Ahli Keamanan Siber: Bahaya Bila Data Informasi Indonesia Dikuasai Asing

Teknologi | 2021-06-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Chairman Lembaga Communication dan Information System Research Center (CISSRec), Pratama Persadha
JAKARTA, JALURINFO.COM - Chairman Lembaga Communication dan Information System Research Center (CISSRec) Pratama Persadha mengatakan sebuah negara bisa terancam hancur jika sistem internetnya diserang pihak luar.

Menurutnya, menguasai suatu negara tidak perlu melakukan peperangan. Jika seorang yang berniat jahat bisa menguasai data informasi suatu negara, maka negeri itu bisa terancam dihancurkan

Baca juga: Awak Pertama Stasiun Antariksa Tiangong Akan Diluncurkan China Pekan Ini

"Menguasai suatu negara itu tidak perlu harus menang perang, atau ngebom. Cukup menguasai data informasi saja," ungkap Pratama seperti dikutip dari Podcast JPNN.com di YouTube, Selasa (8/6).




BERITA TERKAIT

Update Terbaru WhatsApp, Satu Akun Bisa Dipakai 4 Perangkat Sekaligus
Instagram Ubah Algoritma Aplikasi Setelah Dituding Sensor Konten Palestina
Jepang Kembangkan Robot Kecil untuk Eksplorasi Bulan
Ini Cara Ubah Jaringan 4G ke 5G untuk Pengguna Android
Ini Lokasi, Jadwal Rilis & Perangkat yang Support Dengan Jaringan 5G Telkomsel
Internet 5G Akan Tersedia Pekan Ini, Perlukah Kartu SIM Diganti?
Supermoon dan Gerhana Bulan Total Kembali Akan Terjadi Tanggal 26-27 Mei 2021
Google Maps Luncurkan Fitur Canggih, Salah Satunya Bisa Live View
Rating Facebook Terus Turun, Akankah Dihapus di Playstore? Ini Kata Pengamat.

TERPOPULER

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (part-2)

  3. Kasus Baru Covid-19 Nyaris Menyentuh 13 Ribu, 3 Provinsi Ini Penyumbang Terbanyak

  4. Menelusuri Jejak Pembunuhan Mayat Terbakar di Tompo Ladang Maros (1)

  5. Wujudkan Pangkep Hebat, Tim Unifa Hadiri Undangan Musrembang RPJMD Kabupaten Pangkep

  6. Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

  7. Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

  8. Hasil SBMPTN 2021 Diumumkan Senin Lusa, Cek Jam dan Linknya di sini

  9. Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

  10. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

RELIGI

Arab Saudi Umumkan Skema Haji 2021, Kemenlu : Hanya Untuk yang Mukim

Terkait Haji, Yaqut: Kemenag Akan Fokus untuk Persiapan Haji Tahun Depan

Pemerintah Arab Saudi: Haji 2021 Hanya 60 Ribu Orang, untuk Warga Lokal dan Ekspatriat

Calon Jamaah Haji Ramai-ramai Tarik Setoran Pelunasan, Begini Komentar Kemenag

Isu Dana Haji Disalahgunakan, Muhadjir Datangi BPKH

EKONOMI

  1. Khawatir Masuknya Covid-19 Varian Baru, Pengurus Desak Munas VII Kadin di Kendari "Di Rem Mendadak".

  2. Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

  3. Selain Sembako, Sektor Pendidikan juga Bakal Dikenai Pajak (PPN)

  4. Terkait Rencana Pajak Sembako, Ekonom: Sebaiknya Hanya Berlaku di Retail Modern

  5. Garuda Sudah Pangkas Lebih 20 Persen Karyawannya Sejak Pandemi

  6. Pelaku UMKM Sebut Munas Kadin Berkah bagi Sultra

  7. Gali Potensi Pajak, Pemerintah Akan Gabung Data NIK dan NPWP

  8. Menkeu Akan Kenakan Pajak 35 Persen Untuk Pendapatan 5 Milyar

  9. Jelang Idul Fitri, ini Jumlah Uang Tunai yang Disiapkan BTN

  10. Penjelasan Sri Mulyani Soal Penyebab THR PNS Tak Dibayar Penuh Tahun Ini

  11. Tak Cuma PNS, Jokowi dan Anggota DPR Juga Dipastikan Dapat THR

  12. Tindaklanjuti Aduan Terkait Pembayaran THR, Kemnaker Bentuk Posko THR Keagamaan 2021

Ahli Keamanan Siber: Bahaya Bila Data Informasi Indonesia Dikuasai Asing

Teknologi | 2021-06-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Chairman Lembaga Communication dan Information System Research Center (CISSRec), Pratama Persadha
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO.COM - Chairman Lembaga Communication dan Information System Research Center (CISSRec) Pratama Persadha mengatakan sebuah negara bisa terancam hancur jika sistem internetnya diserang pihak luar.

Menurutnya, menguasai suatu negara tidak perlu melakukan peperangan. Jika seorang yang berniat jahat bisa menguasai data informasi suatu negara, maka negeri itu bisa terancam dihancurkan

Baca juga: Awak Pertama Stasiun Antariksa Tiangong Akan Diluncurkan China Pekan Ini

"Menguasai suatu negara itu tidak perlu harus menang perang, atau ngebom. Cukup menguasai data informasi saja," ungkap Pratama seperti dikutip dari Podcast JPNN.com di YouTube, Selasa (8/6).

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020