Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Ada Dugaan BPNT di Bone Dimainkan. Pejabat Dinsos Hingga Suplier Diperiksa Polisi

Hukum & Kriminal | 2020-06-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com ILustrasi kartu Bantuan Pangan Non Tunai
BONE, JALURINFO,- Unit tipikor Satreskrim Polres Bone, mulai mengusut dugaan permainan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ada dugaan bantuan ini dimanfaatkan oknum tertentu.

Sejumlah saksi telah diperiksa mulai dari pejabat dinas sosial provinsi, suplier (CV Anugerah) hingga agen. Penyaluran BPNT sendiri dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Banyak terjadi perbedaan, mulai dari kisaran beras, volume bantuan sampai dengan sembako yang di bagikan.

Salah seorang penerima BPNT, RS mengaku, beras yang dibagikan harusnya kualitas premium. Justru yang diterima KPM kata dia, adalah beras yang tidak layak konsumsi.

“Berasnya berkutu, kemudian berbau dan lapuk. Pokoknya tak layak konsumsi,” ujarnya.

Belum lagi telur busuk yang dibagikan kepada para keluarga penerima manfaat. Baru-baru ini, warga Desa Gona Kecamatan Kajuara mengeluhkan telur yang dibagikan, busuk dan tak layak konsumsi.

“Kemarin kami terima telur busuk. Bukan cuman saya tetapi warga lainnya juga (Penerima BPNT). Telur itu kami kembalikan lagi ke agen dan Alhamdulillah sudah digantikan dengan telur yang layak konsumsi,” ujar salah seorang warga Desa Gona, inisial IK.

Baca juga: Digugat lagi, MK Tolak Legalkan Kawin Beda Agama

Polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bone, telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan sekaitan penyaluran BPNT tersebut. Termasuk adanya keluhan masyarakat soal volume bantuan yang diterima tidak sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Misalkan, beras yang diterima harusnya 10 kilogram, justru yang diterima hanya 9 kilogram.

Kepada RADAR BONE, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, Penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi terkait dengan dugaan permainan program BPNT.

“Termasuk suplier BPNT atas nama Lukman yang telah kita ambil keterangannya,” ujarnya, Kamis 18 Juni kemarin.

Ia menegaskan, pemanggilan terhadap suplier BPNT, barus baru sebatas klarifikasi terkait dengan adanya keluhan masyarakat mulai dari penyaluran, volume bantuan hingga kualitas sembako yang dibagikan.

“Ini baru klarifikasi terkait dengan adanya warga yang mengeluhkan kulitas bantuan pangan non tunai,” jelasnya.

Mengenai jumlah saksi yang diperiksa, AKP Ardy mengaku belum bisa merinci. “Kalau soal jumlah saksi yang diperiksa, belum bisa kita rinci. Karena sampai sekarang penyidik tipikor masih melakukan penelusuran,” pungkasnya.




BERITA TERKAIT

Tersangka RS Batua Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

Hukum & Kriminal

Tersangka RS Batua Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

dibaca 20064 kali
VIDEO: Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau
Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau
Video: Ini Tampang Pemuda yang Aniaya Imam Masjid di Luwu hingga Tewas
Breaking News: Video Bentrok Ormas Pecah di Kawasan Kota Lama Kendari
Dugaan Korupsi Dana Bonus Pegawai 2017-2019, Kejati Sulsel “Obok-obok” Kantor PDAM Makassar
Skuad Indonesia Kelelahan Usai Hadapi Kamboja, Ini Kata Shin Tae Yong
Selamatkan Uang Negara Rp40 Miliar, Polda Sulsel Terima Penghargaan KPK
Menyerang Petugas, Bandar Narkoba di Pinrang Dihadiahi Timah Panas
Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong  Jadi Wagub Sulsel

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Ada Dugaan BPNT di Bone Dimainkan. Pejabat Dinsos Hingga Suplier Diperiksa Polisi

Hukum & Kriminal | 2020-06-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com ILustrasi kartu Bantuan Pangan Non Tunai
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

BONE, JALURINFO,- Unit tipikor Satreskrim Polres Bone, mulai mengusut dugaan permainan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ada dugaan bantuan ini dimanfaatkan oknum tertentu.

Sejumlah saksi telah diperiksa mulai dari pejabat dinas sosial provinsi, suplier (CV Anugerah) hingga agen. Penyaluran BPNT sendiri dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Banyak terjadi perbedaan, mulai dari kisaran beras, volume bantuan sampai dengan sembako yang di bagikan.

Salah seorang penerima BPNT, RS mengaku, beras yang dibagikan harusnya kualitas premium. Justru yang diterima KPM kata dia, adalah beras yang tidak layak konsumsi.

“Berasnya berkutu, kemudian berbau dan lapuk. Pokoknya tak layak konsumsi,” ujarnya.

Belum lagi telur busuk yang dibagikan kepada para keluarga penerima manfaat. Baru-baru ini, warga Desa Gona Kecamatan Kajuara mengeluhkan telur yang dibagikan, busuk dan tak layak konsumsi.

“Kemarin kami terima telur busuk. Bukan cuman saya tetapi warga lainnya juga (Penerima BPNT). Telur itu kami kembalikan lagi ke agen dan Alhamdulillah sudah digantikan dengan telur yang layak konsumsi,” ujar salah seorang warga Desa Gona, inisial IK.

Baca juga: Digugat lagi, MK Tolak Legalkan Kawin Beda Agama

Polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bone, telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan sekaitan penyaluran BPNT tersebut. Termasuk adanya keluhan masyarakat soal volume bantuan yang diterima tidak sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Misalkan, beras yang diterima harusnya 10 kilogram, justru yang diterima hanya 9 kilogram.

Kepada RADAR BONE, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, Penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi terkait dengan dugaan permainan program BPNT.

“Termasuk suplier BPNT atas nama Lukman yang telah kita ambil keterangannya,” ujarnya, Kamis 18 Juni kemarin.

Ia menegaskan, pemanggilan terhadap suplier BPNT, barus baru sebatas klarifikasi terkait dengan adanya keluhan masyarakat mulai dari penyaluran, volume bantuan hingga kualitas sembako yang dibagikan.

“Ini baru klarifikasi terkait dengan adanya warga yang mengeluhkan kulitas bantuan pangan non tunai,” jelasnya.

Mengenai jumlah saksi yang diperiksa, AKP Ardy mengaku belum bisa merinci. “Kalau soal jumlah saksi yang diperiksa, belum bisa kita rinci. Karena sampai sekarang penyidik tipikor masih melakukan penelusuran,” pungkasnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020