappu, tepatnya di Jalan Poros Jeneponto-Bantaeng, banjir mulai surut. Namun meninggalkan sampah dan lumpur akibat hantaman air yang sangat deras, sejak kemarin.

Aliran listrik saat itu sempat padam. Semuanya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mobil dan motor milik warga ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.

Tampak lokasi itu seperti kota mati, yang gelap dan tanpa penghuni. Meski mereka pergi mengungsi, masih ada beberapa warga yang masih bertahan dan menjaga harta miliknya, saat aliran air mulai mereda kondisi kota dalam keadaan gelap gulita.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020