Ahli Sebut Diabetes Bisa Dicegah, Berikut Langkahnya

Health | 2020-12-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO,- Mendengar kata diabetes, mungkin yang akan langsung terpikir di benak sebagian besar orang adalah penyakit yang sulit disembuhkan, penyakit yang berkaitan dengan gula darah, penyakit yang bisa menurun dari orang tua dengan penderita diabetes mellitus, dan sebagainya.

Bukan tanpa alasan kenapa anggapan tersebut sampai terjadi. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi di dunia.

Selain itu, dr. Laurentius Aswin Pramono, Sp. PD (Spesialis Penyakit Dalam) yang menjadi pembicara di Merck Life Festival dengan topik seputar diabetes, menjelaskan jika prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen. Ini artinya sebanyak 10.681.400 orang menderita diabetes per tahun 2020.

Hal ini belum ditambah bila seseorang secara keturunan memiliki riwayat penderita diabetes, maka risiko mengidap penyakit ini menjadi semakin besar. Lantas, apakah diabetes bisa dicegah?

Baca juga: Ini Penyebab Nyamuk Suka Menyengat Orang yang Bau Badan

dr Aswin menjelaskan jika diabetes bisa dicegah dengan beberapa langkah. Pertama lewat pengaturan pola makan. "Kita bisa menghitung takaran gizi seimbang saat makan menggunakan Plate Method. Jadi, dalam satu piring saja, isilah separuh piring dengan sayuran tak bertepung atau non-starchy vegetables, seperti selada, tomat, kacang hijau, wortel, brokoli, serta buah-buahan seperti apel, buah pir atau grapefruits. Isi seperempat bagian piring lainnya dengan sumber protein, seperti ayam, ikan laut, kalkun, tahu, telur dan kacang-kacangan, seperti tempat. Baru seperempat bagian piring sisanya diisi dengan karbohidrat kaya serat, seperti beras merah, roti gandum, atau quinoa," jelasnya.

Sementara menurut anjuran Terapi Nutrisi Medis oleh PERKENI pada 2019, yang terpenting prinsip pengaturan makanan untuk mencegah diabetes ini harus seimbang komposisinya, termasuk karbohidrat, lemak, protein, natrium (garam dapur), serat dan pemanis alternatif bila dibutuhkan. Bila perlu konsultasikan dengan dokter maupun ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan kalori dan nutrisi masing-masing pasien.

"Usahakan juga agar selalu makan teratur. Dianjurkan makan 3 kali sehari, selingi camilan seperti buah," imbuh dr Aswin.




BERITA TERKAIT

6 Alasan Anda Harus Kurangi Begadang, Salah Satunya Picu Penyakit Kronis
Tahukah Anda Efek Samping dari Aspirin?

Health

Tahukah Anda Efek Samping dari Aspirin?

dibaca 70905 kali
Ini Profil Rumah Sakit Internasional di Bali yang Baru Digroundbreaking oleh Presiden Jokowi
 7 Cara Menjaga Kehamilan Tetap Sehat

Health

7 Cara Menjaga Kehamilan Tetap Sehat

dibaca 63147 kali
5 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Usai Terima Suntikan Booster
Pentingnya Berolahraga untuk Jaga Kondisi Tubuh di Masa Pandemi
Dokter Spesialis Minta Orang Tua Jaga Anak dari Paparan Covid-19
Ini Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin Menurut Jenisnya
Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Lakukan Isolasi Mandiri
WHO Sebut Rokok Elektrik Berbahaya untuk Kesehatan

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Ahli Sebut Diabetes Bisa Dicegah, Berikut Langkahnya

Health | 2020-12-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Mendengar kata diabetes, mungkin yang akan langsung terpikir di benak sebagian besar orang adalah penyakit yang sulit disembuhkan, penyakit yang berkaitan dengan gula darah, penyakit yang bisa menurun dari orang tua dengan penderita diabetes mellitus, dan sebagainya.

Bukan tanpa alasan kenapa anggapan tersebut sampai terjadi. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi di dunia.

Selain itu, dr. Laurentius Aswin Pramono, Sp. PD (Spesialis Penyakit Dalam) yang menjadi pembicara di Merck Life Festival dengan topik seputar diabetes, menjelaskan jika prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen. Ini artinya sebanyak 10.681.400 orang menderita diabetes per tahun 2020.

Hal ini belum ditambah bila seseorang secara keturunan memiliki riwayat penderita diabetes, maka risiko mengidap penyakit ini menjadi semakin besar. Lantas, apakah diabetes bisa dicegah?

Baca juga: Ini Penyebab Nyamuk Suka Menyengat Orang yang Bau Badan

dr Aswin menjelaskan jika diabetes bisa dicegah dengan beberapa langkah. Pertama lewat pengaturan pola makan. "Kita bisa menghitung takaran gizi seimbang saat makan menggunakan Plate Method. Jadi, dalam satu piring saja, isilah separuh piring dengan sayuran tak bertepung atau non-starchy vegetables, seperti selada, tomat, kacang hijau, wortel, brokoli, serta buah-buahan seperti apel, buah pir atau grapefruits. Isi seperempat bagian piring lainnya dengan sumber protein, seperti ayam, ikan laut, kalkun, tahu, telur dan kacang-kacangan, seperti tempat. Baru seperempat bagian piring sisanya diisi dengan karbohidrat kaya serat, seperti beras merah, roti gandum, atau quinoa," jelasnya.

Sementara menurut anjuran Terapi Nutrisi Medis oleh PERKENI pada 2019, yang terpenting prinsip pengaturan makanan untuk mencegah diabetes ini harus seimbang komposisinya, termasuk karbohidrat, lemak, protein, natrium (garam dapur), serat dan pemanis alternatif bila dibutuhkan. Bila perlu konsultasikan dengan dokter maupun ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan kalori dan nutrisi masing-masing pasien.

"Usahakan juga agar selalu makan teratur. Dianjurkan makan 3 kali sehari, selingi camilan seperti buah," imbuh dr Aswin.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020