Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Apa Jadinya Jika Palestina dan Israel Terlibat Perang Terbuka?

Internasional | 2021-05-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Militan Hamas Palestina mengikuti latihan militer saat persiapan menghadapi konfrontansi dengan Israel, di selatan Jalur Gaza, Minggu (25/3/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
PALESTINA, JALURINFO,- Ketimpangan kekuatan tempur antara Israel dengan Palestina menjadi kekhawatiran tersendiri, apabila keduanya terpaksa terlibat dalam perang terbuka.

Potensi perang terbuka memang terbuka lebar akhir-akhir ini. Selama sepekan terakhir Israel menggempur wilayah Gaza, yang dikuasai oleh salah satu faksi politik besar, Hamas.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Ketimpangan kekuatan kedua militer memang bak bumi dan langit. Israel bahkan dianalogikan bagaikan raksasa yang harus menundukkan kepalanya untuk melihat Palestina dalam hal pasukan tempur dan persenjataan.

Untuk itu, berikut uraian singkat mengenai kapasitas yang dimiliki kedua pihak apabila mereka saling bertempur terbuka:

Pasukan Tempur

Israel memiliki Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang terdiri dari sekitar 170 ribu personel aktif militer. Jumlah tersebut sendiri belum termasuk sepertiga dari total 9 juta penduduk Israel, baik pria dan wanita, yang tersedia dan dapat dikerahkan untuk keperluan militer.

Besarnya jumlah personel yang dapat dimobilisasikan tersebut juga disokong dengan pendanaan yang cukup besar. Sebesar USD 20,5 miliar dikucurkan Israel hanya untuk pengeluaran militer dan menempatkan mereka di urutan ke-15 pada 2019 terkait besarnya pengeluaran dana negara untuk militer di dunia.

Sementara itu dari Palestina yang tidak memiliki pasukan tempur secara resmi, hanya terdiri dari sekitar 30 ribu hingga 50 ribu tenaga bersenjata yang tergabung dalam kelompok perlawanan, seperti Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas.

Sebenernya, Palestina sendiri memiliki Pasukan Otoritas Keamanan Palestina yang lahir dari Oslo Peace Accords yang berjumlah 83 ribu tenaga bersenjata.

Akan tetapi mengingat kapasitasnya untuk bertindak harus berkoordinasi dengan Israel, pasukan tersebut jadi tidak mungkin dapat menjalankan peran kemiliteran yang diperlukan Palestina jika berada dalam keadaan perang terbuka dengan Israel.




BERITA TERKAIT

Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian
Serba Canggih, Ini Aneka Kendaraan Militer Rusia yang Dipakai untuk Perang.
Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

Internasional

Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

dibaca 8342 kali
Putin tandatangani dekret yang akui dua
Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

Internasional

Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

dibaca 8092 kali
AS Klaim Rusia akan Serang Ukraina Besok, Presiden Ukraina Seru Warga Kibarkan Bendera dan Putar Lagu Kebangsaan
Eskalasi Ketegangan Makin Meningkat, Ukraina Minta Bertemu Rusia dalam Tenggat 48 Jam
Terkait Ketegangan Rusia dan Ukraina, Putin Sebut Proposal Macron `Realistis`
Rusia Siagakan Rudal S-400 di Belarus, Ukraina Tak Gentar

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Apa Jadinya Jika Palestina dan Israel Terlibat Perang Terbuka?

Internasional | 2021-05-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Militan Hamas Palestina mengikuti latihan militer saat persiapan menghadapi konfrontansi dengan Israel, di selatan Jalur Gaza, Minggu (25/3/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

PALESTINA, JALURINFO,- Ketimpangan kekuatan tempur antara Israel dengan Palestina menjadi kekhawatiran tersendiri, apabila keduanya terpaksa terlibat dalam perang terbuka.

Potensi perang terbuka memang terbuka lebar akhir-akhir ini. Selama sepekan terakhir Israel menggempur wilayah Gaza, yang dikuasai oleh salah satu faksi politik besar, Hamas.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Ketimpangan kekuatan kedua militer memang bak bumi dan langit. Israel bahkan dianalogikan bagaikan raksasa yang harus menundukkan kepalanya untuk melihat Palestina dalam hal pasukan tempur dan persenjataan.

Untuk itu, berikut uraian singkat mengenai kapasitas yang dimiliki kedua pihak apabila mereka saling bertempur terbuka:

Pasukan Tempur

Israel memiliki Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang terdiri dari sekitar 170 ribu personel aktif militer. Jumlah tersebut sendiri belum termasuk sepertiga dari total 9 juta penduduk Israel, baik pria dan wanita, yang tersedia dan dapat dikerahkan untuk keperluan militer.

Besarnya jumlah personel yang dapat dimobilisasikan tersebut juga disokong dengan pendanaan yang cukup besar. Sebesar USD 20,5 miliar dikucurkan Israel hanya untuk pengeluaran militer dan menempatkan mereka di urutan ke-15 pada 2019 terkait besarnya pengeluaran dana negara untuk militer di dunia.

Sementara itu dari Palestina yang tidak memiliki pasukan tempur secara resmi, hanya terdiri dari sekitar 30 ribu hingga 50 ribu tenaga bersenjata yang tergabung dalam kelompok perlawanan, seperti Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas.

Sebenernya, Palestina sendiri memiliki Pasukan Otoritas Keamanan Palestina yang lahir dari Oslo Peace Accords yang berjumlah 83 ribu tenaga bersenjata.

Akan tetapi mengingat kapasitasnya untuk bertindak harus berkoordinasi dengan Israel, pasukan tersebut jadi tidak mungkin dapat menjalankan peran kemiliteran yang diperlukan Palestina jika berada dalam keadaan perang terbuka dengan Israel.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020