Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, Pemerintah Lebanon Tahan Pejabat Pelabuhan Setempat

Internasional | 2020-08-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Ledakan Dahsyat di Beirut, Lebanon
BEIRUT, JALURINFO,- Pemerintah Lebanon menerapkan status darurat nasional selama dua pekan pasca ledakan di Beirut. Hal tersebut, dikutip dari Sky News, ditetapkan untuk mempermudah pengawasan dan keamanan selama penanganan dampak ledakan di Beirut.

Tidak berhenti di situ, Pemerintah Lebanon juga memerintahkan aparat keamanan untuk menerapkan tahanan rumah terhadap pejabat pelabuhan Beirut. Mereka diduga bertanggungjawab atas insiden yang menimbulkan kerugian miliaran Dollar AS itu.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

"Kabinet Lebanon menginstruksikan militer untuk menahan siapapun yang mengurus administrasi gudang penyimpanan bahan peledak sejak 2014," dikutip dari Sky News, Rabu, 5 Agustus 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ledakan di Beirut diduga kuat berasal dari gudang penyimpanan ammonium nitrat di kawasan pelabuhan. Menurut Presiden Lebanon Michel Aoun, ada 2.750 ton amonium nitrat di gudang tersebut dan sudah dibiarkan selama enam tahun.




BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 61154 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, Pemerintah Lebanon Tahan Pejabat Pelabuhan Setempat

Internasional | 2020-08-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Ledakan Dahsyat di Beirut, Lebanon
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

BEIRUT, JALURINFO,- Pemerintah Lebanon menerapkan status darurat nasional selama dua pekan pasca ledakan di Beirut. Hal tersebut, dikutip dari Sky News, ditetapkan untuk mempermudah pengawasan dan keamanan selama penanganan dampak ledakan di Beirut.

Tidak berhenti di situ, Pemerintah Lebanon juga memerintahkan aparat keamanan untuk menerapkan tahanan rumah terhadap pejabat pelabuhan Beirut. Mereka diduga bertanggungjawab atas insiden yang menimbulkan kerugian miliaran Dollar AS itu.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

"Kabinet Lebanon menginstruksikan militer untuk menahan siapapun yang mengurus administrasi gudang penyimpanan bahan peledak sejak 2014," dikutip dari Sky News, Rabu, 5 Agustus 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ledakan di Beirut diduga kuat berasal dari gudang penyimpanan ammonium nitrat di kawasan pelabuhan. Menurut Presiden Lebanon Michel Aoun, ada 2.750 ton amonium nitrat di gudang tersebut dan sudah dibiarkan selama enam tahun.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020